
"Aku takut kamu selingkuhin aku seperti kamu selingkuhin istri kamu dulu, Mas, karena aku belum bisa ngasih kamu anak sampai sekarang." Akhirnya Aluna mengeluarkan uneg-uneg dalam hatinya pada Rigel.
Rigel menghela nafasnya kasar.
"Kamu kok bisa punya pikiran kayak gitu sama aku sih Lun?! Aku berani sumpah, Lun, aku gak seperti yang kamu pikirkan..." Rigel menjeda sejenak kalimatnya untuk menarik Aluna dalam pelukannya.
"Kita kan udah janji untuk gak mengungkit masalah itu. Aku memang pernah melakukan kesalahan yang fatal dalam pernikahan aku sebelumnya. Tapi semua itu aku jadiin pelajaran hidup. Dan sekarang aku merasa kalau aku sedang terkena karma karena sudah mengkhianati pernikahan ku dengan Carina. Kalau aku melakukan itu lagi hanya karena kamu belum hamil, itu sama saja aku mengajak wanita lain untuk merasakan karma yang lainnya. Dan aku gak mau memperpanjang karma itu, aku ingin memutus karma itu sampai disini saja." lanjut Rigel.
"Lagi pula kamu belum hamil kan bukan karena gak bisa hamil Lun, tapi karena memang kita belum kasih kepercayaan lagi. Aku yakin saat ini Tuhan sedang menguji rumah tangga kita, kalau kita bisa melewati ujian ini, maka Tuhan akan menghentikan karma itu sampai di kita, jadi anak-cucu kita tidak perlu menanggung karma atas dosa yang pernah kita buat." lanjut Rigel lagi.
"Kamu percaya kan sama aku Lun?" tanya Rigel.
Aluna tidak menjawab, ia menjauhkan tubuhnya dari pelukan Rigel.
"Terus kenapa kamu lama keluar? Padahal kita udah tiga hari gak bercinta?!" tanya Aluna, ia masih curiga hanya berdasarkan durasi.
"Itu gara-gara kamu tadi!!" jawab Rigel lalu turun dari ranjang kemudian berjalan mengambil celana panjang yang dia pakai tadi untuk mengambil sebungkus rokok dari dalam saku celananya.
"Kok aku?" tanya Aluna.
__ADS_1
"Kamu gak sadar saat kamu meriksa-meriksa tubuh aku, Pejantan Tangguh aku bangun!!" jawab Rigel.
Aluna menggelengkan kepalanya.
"Tadinya aku pikir kamu mau ngajak bercinta di kamar mandi, eh.. gak taunya cuma mau meriksa tubuh aku aja! Ujung-ujungnya aku keluarin sendiri." balas Rigel.
"Padahal rencananya aku mau tahan hasrat aku sampe lima hari untuk meningkatkan kualitas benih aku, gagal sudah!! Sudah gagal, di tuduh selingkuh lagi!" terus saja Rigel bersungut-sungut.
Rigel pun berjalan menuju ruang ganti untuk memakai boxernya lalu kembali keruang tidur dan lanjut berjalan ke balkon untuk menyesap rokoknya. Gantian, sekarang Rigel merajuk karena usahanya yang menahan hasrat sia-sia karena kesalahpahaman Aluna.
Bibit yang sudah dia endapkan selama tiga hari agar menjadi bibit yang berkualitas tinggi, terbuang sia-sia bersama aliran air ke saluran air.
Aluna langsung duduk di pangkuan Rigel.
"Aku sedang merokok Sayang." ucap Rigel saat Aluna duduk di pangkuannya.
Aluna tidak peduli, ia malah mengalungkan tangannya di leher Rigel lalu membenamkan wajahnya di leher Rigel.
"Maaf." hanya satu kata itu yang Aluna ucapkan.
__ADS_1
"Lain kali jangan seperti itu, oke." balas Rigel.
"Kalau ada yang mengganjal di hatimu, langsung utarakan pada ku. Jangan kamu pendam dan ujung-ujungnya membuat kamu curiga." kata Rigel lagi dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Aluna.
"Pokoknya kamu percaya sama aku, aku gak akan melakukan kesalahan ku yang dulu di pernikahan kita." lanjut Rigel.
Aluna menjauhkan kepalanya dari leher Rigel lalu mengambil rokok dari tangan Rigel dan mematikan sebatang rokok itu di asbak.
"Kalau begitu Mas Rigel endapkan saja lagi benihnya. Aku akan memberi bekal yang banyak untuk Mas Rigel malam ini. Bagaimana?" tanya Aluna dengan tatapan menggoda.
"Benarkah? Aku sih mau saja, asal kamu yang memimpin." jawab Rigel.
Aluna menangkup wajah Rigel lalu mendaratkan bibirnya di bibir Rigel. Dan malam itu mereka pun kembali bercinta di balkon.
Seperti pasangan suami-istri pada umumnya, sebesar apapun pertengkaran, maka semua akan selesai diatas ranjang.
🍁🍁🍁
Bersambung...
__ADS_1