
🍁 Happy Reading 🍁
Ceklek. Rigel membuka pintu kamarnya.
Dan terlihat lah Aluna yang sedang susah payah berjalan menuju kamar mandi.
Melihat itu dengan sigap Rigel berjalan menghampiri Aluna.
"Mau ke kamar mandi?" Tanya Rigel dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Aluna.
"Sini biar aku gendong."
"Gak usah Mas, aku bisa jalan sendiri." Tolak Aluna.
"Gak boleh nolak. Kamu gak inget dokter bilang apa tadi kamu harus bedrest!" Balas Rigel dan langsung menggendong Aluna ala bridal style menuju kamar mandi.
"Iya tapi bukan berarti aku di larang jalan kan? Jarak dari tempat tidur ke kamar mandi gak jauh Mas, jadi gak akan buat aku capek." Balas Aluna.
"Kalau begitu apa dong artinya aku ada disini kalau ngebiarin kamu jalan ke kamar mandi? Pokoknya selagi aku ada disamping kamu, jangankan ke kamar mandi, makan pun akan aku suapin." Balas Rigel.
Setelah Aluna selesai membuang air kecil, Rigel kembali menggendong Aluna kembali ke ranjang dan mendudukkan Aluna dengan punggung yang bersandar di kepala ranjang.
"Aku bikin susu ibu hamil dulu yah." Ucap Rigel setelah mendudukkan Aluna di ranjang tapi dengan cepat Aluna menarik tangan Rigel lalu memeluk tubuh Rigel dengan sangat erat.
__ADS_1
"Jangan kemana-mana Mas. Aku gak mau kamu kemana-mana lagi." Ucap Aluna.
"Aku gak kemana-mana Sayang, cuma mau bikin susu ibu hamil yang tadi kita beli." Jawab Rigel.
"Tapi aku takut nanti kamu gak balik lagi. Udah cukup tiga hari kamu buat aku cemas dan buat aku berpikir yang tidak-tidak. Jadi aku mohon jangan buat aku cemas lagi." Balas Aluna.
Rigel menghela nafasnya kasar.
"Kalau begitu kamu ikut aku, kamu lihat aku buat susu untuk kamu, gimana?"
Aluna menganggukkan kepalanya setuju.
Rigel pun kembali menggendong Aluna ala bridal style keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur kecil yang ada di samping kamar. Sesampainya di dapur Rigel pun mendudukkan Aluna di kursi dan Rigel pun mulai memasak air untuk membuat susu.
Sambil menunggu air mendidih, Rigel pun keluar dari dapur untuk mengambil kantong plastik yang di dalamnya ada susu ibu hamil yang Jessy letakkan di buffet depan kamar.
Rigel mengambil kartu nama dan melihat nama yang tertera di kartu nama.
Rahang Rigel mengeras saat melihat nama Papa mertuanya lah yang tertera di kartu nama.
"Ternyata Papa udah bertindak." Lirih Rigel seraya mere*mas kartu nama Papa mertuanya itu lalu berjalan kembali ke dapur dengan kantong plastik berisi susu ibu hamil dan cek kosong serta kartu nama Papa mertua-nya.
"Kapan Papa mertua aku datengin kamu?" Tanya Rigel sesampainya dia di dapur.
__ADS_1
"Darimana kamu tahu?" Aluna malah balik bertanya. Karena Aluna masih belum menceritakan tentang tawaran yang di berikan Papa mertua Rigel itu dan tentang video Rigel yang sedang menggagahi Carina.
"Ini." Rigel meletakkan cek kosong dan kartu nama Papa mertuanya tepat di depan Aluna.
"Empat hari yang lalu, saat aku minta kamu dateng ke studio ini setelah pentas seni berakhir. Aku pikir yang datang waktu itu kamu, jadi aku buka pintu, eh.. ternyata Papa mertua kamu." Jawab Aluna. Mimik wajahnya juga langsung berubah menjadi kesal.
"Apa yang di katakan Papa mertua aku?"
"Ya seperti yang di sinetron-sinetron lah Mas. Papa mertua kamu minta aku ninggalin kamu. Kalau aku gak mau ninggalin kamu, dia ngancam akan melaporkan ini ke pihak kampus agar aku di keluarkan dari kampus dan kamu di pecat jadi dosen." Jawab Aluna.
"Terus kamu mau terima tawaran Papa mertua aku itu?"
"Tidak. Tapi aku sempat kepikiran untuk menerima tawaran itu, itupun karena kamu yang tidak bisa dihubungi, aku pikir kamu mau lari dari tanggung jawab kamu." Jawab Aluna.
Rigel menghela nafasnya kasar lalu menarik tubuh Aluna dan membawa wanita-nya itu dalam pelukannya.
"Maafkan aku Sayang. Pikiran ku sangat kacau waktu itu, makanya aku memilih untuk pergi sebentar dan menenangkan pikiran agar aku bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk kita." Ucap Aluna.
"Apa yang membuat pikiran mu kacau? Apa karena istri mu sudah bisa melayani mu di ranjang, makanya pikiran mu jadi kacau antara mau bertanggung jawab pada ku atau menceraikan istri mu yang sudah kamu setubuhi lagi." Balas Aluna dalam pelukan Rigel.
Deg.
Jantung Rigel berdebar kencang dan Aluna yang ada dalam pelukan Rigel bisa mendengar dengan jelas degup jantung Rigel yang berdebar sangat kencang itu.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Bersambung...