Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
BonChap 12


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


"Carina." Kaget Rigel saat melihat mantan istrinya ternyata yang datang.


"Hai Rigel. Apa kabar?" sapa Carina sambil tersenyum.


"Ah.. iya baik." jawab Rigel canggung.


"Sini Mas, jangan berdiri disitu." pinta Aluna karena RIgel hanya berdiri di dekat tangga.


Rigel pun berjalan mendekati Aluna.


"Kamu apa kabar?" tanya rigel seraya mendaratkan bokongnya di sebelah Aluna.


"Baik." Jawab Carina.


"Syukurlah." balas Rigel.


"Terus itu siapa?" tanya Rigel sembari melirik Robby yang duduk di sebelah Carina.


"Oh iya, kenalin ini Robby. Calon suami aku." Carina pun memperkenalkan Robby pada Rigel.


Rigel dan Robby pun bersalaman.


"Robby, Rigel." ucap keduanya saat mereka saling bersalaman.


"Tunggu dulu, sepertinya saya pernah melihat Anda, tapi dimana yah.." ucap Rigel seraya mengernyitkan keningnya mencoba mengingat sosok Robby.


Mendengar itu, Carina dan Robby saling lirik.


"Benar sekali Pak, kita memang bertemu sebelumnya." jawab Robby.


Sedangkan Carina menundukkan kepalanya, ia malu dan merasa bersalah kalau ingat kejadian waktu itu, kejadian dimana dirinya mengamuk di studio tembikar Rigel yang lama dan dimana dirinya memukul perut Aluna dengan balok hingga mengakibatkan Aluna keguguran.


"Benarkah? Dimana? Maaf, saya benar-benar lupa." tanya Rigel.


Aluna memegang tangan Rigel lalu mendekatkan mulutnya ke telinga Rigel.

__ADS_1


"Waktu di studio tembikar kamu dulu Mas, dia polisi yang waktu itu datang mau nangkap dokternya Mbak Carina." bisik Rigel.


"OOOO." Rigel membulatkan mulutnya. Ia sudah ingat sekarang.


"Maaf yah Rig, Lun atas kejadian waktu itu. Jujur sampai sekarang saya masih sangat bersalah karena kejadian itu. Saya benar-benar gila waktu itu." ucap Carina.


"Kejadiannya sudah lama sekali Rin, kami sudah ikhlas dan melupakannya. Iya kan Lun?"


"Iya Mbak. Lagi pula semua itu juga salah kami. Kalau saya jadi Mbak Carina, pasti juga akan melakukan hal yang sama dengan yang Mbak lakukan." sahut Aluna.


"Makasih yah Lun, Rig." ucap Carina.


"Makasih buat apa sih Rin, kami berdua gak ada melakukan apa-apa untuk kamu." balas Rigel.


"Siapa bilang kalian gak melakukan apa-apa untuk aku. Kalau saja waktu itu kalian gak mencabut laporan, mungkin aku gak akan seperti sekarang ini dan juga gak akan bertemu dengan laki-laki baik dan sabar ini." jawab Carina seraya memegang tangan Robby.


"Kalau saja aku di penjara atau di masukkan di rumah sakit jiwa, yang ada gila aku malah semakin parah." kata Carina lagi.


"Syukurlah, aku turut senang melihat kamu lebih sehat dan lebih bahagia." balas Rigel


"Dan aku juga minta maaf karena tidak pernah menghubungi mu untuk sekedar menanyakan kabar mu, itu karena aku segan dengan orangtua mu dan aku juga harus menjaga perasaan pasangan ku yang sekarang." ucap Rigel seraya mengeratkan genggaman tangannya dengan tangan Aluna.


"Baiklah, sekarang kita tutup masa lalu itu dan kita mulai dengan lembaran baru dengan pasangan baru yang pastinya dengan cerita yang bahagia." ucap Rigel dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Carina, Robby dan Aluna.


"Tadi kamu bilang Robby ini calon suami kamu, jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Rigel.


"Oh iya sampe lupa." pekik Carina seraya menepuk jidatnya lalu mengambil sesuatu dari dalam tas-nya.


"Kami kesini mau nganter ini loh Rig." ucap Carina seraya memberikan undangan pernikahan yang tadi dia ambil dari dalam tas-nya


Rigel pun mengambil kartu undangan itu dari tangan Carina.


UNDANGAN PERNIKAHAN


ROBBY & CARINA.


"Woah... ternyata kalian mau menikah. Selamat yah." ucap Rigel saat membaca tulisan yang tertera di undangan.

__ADS_1


"Terimakasih. Dateng yah Rig, Lun" ucap Carina.


"Memangnya kapan Mbak?" Tanya Aluna. Meski undangan sudah ada di tangan Rigel, tapi Rigel belum membuka undangan itu.


"Minggu depan. Tapi di kota B." jawab Carina.


"Kamu tinggal di kota B sekarang? Atau Pak Robby yang dinas di kota B?" tanya Rigel.


"Aku memilih tinggal di kota B dan dia yang ikut dengan ku ke kota B dan sudah satu bulan ini dia sudah pindah ke kota B." jawab Carina.


"Baik lah, kalau tidak ada halangan kami pasti datang." jawab Rigel.


"Ummm... tapi apa gak pa-pa dengan orangtua mu kalau aku datang dengan Aluna?" tanya Rigel. Rigel masih segan dengan mantan mertuanya.


"Gak pa-pa. Sebelum kami kesini untuk nganter undangan ini, aku udah tanyakan lebih dulu sama Mama- Papa dan mereka gak keberatan kalau kami mengundang kalian." jawab Carina.


"Oke. KIta pasti datang. Iya kan Lun." ucap Rigel seraya menoleh ke arah Aluna.


Aluna tersenyum tipis, tapi dari senyumnya Rigel isa melihat jelas kalau ada sesuatu yang sedang berusaha Aluna tahan.


"Kamu kenapa?" tanya Rigel.


"Memangnya aku kenapa?" Aluna malah bertanya balik.


"Ekspresi kamu kok lain banget." jawab Rigel.


"Gak kok aku baisa aja." jawab Aluna.


"Kamu keberatan Lun untuk datang ke pernikahan aku?" tanya Carina yang juga melihat ekspresi Aluna seperti sedang tidak nyaman.


"Bu-bukan karena itu. Tapi..." tiba-tiba Aluna langsung menutup mulutnya lalu berdiri dari duduknya.


"Saya permisi dulu." Aluna langsung berlari menuju kamar mandi.


Melihat itu, sontak Rigel, Carina dan Robby juga ikut berdiri dan berjalan dengan langkah panjang menyusul Aluna.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2