Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 78


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Rigel pun berjalan menuju ruang ganti.


Saat memasuki ruang ganti, ia melihat Carina yang berdiri di balik dinding ruang ganti.


Pandangan Carina terlihat kosong. Rigel pikir pandangan Carina yang kosong karena Carina memang sedang kumat. Tapi Rigel salah, pandangan Carina bukannya sedang kosong namun sedang kaget mendengar percakapan Rigel dengan Mama-nya.


Rigel tidak memperdulikan Carina dan terus berjalan menuju lemari untuk memakai baju-nya.


Setelah memakai pakaiannya, Rigel pun keluar dari dalam kamarnya meninggalkan Carina yang masih mematung di tempatnya tanpa sepatah kata apapun.


BRAAAK..


Rigel menutup pintu kamar dengan sangat kasar.


Seiring dengan suara pintu yang di tutup dengan kasar, air mata yang sudah menggenang di kelopak mata Carina langsung tumpah begitu saja.


Carina pun terisak sambil memegang dada-nya yang terasa sesak.


"Tega kamu Rig menyelingkuhi aku!! Aku sudah kehilangan anak-anak ku, sekarang kamu tambah penderitaan ku dengan menyelingkuhi aku!!" Isak Carina sambil tersungkur di lantai.


Begitu mengetahui perselingkuhan Rigel, tiba-tiba saja kewarasan Carina kembali dan sadar kalau anak-anaknya telah meninggal.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Rigel mengendarai mobilnya tanpa arah. Ia bingung harus kemana untuk menenangkan pikirannya. Karena tidak mungkin ia pergi ke studio, karena pasti Aluna akan mendatanginya ke sana. Sampai sekarang Rigel masih belum membaca pesan yang kemaren sore Aluna kirim karena ponselnya habis baterai dan Rigel tidak sadar kalau ia membawa ponsel dalam keadaan habis baterai.


Ia butuh menenangkan pikirannya untuk mengambil keputusan yang tidak merugikan siapa-siapa. Karena ia sadar akar dari permasalahan ini adalah dirinya.


Sampai akhirnya Rigel memutuskan untuk pantai dan menginap di resort yang ada di dekat pantai sampai dirinya punya keputusan.


Rigel lupa kalau hari ini dia berjanji pada Aluna akan membawa Aluna kerumah orangtuanya.


Sedangkan di studio tembikar, Aluna masih setia menunggu kedatangan Rigel dan berusaha menghubungi Rigel walaupun sejak tadi malam ponsel Rigel tidak bisa di hubungi.


"Kamu kemana sih Mas, kok dari tadi malam gak bisa di hubungi? Apa jangan-jangan Papa mertua kamu mengintimidasi kamu?" Lirih Aluna cemas.


"Kamu kan udah janji Mas, hari ini mau bawa aku kerumah orangtua kamu." Lirih Aluna lagi.


"Kalian sabar yah, Papa kalian pasti datang." Kini Aluna berbicara dengan janin-nya seraya mengelus perutnya.


🍁🍁🍁


Tiga hari berlalu.


Universitas Segala Seni.

__ADS_1


Aluna berjalan gontai memasuki gedung kampusnya.


Bagaimana tidak gontai kalau sudah tiga hari Rigel tidak bisa dihubungi dan tidak menghubungi dirinya.


Sampai-sampai Aluna berpikir menghilangnya Rigel karena Rigel ingin lari dari tanggung jawabnya.


Aluna pun sempat kepikiran untuk menerima tawaran Papa mertua Rigel dan mengisi cek itu dengan nominal yang sebesar-besarnya, tapi hati kecilnya meminta Aluna untuk sabar sedikit lagi dan menunggu beberapa hari lagi kabar dari Rigel.


Bip.. bip.. bip.. bip.


Bunyi notifikasi pesan di ponsel Aluna.


Mendengar bunyi notifikasi pesan, cepat-cepat Aluna membuka ponselnya karena Aluna pikir itu adalah pesan dari Rigel.


Ternyata Aluna salah, itu bukan pesan dari Rigel melainkan dari nomor tidak di kenal.


Aluna pun membuka pesan itu yang ternyata adalah sebuah video.


Penasaran dengan video yang di kirim oleh orang yang tidak di kenal itu, Aluna pun menekan tombol untuk memutar video pada layar ponselnya.


Mata Aluna membulat lebar saat melihat video yang dikirim oleh orang tidak di kenal itu.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2