Scandal With My College Student

Scandal With My College Student
Bab 54


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Empat bulan kemudian.


Hari ini adalah hari pentas seni diadakan.


Namanya juga pentas seni, dimana semua hasil karya kesenian di pamerkan. Termasuk patung-patung hasil karya mahasiswa seni patung.


Acara pentas seni di adakan di area kampus Segala Seni. Seni musik, seni tari dan seni kebudayaan lainnya di tempatkan di ruang terbuka sedangkan hasil karya seni patung, seni lukis, seni tembikar dan kesenian tangan lainnya di ruang ruang tertutup.


🍁🍁🍁


Aluna berdiri di depan cermin seraya memperhatikan bentuk tubuhnya yang agak mengembang.


"Aku gemukan yah sekarang?! Semua baju-baju ku sudah mulai sempit." Lirih Aluna.


"Gak pa-pa, itu tanda-nya aku bahagia." Lirih Aluna.


KRIIIING..


Tiba-tiba ponsel Aluna berdering.


Aluna melongok ke meja rias untuk melihat nama yang tertera di layar ponselnya yang ia letakkan di meja rias.


Melihat nama Rigel, cepat-cepat Aluna mengambil ponselnya lalu menjawab panggilan dari Rigel.


"Ya Mas." Jawab Aluna.


"Kamu dimana? Acara sudah mau di mulai kok kamu belum datang?" Tanya Rigel.

__ADS_1


"Ini udah di jalan Mas." Jawab Aluna.


"Ya sudah. Langsung ke aula yah." Ucap Rigel.


"Iya Mas." Jawab Aluna lembut.


Walaupun mertua Rigel sudah tidak ada lagi sejak empat bulan yang lalu, tapi Rigel dan Aluna tetap berhati-hati dalam menjalani hubungan mereka.


Panggilan pun berakhir.


Setelah panggilan berakhir, Aluna pun memasukkan ponsel ke dalam tas-nya lalu keluar dari dalam unit apartemennya.


Ia berangkat ke kampus dengan menaiki ojek. Padahal jarak dari apartemennya ke kampus sangat lah dekat, tapi entah kenapa sudah dua bulan ini ia merasa perjalanan dari apartemen ke kampus yang biasanya ia tempuh dengan berjalan kaki sangat lah jauh dan melelahkan, maka dari itu ia selalu naik ojek ke kampus.


Kini Aluna sudah berada di kampus. Seperti perintah Rigel yang meminta Aluna untuk langsung ke aula setelah sampai di kampus, Aluna pun langsung berjalan menuju aula kampus.


"Luna!!" Panggil Jessy seraya melambaikan tangannya pada Aluna yang baru memasukk-i aula.


Setelah melihat semua mahasiswa seni patung sudah berkumpul di dalam aula. Rigel pun menyalakan mikrophone-nya.


"Cyek.. cyek.. satu.. satu." Rigel mengetes mikrophone yang akan ia pakai untuk berbicara.


"Selamat pagi semua." Sapa Rigel yang berdiri di tengah-tengah aula.


"Selamat pagi pagi Pak." Balas semua mahasiswa yang telah berkumpul.


"Jadi sesuai dengan janji saya saat pertama kali saya memberikan tugas membuat patung. Hari ini saya akan mengumumkan tiga patung terbaik. Dan tiga patung terbaik itu akan saya bawa berkeliling ke acara pameran-pameran baik di dalam negri maupun luar negri." Ucap Rigel.


Rigel pun menyebutkan nama-nama si pembuat patung. Dan tentu saja ada nama Aluna di urutan nomor dua.

__ADS_1


Rigel menobatkan patung Aluna menjadi patung terbaik nomor dua bukan karena Aluna adalah kekasihnya, melainkan karena memang hasil karya Aluna sangat lah indah ditambah lagi tingkat kesulitan yang tinggi namun Aluna bisa memahat dengan sangat rapih dan juga sebagai seorang seniman, Rigel juga tahu kalau patung yang Aluna buat memiliki arti yang mendalam.


"Selamat yah Lun." Ucap Jessy saat nama Aluna di sebut seraya memeluk sahabatnya.


"Makasih." Balas Aluna, ia tidak merasa excited dengan kemenangannya, karena merasa Rigel menjadikan hasil karya-nya terbaik nomor dua karena dirinya adalah kekasih gelap Rigel bukan karena hasil karya-nya memang sangat bagus.


"Woah.. berarti sebentar lagi akan banyak para seniman terkenal yang melirik mu." Ucap Jessy.


"Mudah-mudahan saja." Balas Aluna.


"Baiklah, karena acara sebentar lagi di mulai dan pengunjung juga sudah mulai berdatangan, maka dari itu semua mahasiswa harus standby di samping patung kalian masing-masing untuk menjelaskan sendiri pada pengunjung makna patung yang kalian buat." Ucap Rigel.


"Baik Pak." Balas semua mahasiswa.


Rigel pun mematikan mikrophone-nya. Lalu beranjak dari tengah-tengah aula. Sedangkan para mahasiswa pun berjalan menuju patung mereka masing-masing sesuai arahan Rigel.


"Lun... Selamat yah, udah jadi juara dua. Gak nyangka banget loh kamu jadi juara dua." Ucap salah seorang mahasiswa yang satu jurusan dengan Aluna.


"Makasih." Balas Aluna.


"Tapi memang patung kamu bagus banget sih. Tingkat kesulitannya tinggi, tapi kamu menyelesaikannya dengan rapih. Kamu keren Lun." Puji mahasiswa itu lagi.


"Kamu bisa aja muji-nya. Patung buatan kamu juga bagus kok." Balas Aluna.


"Tapi ngomong- ngomong, makna dari patung ini apa? Sepertinya aku melihat makna yang sangat dalam pada patung ini."


Aluna, Jessy dan mahasiswa itu pun berdiri menghadap patung hasil karya Aluna.


"Makna patung ini...."

__ADS_1


🍁🍁🍁


Bersambung...


__ADS_2