Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 75


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Kediaman Rigel.


Setelah meminum teh herbal oplosan buatan Mama mertua-nya, Rigel pun pamit masuk kamar.


Sesampainya di dalam kamar, ia melihat Carina yang sedang asyik bermain dengan boneka kembarnya.


Rigel mengernyitkan keningnya, ia merasa aneh dengan sikap Carina yang kembali ke mode depresinya karena Carina hanya menoleh sesaat ke arahnya lalu kembali bermain dengan boneka kembarnya.


Melihat Carina kembali ke mode depresinya, Rigel menghela nafasnya lega. Akhirnya malam ini ia bisa tidur dengan nyenyak tanpa harus ketakutan Carina menggerayanginya saat tidur seperti kemaren malam, begitulah pikirnya saat melihat Carina.


Tapi Rigel tidak tahu kalau sebentar lagi dirinya lah yang akan menggerayangi Carina.


Setelah melepas sepatunya dan meletakkan sepatunya di rak sepatu, Rigel pun berjalan menuju kamar mandi. Seperti biasa, ia tak menghampiri Carina dulu untuk sekedar mencium kening sang istri.


Sesampainya di dalam kamar mandi, Rigel langsung mengunci pintu kamar mandi, lalu membuka semua pakaiannya. Setelah dirinya sudah dalam keadaan polos, Rigel pun masuk ke dalam bilik mandi lalu menyalakan keran shower.


Saat air shower membasahi tubuhnya, ia merasakan tubuhnya yang tiba-tiba merasa panas, padahal air yang ia pakai bukan lah air hangat.

__ADS_1


Bukan hanya merasa panas, tapi ia merasa hasrat kelaki-lakiannya tiba-tiba bergejolak tidak beraturan hingga membuat Pejantan tangguh yang sedang tidur perlahan bangun dan menegang.


"Ada dengan tubuh ku? Kenapa tiba-tiba hasrat ku bergejolak seperti ini?!" Pekik Rigel bertanya-tanya seraya satu tangannya memegang Pejantan tangguhnya dan satu tangannya lagi ia letakkan di dinding kaca bilik kamar mandi.


"Oh.. shiiit!!" Umpat Rigel lalu mengambil botol Tante Scarla dan menuangkan cairan Tante Scarla diatas pejantan tangguhnya lalu mulai memijat Pejantan tangguhnya.


Tapi sayang, lima menit Rigel berusaha menenangkan Pejantan tangguh dengan bantuan Tante Scarla, si Pejantan tangguh tak kunjung tenang dan kembali tidur.


"Oh... Shiiit!!! Kenapa tubuh ku tiba-tiba seperti ini?" Umpat Rigel.


"Apa jangan-jangan obat herbal yang Mama berikan tadi...." Tiba-tiba Rigel kepikiran dengan obat herbal yang di berikan Mama mertuanya tadi.


Rigel pun cepat-cepat menyelesaikan mandinya lalu keluar dari dalam bilik mandi dan mengambil handuk dari lemari penyimpanan handuk.


Dengan handuk yang melilit di pinggangnya, Rigel berjalan menuju ruang ganti. Sambil ia berjalan ke ruang ganti, Rigel hanya melirik Carina yang sedang menyusui boneka kembar.


Rigel menelan salivanya susah payah saat melihat dua gundukan daging yang menyembul itu, fantasi liar dengan Carina pun terbersit dalam pikirannya. Namun Rigel langsung menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghilangkan fantasi liarnya kemudian melanjutkan langkahnya ke ruang ganti.


Sesampainya di ruang ganti, ternyata fantasi liarnya semakin menjadi kala melihat pintu lemari dimana di depan pintu lemari itu kemarin Carina memanjakan Pejantan tangguh dengan mulutnya. Makin menjadi-jadi lah gejolak hasrat dalam tubuhnya.

__ADS_1


Rigel memejamkan matanya dan mengatur nafasnya untuk mengontrol gejolak hasratnya. Ia harus bisa bertahan menahan hasratnya agar tidak melampiaskannya pada Carina. Karena Rigel sadar kalau Mama mertuanya memberikan obat perangsang untuknya agar Rigel bisa melampiaskan pada Carina.


Setidaknya ia harus bisa bertahan sampai dirinya bertemu Aluna. Sampai sekarang Rigel belum tahu kalau Aluna sedang menunggunya di studio karena sejak tadi Rigel belum membuka ponselnya.


Setelah berhasil mengontrol gejolak hasratnya, dengan langkah terburu-buru Rigel pun berjalan menuju lemari dan mengambil pakaiannya secara acak.


Setelah memakai pakaian lengkap, barulah Rigel keluar dari ruang ganti dan berjalan menuju pintu tanpa menoleh ke arah ranjang dimana Carina masih menyusui boneka kembarnya.


Ceklek.. ceklek.. ceklek.. ceklek.


Pintu tidak bisa terbuka. Sepertinya Mama mertua Rigel sudah mengunci pintu kamar dari luar.


Dugh.. dugh.. dugh.. Rigel menggedor-gedor pintu kamar seraya memanggil Mama mertuanya untuk membuka pintu kamar.


"Mama... buka pintu-nya!! Mama... buka pintunya!!!" Teriak Rigel.


Tapi percuma saja Rigel berteriak, karena suara Rigel tidak akan kedengaran keluar kamar karena kamar Rigel sudah di pasangi peredam suara.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2