
🍁 Happy Reading 🍁
Kini Aluna sedang berada di halte bus tempat tadi pagi Rigel menurunkan Aluna.
Sudah hampir setengah jam Aluna menunggu Rigel disana karena sore ini Rigel sudah membuat janji dengan dokter kandungan.
Tanpa Aluna sadari kalau sejak tadi Jessy dan Joey sedang memata-matai mereka.
Awalnya Jessy ingin membuntuti Aluna sendiri, namun tiba-tiba Joey muncul dan menawarkan diri untuk menemani Jessy membuntuti Aluna.
Agar tidak ketahuan oleh Aluna kalau Jessy membuntuti-nya, maka dari itu mereka membuntuti Aluna dengan menggunakan motor Joey.
"Aluna ngapain disitu?" Tanya Joey yang tak paham kenapa Aluna berada di halte bus sedangkan sudah beberapa bus yang melintas tapi tak satu pun Aluna naiki.
"Dia lagi nunggu Pak Rigel." Jawab Jessy dan hanya di balas oleh Joey dengan membulatkan mulutnya.
Tak lama Rigel pun datang dan memberhentikan mobilnya tepat di depan Aluna.
Sambil celingak-celinguk, Aluna pun cepat-cepat naik ke dalam mobil Rigel.
Setelah Aluna naik ke dalam mobil, Rigel pun menjalankan mobilnya. Dan melihat mobil Rigel sudah melaju, Joey pun melajukan motornya membuntuti mobil Rigel.
"Pegangan yang kuat Jess!!" Ucap Joey pada Jessy karena Jessy hanya mencengkram jaket kulit yang Joey pakai. Mau tak mau Jessy pun melingkarkan lengannya di perut Joey.
"Mau kemana sih mereka ini?" Tanya Joey pada Jessy.
"Ya mana aku tahu Joey. Kalau mereka berhenti baru nanti kita tahu." Jawab Jessy.
Cukup jauh perjalanan mereka, bahkan hampir sampai di perbatasan kota J dan kota B.
Setelah satu jam lebih berada di jalanan, barulah mobil Rigel berhenti disebuah klinik bersalin.
__ADS_1
Sengaja memang Rigel mencari klinik bersalin yang jauh dari kota J, agar tidak ada yang mengenalinya.
"Klinik bersalin? Apa jangan-jangan Aluna benar-benar hamil?" Lirih Jessy pelan namun masih bisa di dengar oleh Joey.
"Jangan pikiran negatif dulu Jess. Siapa tahu aja mereka kesini mau pasang alat kontrasepsi." Balas Joey.
"Sama aja, mau pasang alat kontrasepsi kek atau mau periksa kandungan kek, kan itu berarti hubungan Aluna dan Pak Rigel sudah sangat jauh dan dalam Joey!!" Protes Jessy.
"Kan aku udah pernah bilang sama kamu kalau aku kemaren denger suara mereka ah uh ah uh di toilet pria. Ya udah pasti hubungan mereka mendalam lah. Makanya mereka sekarang ke klinik bersalin, siapa tahu aja Aluna lagi mau pasang alat kontrasepsi sekarang biar gak kebobolan kalau Pak Rigel lupa cabut atau lupa pake pengaman." Balas Joey.
"Astaga Aluna!!! Setan apa yang sedang merasuki mu!! Kenapa kamu sampai sebodoh itu!! Di luar sana masih banyak laki-laki yang masih lajang. Kalau pun kamu mau sama laki-laki yang lebih tua, yah cari yang udah duda lah Lun, kenapa harus suami orang!!!" Keluh Jessy.
🍁🍁🍁
Di dalam klinik kandungan.
Setelah melakukan pendaftaran dan pemeriksaan umum, perawat pun meminta Aluna dan Rigel untuk menunggu di depan ruangan dokter.
Aluna nampak gelisah. Terbukti dengan ia memainkan jari-jari tangannya lalu menggoyang-goyangkan kakinya.
Melihat gerakan Aluna, dengan sigap Rigel mengambil tangan Aluna dan menggenggam erat tangan wanitanya itu.
"Relaks, oke." Ucap Rigel menenangkan Aluna dan di balas dengan anggukan oleh Aluna.
"Aluna Arabia." Panggil perawat di depan pintu ruangan dokter.
"Ayo." Ajak Rigel seraya menarik tangan Aluna.
Aluna pun berdiri dari tempat duduknya dan mereka pun berjalan menuju ruangan dokter.
"Selamat sore menjelang malam dok." Sapa Rigel ramah pada dokter wanita yang akan memeriksakan kandungan Aluna. Sedangkan Aluna yang terlihat tegang hanya bisa mengeluarkan senyuman menyapa sang dokter.
__ADS_1
"Selamat sore menjelang malam juga Pak, Bu. Silahkan duduk." Balas sang dokter sekaligus mempersilahkan Aluna dan Rigel duduk di kursi yang ada di hadapannya.
"Sebelumnya sudah melakukan tes mandiri kan yah Bu?" Tanya dokter pada Aluna.
"I-iya dok." Jawab Aluna gugup.
"Gak usah gugup Bu. Gak bakalan di suntik kok." Guyon sang dokter.
Aluna hanya tersenyum tipis menanggapi guyonan sang dokter.
"Sudah pernah USG?" Tanya dokter.
"Belum dok." Jawab Aluna.
"Oke kalau gitu, kita langsung USG aja yah." Balas sang dokter seraya berdiri dari tempat duduknya.
"Ayo Bu langsung baring aja di ranjang periksa, biar kita cek dedek bayi-nya." Pinta sang dokter.
Aluna dan Rigel pun berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menuju ranjang pemeriksaan.
Aluna pun naik ke atas ranjang lalu membaringkan tubuhnya disana. Sedangkan Rigel berdiri di samping Aluna.
Setelah Aluna berbaring, perawat pun membuka baju Aluna sebatas dada lalu menuangkan jel ke atas perut Aluna.
Setelah jel di tuangkan, barulah dokter meletakkan alat USG-nya diatas perut Aluna lalu memutar-mutar alat itu untuk melihat janin yang ada di dalam kandungan.
"Selamat yah Pak, Bu, anak kalian kembar." Ucap dokter saat melihat ada dua janin yang sedang berkembang dalam rahim Aluna.
Mata Rigel berkaca-kaca mendengar informasi yang dokter berikan.
"Kembar? Apa ini pengganti anak kembar ku yang sudah meninggal?" Gumam Rigel dalam hatinya.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Bersambung...