
🍁 Happy Reading 🍁
"Jess, aku curiga kalau Aluna sedang menjalin hubungan terlarang dengan Pak Rigel."
Duar..
Bagai petir di siang bolong. Jessy kaget bukan main saat mendengar dugaan Joey.
"Tidak mungkin!! Jangan bercanda Joey!! Tidak mungkin Aluna seperti itu!" Jawab Jessy menolak mempercayai kata-kata Joey.
"Aku serius Jess. Tadi aku melihat sendiri kalau Pak Rigel menarik tangan Aluna ke dalam toilet pria, karena penasaran, diam-diam aku mengikuti mereka dan...." Joey menggantung kata-katanya.
"Dan apa?"
"Dan aku mendengar suara-suara des*ahan dari dalam bilik toilet. Kamu tahu kan maksud ku?"
"Tidak mungkin!! Aku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan! Aluna bukan perempuan seperti itu!"
"Itu hak mu kalau kamu tidak mau percaya. Tapi tidak ada salahnya kalau kamu mencari tahu sendiri apa yang aku katakan barusan. Karena tidak ada untungnya juga untuk ku memberitahu ini padamu. Aku hanya ingin kamu mengingatkan Aluna kalau hubungan yang sedang ia jalani dengan Pak Rigel salah. Karena status Pak Rigel masih suami orang, ya.. walaupun istri Pak Rigel mengalami gangguan jiwa. Kalaupun mereka mau menjalin hubungan seharusnya mereka menikah dulu, toh tidak salah juga untuk Pak Rigel menikah lagi karena istrinya tidak bisa melayani-nya lagi." Ucap Joey.
"Aku harap kamu mencari tahu sendiri informasi yang baru aku kasih tahu padamu." Ucap Joey lagi.
"Terimakasih sudah meluangkan waktu mu untuk bicara dengan ku." Setelah mengatakan itu, Joey pun keluar dari dalam mobil Jessy sedangkan Jessy, ia masih mematung karena shock mendengar informasi yang Joey katakan.
__ADS_1
"Kalau memang mereka memiliki hubungan, sejak kapan mereka menjalin hubungan? Apa sejak Pak Rigel memberikan bimbingan pribadi pada kami?" Gumam Jessy bertanya-tanya sembari menerka-nerka waktu kedekatan Aluna dan Pak Rigel.
"Atau jangan-jangan sebelum itu? Saat Aluna jarang tinggal di apartemennya?" Gumamnya lagi.
"Aku harus mencari tahu kebenarannya. Aku harap apa yang di prasangkakan Joey tidak benar.
Dan untuk mencari tahu kebenaran informasi yang di berikan Joey, Jessy pun pergi ke apartemen Aluna.
🍁🍁🍁
Apartemen Aluna.
Kini Jessy sudah berada di dalam apartemen Aluna. Dengan gampangnya ia masuk ke unit apartemen Aluna karena tahu kode password apartemen Aluna.
Tidak ada Aluna di dalam unit apartemennya.
Tak ingin berburuk sangka dengan sahabatnya itu, Jessy pun menelpon Aluna.
Tuuut... Tuuut... Tuuut...
Sudah tiga kali Jessy mencoba menghubungi Aluna tapi Aluna tak kunjung menjawab teleponnya.
Hingga di percobaan keempat barulah Aluna menjawab teleponnya.
__ADS_1
"Ya Jes..." Jawab Aluna diseberang telepon.
"Kenapa lama sekali menjawab telepon ku, hah?" Tanya Jessy agak kesal.
"Maaf, baru selesai mandi." Jawab Aluna dan hanya di respon Jessy dengan membulatkan mulutnya.
"Kamu di apartemen kan sekarang?" Tanya Jessy berpura-pura.
"Iya lah. Memangnya aku mau dimana lagi." Jawab Aluna santai.
Dan sekali lagi Jessy hanya merespon dengan membulatkan mulutnya.
"Kalau begitu aku menginap di apartemen mu yah. Mama-Papa ku sedang tidak ada dirumah dan aku malas sekali di rumah."
"Mmm... Aduh Jess, ma-af sepertinya aku sebentar lagi mau keluar karena Papa ku meminta aku menginap di rumahnya malam ini." Jawab Aluna dengan suara yang terbata-bata.
"Yah.. padahal aku ingin menginap di tempat mu malam ini mumpung orangtua ku tidak ada dirumah."
"Maafkan aku Jess, bagaimana kalau besok saja kamu menginap di apartemen ku."
"Ya mana bisalah lah Lun, kan orangtua ku hanya malam ini tidak ada dirumah. Tapi ya sudah lah, kapan-kapan lagi kalau begitu. Ya sudah, aku tutup teleponnya yah." Balas Jessy lalu mengakhiri panggilan teleponnya.
"Awalnya aku menolak percaya Lun, tapi setelah mendengar kebohongan mu ini, aku jadi yakin kalau kamu dan Pak Rigel ada something spesial." Gumam Jessy.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Bersambung...