
🍁 Happy Reading 🍁
Yah, itu adalah video Rigel yang sedang bercinta dengan Carina. Tidak ada suara di video itu, jadi Aluna tidak tahu kalau saat Rigel bercinta dengan Carina, Rigel selalu menyebutkan nama Aluna dan Aluna juga tidak bisa mendengar jerit kesakitan Carina.
Belum selesai Aluna menonton video itu, tiba-tiba saja ada panggilan masuk di ponselnya dari nomor yang mengirim video itu.
Cepat-cepat Aluna menjawab panggilan si penelpon.
"Bagaimana Nona, apa kamu sudah paham situasinya sekarang? Sekarang istri Rigel sudah bisa melayani sang suami di ranjang. Jadi dia tidak membutuhkan dirimu. Maka dari itu cepat lah ambil keputusan dan hubungi Pak Dion." Ucap laki-laki yang ada diseberang telepon begitu Aluna mengangkat teleponnya.
Laki-laki itu adalah orang suruhan Papa mertua Rigel.
Setelah mengatakan itu, tanpa mendengar jawaban dari Aluna, laki-laki itu pun langsung mengakhiri panggilan teleponnya.
"Gak!! Gak mungkin!!! Ini pasti editan!! Ini bukan Mas Rigel!!" Lirih Aluna menolak percaya.
"Aaargh..." Tiba-tiba saja Aluna merasa keram pada perutnya.
Aluna pun tertatih-tatih berjalan mencari tempat duduk. Namun tenaganya tidak sanggup menahan rasa sakit pada bagian perutnya.
Tak jauh di belakang Aluna, Jessy yang sedang berjalan memasuki gedung kampus, langsung berlari menghampiri Aluna yang dari belakang Jessy melihat Aluna seperti sedang kesakitan.
"Kamu gak pa-pa Lun?" Tanya Jessy seraya merangkul Aluna.
"Pe-rut a-ku sa-kit Jess..."
Mendengar itu Jessy menjadi panik. Apalagi Jessy tahu kalau sedang hamil. Jessy takut terjadi apa-apa dengan anak yang ada dalam kandungan Aluna.
"Ayo kita kerumah sakit sekarang." Ajak Jessy seraya memapah Aluna berjalan menuju parkiran.
Saat baru beberapa langkah, tiba-tiba mereka bertemu dengan Joey yang juga baru datang.
"Loh.. Aluna kenapa?" Tanya Joey karena melihat wajah Aluna yang pucat dan keringat sebesar biji jagung.
"Perut Aluna sakit, aku mau membawa Aluna ke rumah sakit." Jawab Jessy.
"Aku ikut. Biar aku yang bawa mobil kamu, kamu duduk aja di belakang temani Aluna." Balas Joey dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Jessy.
__ADS_1
Joey pun langsung menggendong Aluna ala bridal style dan membawa Aluna menuju mobil Jessy.
🍁🍁🍁
Rumah Sakit.
Sesampainya di rumah sakit yang jaraknya tidak begitu jauh dari kampus, Aluna langsung mendapat penanganan oleh tim medis.
"Kandungan teman saya gak pa-pa kan dok?" Tanya Jessy sementara dokter memeriksa Aluna.
"Teman Anda mengalami keram perut. Kami akan memberikan obat penghilang rasa sakit dan penguat kandungan." Jawab dokter.
"Jangan stress-stress yah Bu. Kasihan anak yang ada dalam kandungan Ibu." Dokter menasehati Aluna dan hanya di balas dengan anggukkan kepala oleh Aluna.
"Apa yang di depan itu suami Ibu ini?" Tanya dokter.
Dokter pikir Joey adalah suami Aluna dan berpikir kalau Aluna dan Joey menikah karena Aluna hamil duluan. Wajar saja kalau dokter berpikir seperti itu karena wajah mereka masih sangat muda.
"Bukan dok."
"Suami teman saya ini lagi kerja dok, sedangkan teman saya ini masih kuliah. Jadi teman saya ini kesakitan waktu di kampus." Jawab Jessy sedikit berbohong.
"Oh.." dokter hanya membulatkan mulutnya menanggapi jawaban yang Jessy berikan.
Setelah memeriksa Aluna dokter pun keluar dari bilik pemeriksaan dan menyerahkan tugas pemberian obat pada suster.
Obat penghilang rasa sakit dan penguat kandungan pun selesai di berikan suster.
"Jadi temen saya boleh pulang sus?" Tanya Jessy.
"Boleh, kalau infusnya sudah habis yah." Jawab suster.
"Baik sus." Balas Jessy.
Suster pun keluar dari bilik pemeriksaan meninggalkan Aluna dan Jessy.
"Gimana, udah merasa baikan?" Tanya Jessy dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Aluna.
__ADS_1
"Jangan mikirin apa-apa dulu. Istirahat yang cukup, oke. Aku keluar urus administrasi dulu." Ucap Jessy.
Sekali lagi Aluna hanya membalas dengan anggukkan kepala.
Jessy pun keluar dari dalam bilik pemeriksaan dan langsung menarik tangan Joey untuk menjauh dari depan bilik pemeriksaan.
"Kamu udah hubungi Pak Rigel belum?" Tanya Jessy dengan suara yang sangat pelan.
"Udah. Tapi ponselnya gak bisa di hubungi." Jawab Joey.
"Pak Rigel kemana sih!! Udah dua hari juga Pak Rigel gak ke kampus!!" Geram Jessy.
"Apa jangan-jangan Pak Rigel kabur Jess?"
"Kabur gimana maksud kamu? Kabur gak mau tanggung jawab gitu?"
Joey menganggukkan kepalanya.
Jessy diam sejenak memikirkan kata-kata Joey.
Mengingat status Rigel yang masih menjadi suami orang, Jessy sependapat dengan kecurigaan Joey. Tapi kalau mengingat pribadi Rigel yang dewasa dan bertanggung jawab, rasanya tidak mungkin seorang Rigel kabur dan lepas dari tanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan pada Aluna.
"Kayaknya gak mungkin deh. Mungkin sekarang Pak Rigel lagi di luar kota, makanya dia gak ke kampus dan gak bisa di hubungi. Kamu kan tahu, Pak Rigel sering ke luar kota." Balas Jessy.
"Udah akh jangan pikir yang aneh-aneh dulu. Kita fokus aja ke Aluna dan kandungannya dulu." Kata Jessy lagi.
Joey pun menganggukkan kepalanya setuju.
"Kamu temenin Aluna dulu. Aku mau urus administrasi." Ucap Jessy.
Jessy pun pergi menuju meja administrasi sedangkan Joey kembali ke bilik rawat Aluna.
🍁🍁🍁
Bersambung...
*** Hari ini Miss up satu dulu yah, Miss lagi kurang sehat 🙏🙏 ***
__ADS_1