
🍁 Happy Reading 🍁
Pukul 19.00
Rigel masih dirumah.
Setelah mengantar Carina terapi, Rigel sama sekali tidak bisa kemana-mana karena kedua mertuanya terus mengawasinya.
Sedangkan Aluna bolak-balik menelpon Rigel minta Rigel segera datang, tapi untungnya dengan bujuk rayu Rigel, Aluna mau menunggu beberapa saat lagi sampai dia punya celah untuk meloloskan diri dari rumahnya sendiri.
Kini Rigel, Carina dan kedua orangtua Carina sedang berada di ruang makan menikmati makan malam mereka, tak ketinggalan juga boneka Renata-Renita yang ikut di dudukkan do kursi khusus balita.
Sejak kedatangan orangtua Carina, Carina tak lagi di kurung di kamar terus. Sesekali Carina di bawa ke taman belakang oleh Mama-nya dan diajak menonton televisi.
Memang seharusnya seperti ini cara mendampingi Carina yang sedang mengalami gangguan jiwa, bukan terus di kurung di dalam kamar.
Tapi apa boleh buat, Rigel tidak punya waktu untuk itu semua, karena kesibukannya. Dan Mbak Asri juga tidak bisa selalu mendampingi Carina, selain karena dia juga harus mengerjakan pekerjaan rumah, Mbak Asri juga takut karena Carina yang sering mengamuk.
"Ayo makan yang banyak Sayang." Ucap Mama mertua Rigel pada Carina yang duduk di sebelahnya.
Sedangkan Rigel yang duduk di hadapan Carina dan Mama mertua Rigel, matanya terus ke bawah karena ponselnya yang ia letakkan di paha-nya. Memperhatikan apalagi kalau bukan pesan masuk dari Aluna.
"Sepertinya kamu ada acara hari ini?" Sindir Papa mertua Rigel yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik Rigel.
"Ah.. iya Pa, ini ada teman Rigel yang ngajak ketemuan. Kebetulan dia baru datang dari Spanyol dan besok dia harus ke Bali. Makanya dia ngajak ketemuan." Jawab Rigel.
__ADS_1
"Terus kamu mau menemui teman mu itu?" Tanya Papa mertua Rigel.
"Mm... Kalau Papa dan Mama mengizinkan..." Belum selesai Rigel bicara, Papa mertua-nya sudah memotong kata-katanya.
"Ya sudah pergi sana." Ucap Papa mertua Rigel.
Sontak Rigel dan Mama mertua Rigel menoleh ke arah Papa mertua Rigel yang duduk di kursi makan utama.
"Serius Pa?" Tanya Rigel masih tak percaya kalau Papa mertuanya mengizinkannya keluar dengan mudah.
Papa mertua Rigel menganggukkan kepalanya.
"Pa, kok Papa ngizinin Rigel keluar?! Harusnya dia gak kemana-mana Pa!! Dia harus lebih banyak waktu menemani Carina di banding keluar bersama teman-temannya!!" Protes Mama mertua Rigel.
"Sudah biarkan saja. Kan seharian ini Rigel sudah menemani Carina. Bahkan sampai rela tidak mengajar demi menemani Carina. Rigel juga butuh menghirup udara segar di luar sana." Balas Papa mertua Rigel pada istrinya.
"Baik Pa." Jawab Rigel kesenangan.
Sedangkan Papa mertua Rigel tersenyum licik.
"Ku biarkan ikan kecil ku lepas agar bisa mendapat ikan yang lebih besar." Gumam Papa mertua Rigel dalam hati.
Rigel yang tadinya bermalas-malasan menyantap makan malamnya kini dengan semangat ia menyantap makan malamnya.
Dan tak sampai lima menit makanan yang tadinya masih penuh di piring Rigel kini sudah tandas.
__ADS_1
Setelah menenggak air minum, Rigel pun berdiri dari kursi-nya lalu menghampiri Carina.
Cup. Rigel mengecup kening Carina lalu mengecup boneka Renata dan Renita.
"Sayang, aku pergi dulu yah." Pamit Rigel pada Carina.
"Kamu mau kemana?" Tanya Carina.
"Mau menemui teman ku yang datang dari Spanyol." Jawab Rigel.
Carina langsung memeluk Rigel.
"Tapi nanti kamu pulang kan?" Tanya Carina.
"Iya Sayang, nanti aku pulang." Jawab Rigel sambil mengelus rambut Carina lalu perlahan melepaskan tangan Carina yang melingkar di pinggangnya.
"Aku pergi dulu yah." Pamit Rigel sekali lagi.
"Ma, Pa, Rigel pergi." Kini Rigel pamit pada kedua mertuanya.
Mama mertua Rigel tidak menjawab dan malah mengalihkan pandangannya dengan sinis sedangkan Papa mertua Rigel hanya menganggukkan kepalanya pelan.
Rigel tidak memperdulikan wajah ketus Mama mertuanya dan memilih untuk segera pergi dari ruang makan dan menjemput Aluna yang masih di hotel, ketimbang harus meladeni kesinisan Mama mertuanya.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Bersambung...