Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 49


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Kediaman Rigel.


Papa mertua Rigel berdiri di jendela ruang tamu sambil mengamati gerbang rumah, ia menunggu kepulangan Rigel disana. Sedangkan Carina dan istrinya sudah lelap dalam tidur mereka.


Setelah berjam-jam menunggu, akhirnya yang ditunggu-tunggu pun pulang juga.


Melihat mobil Rigel yang sudah memasuki garasi, Papa mertua Rigel pun beranjak dari ruang tamu dan pindah ke ruang tengah, ia duduk dengan elegan sambil menyalakan televisi. Ia tidak ingin sampai Rigel merasa kalau sejak tadi dirinya menunggu kepulangan Rigel.


Tak.. Tak.. Tak..


Bunyi langkah sepatu Rigel.


Semakin lama bunyi langkah sepatu itu semakin dekat, itu tandanya kalau Rigel sudah masuk ke dalam rumah.


"Loh, Papa belum tidur?" Tanya Rigel dengan raut wajah yang ia buat se-biasa mungkin.


"Belum. Papa lagi asyik nonton berita." Jawab Papa mertua Rigel tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Rigel.


"Oh.." Rigel hanya ber- Oh ria merespon jawaban Papa mertuanya.


"Gimana dengan temen kamu yang dari Spanyol itu?" Tanya Papa mertua Rigel dengan nada menyindir.


"Dia makin sukses sekarang." Balas Rigel.


"Lalu apa yang kalian bicarakan sampai kamu pulang larut begini?"


"Ya... Bicara layaknya teman lama yang udah lama gak ketemu lah Pa. Semua dibicarakan."


"Apa teman mu itu tidak menanyakan kenapa kamu tidak datang dengan Carina?"

__ADS_1


"Teman Rigel tahu kok bagaimana keadaan Carina sekarang. Dia hanya menitipkan salam untuk Carina dan mendoakan Carina supaya bisa sehat seperti dulu lagi." Balas Rigel.


"Semoga saja." Balas Papa mertua Rigel sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Ya sudah, Rigel masuk kamar dulu yah Pa." Pamit Rigel dan di balas dengan anggukkan kepala Papa mertua Rigel.


Sesampainya di dalam kamar, Rigel langsung menghela nafasnya kasar.


"Huuuh.. akhirnya. Seandainya aku gugup sedikit saja, habis aku!! Papa pasti akan lebih banyak melontarkan pertanyaan yang menjebak." Ucap Rigel merasa lega.


Sedangkan di ruang televisi, Papa mertua Rigel mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya geram.


"Hari ini kau bisa lolos, tapi hari esok, akan ku tangkap basah kau!!!" Geram Papa mertua Rigel.


Merasa kalau dirinya memang memerlukan bantuan mata-mata, Papa mertua Rigel pun menghubungi teman-temannya untuk mencarikan mata-mata profesional untuk memata-matai menantunya.


🍁🍁🍁


Keesokan harinya.


"Siapa disini yang belum mencicil membuat tugas yang saya berikan?" Tanya Rigel di detik-detik akhir mata kuliahnya.


Dengan polosnya Aluna mengangkat tangannya.


"Astaga Lun, satu bulan lebih kamu belum mencicil sama sekali?" Pekik Jessy pelan saat melihat Aluna mengangkat tangannya.


Aluna hanya membalas dengan cengiran.


"Kamu ngapain aja sih Lun? Aku pikir kamu gak pernah ada di apartemen kamu gara-gara sibuk nyicil tugas dari Pak Rigel!" Omel Jessy lagi.


"Kamu, yang tunjuk tangan." Belum sempat Aluna membela dirinya dari omelan Jessy, Rigel sudah memanggil dirinya.

__ADS_1


"Iya Pak." Jawab Aluna.


"Ikut ke ruangan saya sekarang!" Perintah Aluna tegas. Untungnya hanya Aluna yang mengangkat tangannya kalau seandainya ada dua atau tiga orang lainnya yang mengangkat tangan sudah pasti Rigel tidak bisa menggunakan alibi tugas untuk menyuruh Aluna ke ruangannya.


"Baik Pak." Jawab Aluna dengan raut wajah pura-pura takut.


Bel pun berbunyi.


Rigel pun keluar dari dalam kelas lebih dulu setelah itu para mahasiswa yang keluar.


"Aku ke ruangan Pak Rigel dulu yah." Pamit Aluna pada Jessy.


"Semoga aja kamu gak diapa-apain sama Pak Rigel." Balas Jessy yang khawatir. Aluna hanya tersenyum menanggapi ke khawatiran Jessy tapi dalam hatinya berkata, "Kalau diapa-apain juga gak pa-pa kok. Aku ikhlas."


Aluna pun berjalan menuju ruangan dosen lalu masuk ke ruangan tertutup milik Rigel.


Hanya beberapa dosen yang memiliki ruangan tertutup di ruangan dosen itu dan Rigel adalah salah satunya. Rigel sengaja meminta ruangan tertutup untuk ruangannya karena ruangan itu juga Rigel pakai untuk mendapat inspirasi untuk membuat sebuah karya dan untungnya pihak kampus mau memenuhi keinginan Rigel.


Tok.. Tok.. Tok..


Aluna mengetuk pintu ruangan Rigel dengan sopan.


"Masuk." Jawab Rigel dari dalam ruangannya.


Mendengar jawaban dari dalam, barulah Aluna membuka pintu itu dan masuk ke dalam ruangan dan terlihat lah Rigel yang sudah berdiri tepat di belakang pintu.


"Cepat tutup pintunya!!" Perintah Rigel dengan suara pelan.


Aluna pun menutup pintu itu dengan perlahan.


Dan begitu pintu sudah tertutup rapat, Rigel langsung menarik tubuh Aluna dan menghimpitnya ke tembok. Dengan rakus, Rigel langsung menciumi bibir Aluna.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Bersambung...


__ADS_2