
🍁 Happy Reading 🍁
Sesampainya diruang tidur, Rigel langsung membaringkan Aluna diatas ranjang dengan perlahan lalu memberi sengatan-sengatan kenikmatan di tubuh Aluna mulai dari leher, turun ke dada, lalu turun ke perut, kemudian paha dan terakhir pada lubang kenikmatan Aluna.
Aluna yang terbuai dengan sengatan Rigel untuk beberapa saat lupa dengan tujuan utamanya mengajak Rigel bercinta. Namun saat Rigel hendak memasukkan Pejantan Tangguhnya di dalam lubang kenikmatannya, disitulah Aluna tersadar.
"Tunggu Mas." Ucap Aluna seraya menahan kepala Pejantan Tangguh yang sudah menempel di pintu lubang kenikmatan.
Lalu melihat jam yang ada di dinding kamar.
Jam berada tepat di pukul sebelas malam.
Kalau Mas Rigel keluar lebih dari sepuluh menit, itu berarti Mas Rigel baru bercinta dengan selingkuhannya tadi di studio.Tapi kalau kurang dari sepuluh menit, itu berarti Mas Rigel jujur sama aku.
Gumam Aluna dalam hati.
"Kamu mikir apa sih , Lun? Udah boleh di lanjutin belum nih?" tanya Rigel.
"Gak pa-pa. Sini biar aku aja yang mimpin." jawab Aluna lalu mengubah posisi mereka.
Kini Rigel lah yang berbaring di atas ranjang dan Aluna yang diatas tubuh Rigel.
Aluna pun mengarahkan Pejantan Tangguh Rigel ke pintu lubang kenikmatannya lalu perlahan membenamkannya ke dalam lubang kenikmatan.
"Aargh.." erang keduanya saat Pejantan Tangguh itu terbenam sempurna didalam lubang kenikmatan.
Aluna pun mulai menggerakkan pinggulnya untuk membawa Rigel ke surga dunia.
Racauan, erangan dan desa han tak henti-hentinya keluar dari mulut keduanya saat Aluna bergerak diatas tubuh Rigel.
__ADS_1
Gerakan Aluna semakin cepat, tanda kalau dirinya hampir sampai di puncak kenikmatan.
Rigel yang menyadari itu pun langsung mengubah posisinya menjadi duduk, lalu mencium bibir Aluna dengan sangat rakus dan tangannya bermain dengan salah satu gundukan daging Aluna yang menurut Rigel semakin membesar dari pertama kali Rigel menyentuhnya.
"Aaaargh..." sambil memeluk erat suaminya, Aluna mengerangan panjang. Ia sudah sampai di puncak kenikmatan meninggalkan Rigel yang sepertinya masih lama menyusulnya.
"Puas?" tanya Rigel dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Aluna.
"Mas Rigel?" Aluna balik bertanya.
"Belum lah, kan belum keluar." jawab Rigel.
Sontak Aluna menoleh ke arah jam dinding. Jam menunjukkan pukul sebelas lewat sepuluh.
Melihat permainan mereka sudah sepuluh menit tapi Rigel belum juga sampai di puncak kenikmatannya, dugaan Rigel yang selingkuh pun semakin kuat dalam benak Aluna.
Saat pikirannya sedang melayang mencurigai Rigel, tiba-tiba Rigel mengubah posisi mereka. Rigel membalikkan tubuh Aluna dan menghadapkan bokong Aluna ke arah Pejantan Tangguhnya.
"Aaaarghh." erang keduanya saat Pejantan Tangguh kembali terbenam dalam lubang kenikmatan Aluna.
Rigel pun mulai mengerakkan pinggulnya dengan gerakan yang tak beraturan, kadang lembut, kadang kasar, kadang pelan, kadang cepat.
Lima menit kemudian.
"Aaargh..." erangan panjang pun keluar dari mulut Rigel. Akhirnya Rigel sampai dipuncak kenikmatannya.
Belum juga Pejantan Tangguh selesai menyemburkan cairan kentalnya, Aluna sudah menarik bokongnya hingga Pejantan Tangguh keluar dari dalam lubang kenikmatan. Jelas saja itu membuat cairan kental yang sedang di keluarkan Pejantan Tangguh tercecer di atas ranjang dan mengotori sprei.
"Ketauan kamu selingkuh yah, Mas!!!" bentak Aluna.
__ADS_1
Rigel mengernyitkan keningnya sambil tangannya mengelus Pejantan Tangguhnya.
"Kok bahas selingkuh lagi sih, Lun?!" tanya Rigel kesal.
"Itu lihat jam!! Tadi kita mulai jam sebelas, tapi kamu baru selesai lima belas menit!! Padahal udah tiga hari kita gak bercinta, Mas!! Biasanya kalau kita gak bercinta semingu karena aku datang bulan, pasti kamu cuma bertahan lima menit, tapi ini lima belas menit !! Kamu baru bercinta kan sama selingkuhan kamu, Mas!!!" bentak Aluna.
Rigel tercengang mendengar kata-kata Aluna. Mulutnya menganga, matanya membulat lebar.
"Ngaku kamu, Mas!!" bentak Aluna lagi.
"Dugaan kamu gak masuk akal, Lun!! Masa cuma perkara durasi aja kamu curiga sama aku!!" balas Rigel.
"Aku lama keluar karena tadi aku udah keluarin di kamar mandi, Lun!!! Bukan bercinta sama selingkuhan!! Tuh Tante Dovie selingkuhan aku!!!" kata Rigel lagi.
"BOHONG!!" Teriak Aluna menolak percaya.
Rigel menghela nafasnya kasar. Ia tak mengerti kenapa istrinya itu tiba-tiba menuduhnya selingkuh.
Tak ingin memperpanjang kesalahpahaman ini, Rigel pun mengalah, merendahkan ego-nya yang sebenarnya ingin sekali membalas kemarahan Aluna dengan kemarahannya karena Aluna yang menuduhnya.
Rigel menarik tangan Aluna yang sedang berdiri di tepi ranjang lalu mendudukkannya di ranjang.
"Jujur sama aku, alasan kamu nuduh aku selingkuh itu apa? Apa karena aku pulang terlambat? Atau kamu pernah lihat aku sama perempuan terus kamu cemburu? Sekarang kasih tau aku semua yang ada dalam hati dan pikiran kamu, jangan disimpan sendiri. Gak ada untungnya buat kamu nyimpen semua itu sendiri, Lun. Yang ada hanya bikin penyakit hati. Nih, seperti sekarang ini!! Kamu udah terkena penyakit hati sekarang karena menyimpan hal-hal negatif dalam hati dan pikiran kamu." Ucap Rigel.
Bukannya menjawab, Aluna malah menangis.
"Aku takut kamu selingkuhin aku seperti kamu selingkuhin istri kamu dulu, Mas, karena aku belum bisa ngasih kamu anak sampai sekarang." Akhirnya Aluna mengeluarkan uneg-uneg dalam hatinya pada Rigel.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Bersambung...