Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 84


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


BRAAANG...


Suara pintu pagar yang terbuka kasar.


Mendengar suara itu, sontak orangtua Carina itupun langsung saling pandang.


"Carina!!!" Teriak mereka bersamaan lalu berlari keluar dari ruang makan dan mencari Carina di ruang televisi.


Kosong. Tidak ada lagi Carina di ruang televisi.


Melihat Carina tidak ada di ruang televisi, Papa mertua Rigel pun langsung berlari ke luar rumah sedangkan Mama mertua Rigel itu berlari ke kamar Carina.


"Sial!!!" Umpat Papa mertua Rigel saat melihat pintu pagar terbuka lebar.


"Mama.. Mama!!" Teriak Papa mertua Rigel.


Mama mertua Rigel pun berlari mendatangi suaminya di halaman rumah.


"Kenapa Pa?"


"Sepertinya Carina kabur."


"Hah kabur?" Teriak Mama mertua Rigel kaget dan di balas dengan anggukkan kepala oleh suaminya.


"Ayo kita kejar Pa, pasti dia belum jauh." Ucap Mama mertua Rigel.


"Cepat ambil kunci mobil Carina." Perintah Papa mertua Rigel pada sang istri.


Mama mertua Rigel pun berlari masuk ke dalam rumah.


"Ada apa Bu?" Tanya Mbak Asri yang baru selesai menyetrika pakaian di kamar belakang.


"Carina kabur." Jawab Mama mertua Rigel.

__ADS_1


"Kunci mobil Carina mana sih Mbak? Kok gak ada disini?" Tanya Mama mertua Rigel itu pada Mbak Asri karena tidak menemukan kunci mobil Carina.


"Gak tau juga Bu, kan biasanya disitu." Jawab Mbak Asri.


"Lama banget sih Ma!!" Protes Papa mertua Rigel yang menyusul istrinya karena sang istri tak kunjung datang.


"Kunci mobil-nya Carina gak ada Pa!!" Jawab Mama mertua Rigel.


"Pasti Carina yang bawa. Dia sengaja bawa biar kita gak bisa ngejar dia." Balas Papa mertua Rigel.


"Tunggu.. tunggu.. tunggu!! Kalau dia bisa punya pikiran begitu, itu berarti dia memang sudah merencanakan ini semua. Dan kalau dia bisa merencanakan ini semua itu jangan-jangan Carina...." Papa mertua Rigel menggantung kata-katanya lalu menoleh ke arah sang istri.


"Carina udah gak gila." Lirih Mama mertua Rigel menyambung kalimat suaminya yang menggantung.


"Apa jangan-jangan sekarang Carina sudah tahu kalau suaminya selingkuh, makanya dia ngotot mau mencari suaminya?" Tebak Mama mertua Rigel.


"Sepertinya." Balas sang suami.


"Dan sepertinya juga mendengar pembicaraan kita di ruang makan tadi." Kata Papa mertua Rigel lagi.


"Tapi kita mau pakai apa kesana?" Tanya Papa mertua Rigel bingung.


"Pakai motor aja Pak. Kan ada motor yang biasa saya pakai untuk ke pasar." Timpal Mbak Asri yang sejak tadi menjadi pendengar setia.


Papa mertua Rigel menghela nafasnya kasar, ia seperti tidak srek jika harus memakai motor yang biasa di pakai Mbak Asri ke pasar.


Tapi karena hanya itu kendaraan yang ada, mau tidak mau Papa mertua Rigel itu menyetujui saran Mbak Asri.


"Ya udah mana kuncinya." Pinta Papa mertua Rigel.


Mbak Asri pun mengambil kunci motor yang biasa dia pakai kepasar lalu memberikannya pada Papa mertua Rigel itu.


"Ayo Ma." Orangtua Carina pun cepat-cepat keluar dari rumah.


Dengan motor matic jadul, motor bekas Rigel saat jaman susah, orangtua Carina pun mengejar putri mereka yang sudah pergi bersama dokter Tom.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Mobil dokter Tom.


Sambil menyetir mobilnya, dokter Tom melirik Carina yang saat ini tidak memakai sendal dan kakinya terlihat kotor.


Maklum saja, saat kabur tadi Carina tidak ingat memakai alas kaki.


Dan saat berhasil keluar dari rumah tadi, mobil dokter Tom belum ada di depan rumah, jadi Carina pun berlari sekencang-kencangnya menjauh dari rumah, untungnya saat sudah mau sampai gardu perumahan, dokter Tom yang baru melewati gardu perumahan melihat Carina dan langsung memanggil Carina.


"Apa kaki mu tidak sakit?" Tanya dokter Tom.


Carina melihat kakinya lalu menggelengkan kepalanya.


"Kenapa tidak memakai sendal?"


"Tidak ingat. Yang ada di pikiran ku hanya keluar dari rumah, jadi aku tidak ingat untuk memakai sendal."


"Kalau begitu kita singgah dulu membeli sendal untuk mu."


"Tidak perlu, jangan membuang waktu untuk itu! Aku harus segera menjemput suami ku." Tolak Carina.


"Tapi-"


"Aku mohon dokter, suami ku sedang dalam bahaya sekarang, dia sedang berada di studio tembikar-nya sekarang bersama pelakor itu, aku harus segera menyelamatkan suami ku dari pelakor." Potong Carina merengek.


"Apa kamu yakin kalau suami mu ada fi studio tembikar sekarang?" Tanya dokter Tom karena informasi terakhir yang dokter Tom dapat suami Carina ada di rumah sakit.


"Iya, aku yakin. Tadi aku dengar sendiri Papa ku mengatakan itu." Ucap Carina.


"Baiklah kalau kamu yakin, kita ke studio tembikar suami mu kalau begitu." Dokter Tom pun melajukan mobilnya menuju studio tembikar Rigel.


Tanpa ada rasa curiga dari Carina, kenapa dokter Tom bisa tahu alamat studio tembikar suaminya itu.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2