Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 66


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Melihat wajah Rigel yang sangat dekat dengannya, hasrat Aluna semakin menggila.


Tanpa perlu berkata-kata lagi, Aluna langsung menarik tengkuk Rigel dan mencium bibir lelaki-nya itu dengan sangat rakus.


Rigel yang kaget langsung melepas ciuman itu.


"Kamu kenapa Lun, kok ganas banget?" Tanya Rigel tak menyangka dengan aksi Aluna karena biasanya Rigel lah yang sangat agresif.


"Aku pengen, Mas." Jawab Aluna malu-malu.


Rigel tersenyum tipis mendengar kata-kata Aluna. Ini pertama kalinya Aluna yang minta bercinta. Dan Rigel tahu ini pasti efek hormon kehamilan Aluna.


"Harus disini? Gimana kalau di studio aja."


"Aku maunya disini Mas."


Rigel menghela nafasnya kasar, antara takut karena membuat Aluna dan bayi kembar mereka tak nyaman karena bercinta di dalam mobil, tapi ia juga tidak tega untuk menolak permintaan Aluna.


"Ya udah, tapi kalau kamu gak nyaman bilang yah." Ucap Rigel.


"Anak-anak Papa pengen Papa jenguk yah? Tunggu yah Sayang, Papa lihat keadaan dulu." Ucap Rigel seraya mengelus perut Aluna lalu keluar dari dalam mobil.


Rigel menoleh ke sekeliling mereka untuk memastikan kalau tempat mereka sangat lah aman untuk mereka pakai bercinta sebentar.


Setelah merasa aman, Rigel pun memutar langkahnya menuju pintu mobil tempat Aluna duduk lalu meminta Aluna keluar dari dalam mobil itu dan mereka pun berpindah ke tempat duduk belakang.


Rigel mendudukkan Aluna diatas pangkuannya dan mereka pun mulai memanaskan gairah mereka dengan saling mencumbu. Sampai akhirnya mobil pun bergoyang dengan posisi Aluna yang berada diatas pangkuan Rigel.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari sejak tadi ada dua pasang mata yang memantau mobil Rigel dari semak-semak.


Melihat mobil Rigel bergoyang dan siluet dari dalam mobil yang sedang meliak-liuk, mata Jessy melotot lebar dan mulutnya juga menganga.


"Ekhem... Kita pulang yuk Jess." Ajak Joey yang mulai gugup. Gugup karena siluet Aluna dan Rigel dari dalam mobil berhasil membuat gairah ke laki-lakian'nya terpancing.


"Sebentar Joey, aku harus menangkap basah mereka." Jawab Jessy seraya hendak berdiri dari posisi mereka yang sedang merayap.


Melihat Jessy hendak berdiri, refleks Joey menarik tangan Jessy sampai Jessy terjatuh di atas dada Joey.


Untuk beberapa detik mereka terdiam dalam posisi itu. Mereka sudah sama-sama gugup.


Bunyi degup jantung Joey yang sangat cepat terdengar jelas di telinga Jessy.


"Ekhem..." Dehem Jessy.


"Sepertinya kita memang harus pulang Joey." Ucap Jessy.


"Iya kamu benar, kita memang harus pulang." Balas Joey.


Jessy pun perlahan mengangkat kepalanya dari dada Joey.


"Jangan berdiri Jes, merangkak lah!" Ucap Joey karena melihat Jessy yang seperti hendak berdiri.


"Iya aku tahu." Balas Jessy.


Jessy pun mulai merangkak keluar dari semak-semak itu dan disusul Joey dari belakang.


Setelah bersusah payah keluar dari semak-semak, akhirnya mereka sampai juga di tempat Joey memarkirkan motornya dan yang pasti tempat yang jauh dari tempat mobil Rigel berada.

__ADS_1


"Ini." Joey memberikan helm untuk Jessy dan Jessy pun mengambil helm itu dari tangan Joey.


Namun saat Jessy hendak memakai helm-nya, tak sengaja Joey melihat ada rumput kering yang menyangkut di rambut dan pipi Jessy.


"Tunggu Jess.." ucap Joey dan langsung mendekatkan dirinya dengan Jessy.


Joey pun mulai membersihkan rambut dan pipi Jessy dari rumput kering yang entah bagaimana caranya bisa ada di rambut dan pipi Jessy.


Saat sedang membersihkan pipi Jessy, mata Joey salah fokus dengan bibir Jessy yang sangat menggoda.


Joey menelan salivanya kasar, hasratnya yang terpancing gara-gara mobil goyang saja belum reda, sekarang malah ditambah dengan bibir Jessy yang sangat menggoda.


Tanpa sadar Joey makin mendekatkan wajahnya ke wajah Jessy, lalu satu kecupan mendarat di bibir Jessy.


Untuk beberapa detik Jessy mematung mendapat ciuman dari Joey. Namun setelah itu otaknya kembali sadar kalau apa yang di lakukan Joey itu salah.


Jessy pun mendorong tubuh Joey dan saat Jessy mendorongnya, disaat itu juga Joey sadar atas perbuatan yang baru ia lakukan.


"Maaf Jess, maaf, aku khilaf." Ucap Joey merasa bersalah.


"I-iya... Gak pa-pa. Ya udah yuk pulang." Balas Jessy gugup.


Joey menganggukkan kepalanya. Dan dengan gerakan salah tingkah, Joey pun naik ke atas motornya.


Sangking salah tingkahnya, kunci belum di masukkan ke dalam lubang kunci, Joey sudah meng-engkol motornya, jelas saja mesin motor tidak kunjung menyala.


🍁🍁🍁


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2