Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 60


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Puas melampiaskan emosinya pada lemari. Rigel pun berjalan menghampiri Aluna yang masih menangis lalu berjongkok di depan Aluna.


"Lun, sekarang kamu jujur, kamu minum apa gak pil kb itu?" Tanya Rigel dengan nada yang sangat lembut.


Aluna menggelengkan kepalanya.


Melihat Aluna menggeleng, rahang Rigel mengeras.


"Kamu sengaja mau hamil, hah?" Tanya Rigel dengan nada mengintimidasi.


"Maaf Mas, aku bukannya sengaja mau hamil tapi aku takut kalau harus mengkonsumsi pik kb secara terus menerus, aku takut rahim ku kering. Sedangkan aku belum merasakan yang namanya hamil dan melahirkan. Mas Rigel kan tahu semua perempuan ingin merasakan hamil dan melahirkan, Mas." Jawab Aluna.


"Iya aku tahu! Dan sekarang keinginan mu sudah terwujud!!" Balas Rigel lalu berdiri dari posisi jongkoknya.


"Aaargh...." Teriak Rigel.


"Mas Rigel kenapa sih? Mas Rigel gak mau tanggung jawab?! Kalau gak mau tanggung jawab bilang!! Biar aku besarin sendiri anak ini!!!" Bentak Aluna yang lama-lama kesal melihat tingkah Rigel yang kelihatannya tidak menyukai kehamilannya.


Rigel diam ia dan hanya menjambak rambutnya frustasi.


Karena tak ada jawaban dari Rigel, Aluna pun berdiri dari duduknya lalu mengambil tas-nya.


"Hubungan kita berakhir sampai disini!! Aku juga gak akan menuntut pertanggung jawaban dari Mas Rigel!! Aku akan membesarkan anak ini sendirian!!" Ucap Aluna.


Setelah mengatakan itu, Aluna pun keluar dari dalam kamar.

__ADS_1


"Shiiiit!!!" Umpat Rigel.


Tak ingin Aluna pergi dalam keadaan seperti itu apalagi Aluna mengatakan kalau hubungan mereka berakhir, Rigel pun mengejar Aluna.


"Luna, tunggu." Rigel menangkap tangan Aluna.


"Minggir!!" Aluna langsung menyentak tangan Rigel.


"Aku minta maaf Sayang, aku bukannya gak mau tanggung jawab. Mana mungkin lah aku gak tanggung jawab, itu kan anak aku, darah daging aku. Aku pasti tanggung jawab kok." Bujuk Rigel.


"Aku tadi cuma shock aja. Kita bicarain ini baik-baik, oke." Katanya lagi.


Aluna pun luluh.


Melihat Aluna yang luluh, Rigel pun menggiring Aluna untuk duduk di sofa.


"Jadi gimana ini Mas?" Tanya Aluna seraya menjauhkan tubuhnya dari Rigel.


"Ya gimana, ya kita harus segera menikah. Tapi jalan untuk kita menikah gak segampang itu, aku harus menghadapi mertua ku dulu." Jawab Rigel.


"Lalu dengan Mbak Carina gimana?"


"Kalau itu semua tergantung orangtuanya. Kalau orangtuanya menginginkan aku pisah dengan Carina, maka aku akan ceraikan dia. Tapi kalau orangtuanya ingin aku tetap ada disampingnya, mau tidak mau kita hanya bisa menikah secara agama." Jawab Rigel.


"Kamu gak pa-pa kan kalau kita menikah secara agama saja?" Tanya Rigel.


Aluna menganggukkan kepala-nya lemah. Meski pernikahan yang diimpikan tidak bisa ia wujudkan, setidaknya dia bisa menikah dengan laki-laki idamannya.

__ADS_1


Rigel mengangkat dagu Aluna.


"Jangan sedih, walau kita tidak bisa menikah sesuai dengan impian mu, tapi percaya lah aku akan memberikan apa saja untuk mu dan anak kita. Aku mencintai mu Aluna, sangat mencintai mu, jadi jangan pernah lagi kamu mengatakan untuk mengakhiri hubungan kita." Ucap Rigel lalu mencium bibir Aluna dengan sangat lembut.


Aluna pun membalas ciuman Rigel dan mereka pun berciuman dengan sangat lembut.


Lama kelamaan ciuman lembut penuh cinta itu berubah menjadi ciuman kasar dan penuh gairah.


Aluna naik ke atas pangkuan Rigel lalu mengalungkan lengannya di leher Rigel.


Tangan Rigel juga tidak tinggal diam, dengan gerakan cepat tangan Rigel membuka kaos yang Aluna kenakan lalu membuka kacamata kain yang menutupi dua gundukan gunung susu Aluna.


Perlahan bibir Rigel pindah ke leher dan memberi sengatan kenikmatan disana sembari tangannya memainkan gunung susu nan kenyal milik Aluna.


"Pantas saja si kenyal ini agak lebih besar dari biasanya." Ucap Rigel di tengah-tengah aktivitasnya lalu melahap dua gundukan gunung susu itu secara bergantian.


Suara lenguhan, erangan dan racauan tak henti-hentinya keluar dari mulut Aluna kala Rigel melahap dua gunung susu-nya secara bergantian ditambah lagi lidah Rigel yang ikut memilin puncak gunung susu-nya.


Kini hasrat mereka sudah sama-sama berada di ubun-ubun.


Dengan gerakan cepat, Aluna membuka semua pakaian yang menempel di tubuh Rigel dan Rigel membuka pakaian yang menempel di tubuh Aluna.


Setelah mereka sudah sama-sama polos, secara bergantian mereka memberi sengatan kenikmatan ditubuh pasangan mereka. Setelah dirasa cukup barulah Aluna mengarahkan pejantan tangguh Rigel untuk masuk ke dalam lubang kenikmatan miliknya.


Pejantan tangguh pun dengan lembut menjenguk dedek bayi yang ada dalam kandungan Aluna.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2