Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 44


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Tak lama setelah mendengar mobil Rigel keluar dari garasi rumah, Papa mertua Rigel juga beranjak dari kursi makan.


"Mau kemana Pa?" Tanya Mama mertua Rigel pada suaminya.


"Papa mau minimarket di depan dulu. Ada yang mau Papa beli. Mama mau titip apa?" Jawab Papa mertua Rigel.


"Gak usah. Mama gak titip apa-apa." Jawab Mama mertua Rigel.


"Carina, Papa mau ke minimarket, kamu mau pesan apa Sayang?" Kini Papa mertua Rigel bertanya pada putrinya.


"Mmm.. Carina mau cokelat dan ice cream aja Pa buat Rena dan Reni. Tapi beli-nya jangan banyak-banyak yah Pa." Jawab Carina.


"Oke. Tunggu yah." Balas Papa mertua Rigel seraya mengelus puncak kepala Carina.


Papa mertua Rigel pun keluar dari ruang makan dancepat-cepat berjalan menuju pintu yang tersambung ke garasi rumah lalu mengambil kunci mobil Carina yang ada di box tempat penyimpanan kunci yang menempel di dinding dekat pintu.


Setelah kunci mobil Carina berada di tangannya, Papa mertua Rigel pun berjalan menuju garasi dan menekan tombol membuka pintu dari remote kunci yang ia pegang.


Dengan mobil Carina, Papa mertua Rigel pun mengejar Rigel melalui petunjuk earphone bluetooth yang sebelumnya Papa mertua Rigel masukkan ke dalam mobil Rigel.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Saat sudah di pertengahan jalan menuju hotel, Rigel baru merasakan kalau ada yang sedang membuntutinya.


Rigel pun melirik dari kaca spion untuk memastikan apa perasaannya itu benar.


"Loh.. itu kan mobil-nya Carina." Lirih Rigel melihat mobil Carina tak jauh di belakang mobilnya.


Rigel tahu itu mobil Carina, selain dari plat mobil, cat mobil Carina juga terbilang unik. Jika terkena cahaya cat akan berubah menjadi merah dan kadang biru namun saat tidak terpapar cahaya cat itu berwarna hitam.


Rigel mengernyitkan keningnya memikirkan siapa yang sedang mengendarai mobil istrinya itu.


"Apa jangan-jangan itu Papa?" Gumam Rigel dalam hati.


"Pasti Papa sudah curiga dengan ku dan sengaja mengikuti ku untuk mencari bukti." Gumamnya lagi.


Dengan posisi yang masih menyetir, Rigel pun mencari dimana Papa mertuanya meletakkan alat pelacak.


Dan dapatlah earphone bluetooth itu di kantong jok tempat duduk depan.


Rigel menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan mertuanya itu.


"Maafkan Rigel, Pa yang tidak bisa menjaga janji suci Rigel pada Carina dulu. Bukan karena Rigel tidak mau menemani Carina saat susah dan sakit tapi Carina sendiri yang tidak mau keluar dari keterpurukannya. Sebagai laki-laki normal, Rigel juga butuh sentuhan wanita. Sudah cukup setahun lebih Rigel menahan diri." Gumam Rigel dalam hati seraya memasukkan earphone itu ke dalam kantong jok.


"Rigel tidak bermaksud bermain kucing-kucingan seperti ini. Tapi belum saatnya Rigel mempublikasikan hubungan Rigel dengan Aluna sekarang, karena selain Carina yang masih tidak bisa diajak bicara, status Aluna juga adalah mahasiswa Rigel. Tapi setelah Aluna wisuda nanti kurang lebih enam bulan lagi, Rigel akan langsung menikahi Aluna. Tidak peduli bagaimana keadaan Carina dan tidak peduli dengan restu Papa dan Mama." Gumam Rigel masih dalam hati.

__ADS_1


Cukup dalam hati, karena kalau sampai ia mengeluarkan kata-lata itu sudah pasti Papa mertuanya akan mendengar apa yang ia katakan sejak tadi. Dan untungnya selama perjalanan Rigel tidak ada bicara yang aneh-aneh.


Dan untuk mengelabui Papa mertuanya itu, Rigel pun mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi nomor Joey.


Tuuut... Tuuut...


Setelah empat kali melakukan panggilan ke nomor Joey, akhirnya Joey menjawab panggilan Rigel.


"Halo." Jawab Joey.


"Sudah dimana kamu Joey?" Tanya Rigel. Sengaja ia bertanya seperti itu agar seolah-olah Rigel memang sedang janjian dengan Joey.


"Ini siapa?" Tanya Joey bingung karena di ponselnya nama Rigel masih tertulis nomor yang tidak di kenal.


"Oh.. kamu sudah sampai disana? Oke.. oke.. aku juga sedang dalam perjalanan kesana sekarang." Bukannya menjawab pertanyaan Joey, Rigel malah semakin membuat Joey bingung.


Tanpa mendengar jawaban dari Joey, Rigel langsung mengakhiri panggilan teleponnya lalu melacak keberadaan Joey dari ponsel Joey.


Entah ini sebuah keberuntungan untuk Rigel atau memang hanya sebuah kebetulan, ternyata posisi Joey sedang berada di sebuah Kafe.


Melihat Joey yang ada di sebuah Kafe, Rigel pun tersenyum senang karena dengan begitu pasti Papa mertuanya tidak akan curiga.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2