Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
BonChap 4


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Keesokan pagi-nya.


Jam sudah menunjukkan pukul enam pagi, Carina terlihat sedang gelisah sambil menatap layar ponselnya. Sejak tadi ponselnya berdering dan yang melakukan panggilan adalah Robby.


Carina ragu antara menjawab panggilan telepon Robby atau tidak.


"Tidak.. tidak.. tidak..! Aku tidak bisa menjawab panggilan Robby. Aku masih belum punya jawaban untuk Robby." Gumam Carina.


Nada panggilan masuk pun berakhir.


Terlihatlah lima panggilan tak terjawab dari Robby.


TRIIING..


Tak lama setelah nada panggilan itu berakhir, masuklah pesan dari Robby.


Carina pun membuka pesan itu.


📱 Robby : Jam delapan aku berangkat. Kalau sampai jam delapan kamu tidak memberi jawaban, aku anggap kamu benar-benar menolak aku. Dan aku janji gak akan mendekati kamu lagi untuk sementara waktu, setidaknya sampai aku melupakan kamu.


"Aaargh.. bagaimana ini?!!!" Pekik Carina sambil membaringkan tubuh-nya kasar di ranjang lalu melihat jam digital yang ada di ponselnya.


"Masih jam enam, masih ada dua jam lagi. Sebaiknya aku berangkat ke kafe dulu. Siapa tahu saja aku bisa berpikir jernih jika di kafe." Gumam Carina.


Carina pun beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


🍁🍁🍁


Moon & Stars Cafe.


Pukul 06.45.


Kini Carina sudah berada di ruang kerja-nya di Moon & Stars Cafe.


Carina mencoba mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai kemaren.

__ADS_1


Tapi sayangnya pikirannya tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaan, kata-kata Robby selalu terngiang-ngiang di kepala Carina.


Perempuan yang baik dan yang pantas buat aku itu kamu Rin. Aku cinta sama kamu tulus, Rin. Jadi tolong pikirkan lagi.


Kalimat itu selalu terngiang-ngiang di kepala Carina ditambah bayangan wajah Robby yang sangat bersungguh-sungguh saat mengatakan itu berhasil membuat jantung Carina terus berdegup kencang.


"Apa yang sebenarnya di inginkan hati mu, Carina?!" Lirih Carina seraya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Carina terus berpikir kali ini ia mencoba menggunakan hati-nya untuk mengambil keputusan.


Carina pun mulai memejamkan matanya, menyinkronkan hati dan pikirannya yang nampaknya tidak sejalan.


Ia mengulang semua kebersamaannya dengan Robby selama dua tahun terakhir.


Tak bisa Carina pungkiri, ia sangat nyaman bersama dengan Robby


Setiap Carina butuh sandaran, Robby selalu ada menjadi tempatnya bersandar. Disaat Carina butuh teman curhat dengan penuh kesabaran Robby selalu setia menjadi tempat curhat Carina, bahkan tengah malam sekalipun saat Robby sudah tidur, Robby selalu menjawab teleponnya. Disaat Carina butuh teman bertukar pikiran, Robby selalu bisa membantunya mengambil keputusan.


Dua tahun belakangan ini, Carina memang sangat bergantung pada Robby. Apalagi keluarga Robby begitu hangat pada Carina.


Tak lama Carina pun membuka matanya. Ia sudah memantapkan hatinya.


Masih pukul setengah delapan pagi.


Carina menghela nafasnya lega karena masih ada waktu setengah jam.


Carina pun menghubungi Robby. Ia ingin memberikan jawabannya.


Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif. Tekan satu untuk meninggalkan pesan.


Malah operator yang menjawab panggilan Carina.


"Kenapa tidak aktif? Apa jangan-jangan Robby sudah pergi?" Gumam Carina.


Carina pun berdiri dari kursi kebesarannya lalu menyambar tas dan memasukkan ponselnya ke dalam tas lalu keluar dari ruang kerjanya.


Dengan setengah berlari Carina menuruni anak tangga.

__ADS_1


"Della, aku keluar dulu ada urusan penting. Tolong handle semua-nya sampai aku kembali." Ucap Carina sambil berjalan tergesa-gesa keluar dari kafe.


Karena Carina tadi datang ke kafe tidak membawa motor, karena motornya di pakai Robby, mau tak mau Carina harus memesan ojek online terlebih dahulu.


Ojek pun sudah Carina pesan.


Dengan gelisah dan terus mondar-mandir, Carina menunggu di depan kafe.


"Kenapa lama sekali sih!" Gerutu Carina. Padahal baru satu menit yang lalu ia memesan ojek online.


Tak sampai sepuluh menit, ojek online pesanan Carina pun tiba juga.


Cepat-cepat Carina naik ke atas motor lalu memakai helm yang di berikan si tukang ojek.


Setelan Carina selesai memakai helm-nya barulah tukang ojek melajukan motornya.


🍁🍁🍁


Lentera Hotel.


Kini Carina sudah berada di Lentera Hotel, hotel tempat Robby menginap.


Setelah membayar ongkos ojek dan memberikan helm pada si tukang ojek, Carina pun berlari memasuki gedung hotel.


"Mbak, saya mau tanya atas nama Robby ada di kamar berapa yah?" Tanya Carina pada resepsionis.


"Maaf Ibu kami tidak bisa memberitahu. Itu privasi."


"Tapi Mbak, saya mohon beritahu saya. Saya harus bertemu dengan Robby." Mohon Carina.


"Maaf tetap tidak bisa." Dengan berat hati resepsionis itu menolak.


"Atau tolong lihat, apa yang bernama Robby Alexander sudah check-out." Ucap Carina. Setidaknya kalau status Robby belum check-out, Carina masih bisa menunggu Robby turun. Tapi kalau status Robby sudah check-out, maka Carina pun harus segera menyusul Robby ke bandara.


Belum juga resepsionis memeriksa status Robby, tiba-tiba tangan besar menepuk pundak Carina.


"Carina."

__ADS_1


🍁🍁🍁


Bersambung...


__ADS_2