Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 81


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Kediaman Rigel.


Pukul 16.30


"Aaargh....!!! Buka!!! Mama, buka pintunya!!! Buka!!!" Teriak Carina dari dalam kamar seraya menggedor-gedor pintu kamar-nya.


Sejak Rigel meninggalkan rumah dan tiga hari tidak pulang-pulang, Carina mengamuk. Bagaimana tidak mengamuk, kalau dia sudah tahu kalau suaminya selingkuh.


Dan karena Carina mengamuk, Mama-nya mengira kalau penyakit Carina kambuh, Mama mertua Rigel itu pun mecekokkan obat antidepresan yang di berikan dokter Tom, tapi baru setengah jam Carina kembali mengamuk.


"Gimana ini Pa?" Tanya Mama mertua Rigel sambil mondar mandir di dalam kamarnya saat melihat Carina dari pantauan monitor.


"Kamu udah kasih dia obatnya belum?" Tanya Papa mertua Rigel.


"Sudah, tapi sepertinya obat-nya itu udah gak mempan lagi sama Carina." Jawab Mama mertua Rigel.


"Anak itu kenapa sih bisa mengamuk seperti itu?! Boneka-nya ada disitu kan?"


"Sepertinya bukan karena boneka-nya Pa, sepertinya karena Rigel gak pulang-pulang."


Papa mertua Rigel mengeraskan rahangnya.


"Menantu breng*sek itu memang selalu menjadi biang permasalahan!!" Geram Papa mertua Rigel.


"Kamu telepon dokter Tom, biar saya suruh orang untuk mencari menantu breng*sek itu!" Kata Papa mertua Rigel pada sang istri.


Mama mertua Rigel pun berlari menuju nakas untuk mengambil ponselnya lalu menghubungi dokter Tom, sedangkan Papa mertua Rigel menghubungi orang suruhan-nya untuk menanyakan apakah sudah ada informasi tentang Rigel.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Setengah jam kemudian.


Dokter Tom pun sampai di kediaman Rigel.


"Dimana dia?" Tanya dokter Tom menanyakan keberadaan Carina saat baru turun dari mobilnya.


"Ada di kamarnya dok." Jawab Mama mertua Rigel yang menyambut kedatangan dokter Tom.


Mereka pun berjalan memasuki rumah.


"Selamat sore dokter." Sapa Papa mertua Rigel.


"Sore Pak." Balas dokter Tom ramah.


"Apa yang terjadi? Kenapa Nona Carina sampai mengamuk?"


"Suaminya sudah tiga hari tidak pulang. Mungkin itu alasan-nya mengamuk." Jawab Mama mertua Rigel.


"Sudah dok, tapi sepertinya obat itu sudah tidak mempan di tubuh Carina, karena setengah jam setelah itu, Carina kembali mengamuk."


"Bukan obatnya yang sudah tidak mempan, itu tandanya Carina tidak meminum obatnya." Gumam dokter Tom dalam hati. Karena dosis obat yang dia berikan sangat tinggi, jadi tidak mungkin obat itu hanya bereaksi setengah jam saja.


Satu butir saja di minum bisa membuat orang yang meminumnya berhalusinasi sampai tiga hari bahkan satu minggu.


"Sekarang bagaimana keadaannya? Apa sudah lebih tenang?" Tanya dokter Tom karena sejak tadi tidak mendengar suara histeris Carina.


"Ini dok. Dia masih belum tenang, tapi sudah tidak sehisteris tadi." Jawab Papa mertua Rigel seraya menunjukkan monitor yang memantau Carina.


"Aaaaakkkkh... Buka pintunya Mama!!!!" Saat sedang melihat layar monitor tiba-tiba terdengar suara teriakan dari dalam monitor, tapi dokter Tom tidak mendengar suara teriakan dari ruangan manapun.


"Dimana dia? Kenapa saya hanya mendengar suara teriakan dari dalam monitor?"

__ADS_1


"Dia ada di kamar yang itu dok. Di kamar itu memang sengaja di pasangkan peredam suara agar suara histeris Carina tidak sampai kedengaran keluar." Jawab Mama mertua Rigel seraya menunjukkan kamar Carina.


"Oh..." Dokter Tom hanya ber Oh ria.


"Bisa saya masuk ke kamar itu dan melihat sendiri keadaan Nona Carina?" Izin dokter Tom.


"Bisa dok, sangat bisa. Karena itu lah kami memanggil Anda dokter." Jawab Papa mertua Rigel.


"Biar bagaimana pun kan saya harus meminta izin dulu karena ini bukan rumah saya." Balas dokter Tom.


"Mari dok saya antar." Ajak Mama mertua Rigel.


Mereka bertiga pun berjalan menuju kamar Rigel dan Carina.


"Maaf Pak, nanti di dalam mungkin saya akan mematikan monitornya. Tidak pa-pa kan?"


"Loh kenapa?"


"Karena saya harus melakukan hypnoterapi pada Nona Carina dan cara saya menghypnoterapi tidak bisa di lihat oleh pihak lain.


"Tapi kalau nanti Carina di dalam mengamuk bagaimana?"


"Tenang saja Pak, saya sudah banyak mengatasi ODGJ yang lebih parah dari Nona Carina, histerisnya Nona Carina itu tidak seberapa dengan histerisnya ODGJ yang sering saya hadapi." Jawab dokter Tom.


"Ya sudah kalau begitu." Tanpa rasa curiga sama sekali Papa mertua Rigel mempercayakan nasib putrinya ke tangan dokter Tom.


Dokter Tom tersenyum licik saat Papa mertua Rigel itu dengan mudahnya percaya padanya.


"Carina ku Sayang, aku datang..." Sorak sorai dokter Tom dalam hati.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2