
🍁 Happy Reading 🍁
Papa Carina diam, tapi rahangnya sudah mengeras seperti sedang emosi dan tidak senang dengan nasehat Mama Aluna.
"Terimakasih atas nasehatnya, tapi kedatangan saya kesini bukan untuk mendengar nasehat Ibu. Kedatangan saya kesini selain untuk meminta maaf pada anak Ibu, saya juga mau meminta anak Ibu untuk mencabut laporan-nya. Karena sekarang anak saya sedang berada di rumah sakit jiwa dan baru bisa di keluarkan dari rumah sakit jiwa kalau anak Ibu tidak memperpanjang masalah ini." Ucap Papa Carina.
"Apa ada jaminan kalau anak Bapak tidak akan mengganggu anak saya lagi setelah anak Bapak keluar dari rumah sakit jiwa?" Kali ini Papa Aluna yang membuka suara.
"Saya jamin Pak, karena saya dan istri sudah sepakat akan membawa putri kami berobat ke psikiater yang ada di Singapura." Jawab Papa Carina.
Papa Aluna menoleh ke arah Mama Aluna, begitu pun dengan Mama Aluna yang menoleh ke arah Papa Aluna hingga mata mereka saling bertemu selama beberapa detik, setelah itu Mama Aluna melihat ke arah Aluna.
"Lun, bagaimana Sayang, apa kamu mau memaafkan?" Tanya Mama Aluna.
Aluna melihat Rigel.
"Ikuti kata hati kamu." Ucap Rigel pelan.
Aluna diam sejenak untuk berpikir. Setelah beberapa menit, Aluna pun memberikan jawabannya.
"Baik Om, saya memaafkan Mbak Carina dan tidak akan memperpanjang masalah ini." Jawab Aluna.
"Terimakasih Aluna, terimakasih." Balas Papa Carina.
Setelah mendapat jawaban dari Aluna, Papa Carina pun pamit pulang, begitu juga dengan Rigel, dia juga pamit untuk mengurus pencabutan laporan bersama Papa Carina ke kantor polisi.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Tiga bulan berlalu.
Setelah Aluna mencabut laporannya, Papa Carina juga mencabut laporannya ke Universitas Segala Seni perihal pengeluaran Aluna dari kampus tapi untuk Rigel, pihak kampus tetap mengeluarkan Rigel.
Seminggu yang lalu Aluna juga sudah di wisuda, sayangnya saat hari wisuda Aluna, Rigel tidak diijinkan Papa Aluna untuk menemui Aluna karena Rigel belum menyandang status duda.
Seperti yang sudah Papa Aluna katakan, Rigel di larang keras menemui Aluna jika belum menyandang status duda.
Agak lama memang proses perceraian Rigel dan Carina karena sidang beberapa kali di tunda dengan alasan ini dan itu dari pihak pengadilan.
Dan hari ini, setelah proses panjang itu, akhirnya satu lembar akte cerai yang sangat Rigel nanti-nantikan di keluarkan juga oleh pengadilan. Rigel kini resmi menjadi seorang duda.
Tak perlu ditanya lagi kemana tujuan pertama Rigel setelah resmi menyandang status duda. Ya kemana lagi kalau bukan kerumah Papa Aluna, dimana sekarang Aluna tinggal.
Bersyukur orang tua sambung Aluna baik, jadi tidak keberatan Aluna tinggal dirumah mereka.
Kini Rigel sudah sampai tepat di depan rumah Papa Aluna.
Ting.. Tong.. Ting.. Tong.
Rigel menekan bel yang ada di pintu pagar rumah.
Tak lama kemudian, asisten rumah tangga muncul dari dalam rumah.
__ADS_1
"Cari siapa Pak?" Tanya si asisten rumah tangga.
"Aluna-nya ada?" Tanya Rigel.
"Bapak siapa yah dan ada perlu apa mencari Non Aluna?"
"Bilang saja pada Aluna dan Papa-nya kalau Rigel datang." Jawab Rigel.
"Baik Pak, tunggu sebentar yah." Balas si asisten rumah tangga lalu kembali masuk ke dalam rumah tanpa membukakan pintu pagar-nya.
"Siapa Mbak?" Tanya Mama sambung Aluna saat asisten rumah tangga masuk kembali ke dalam rumah.
"Cari Non Aluna, katanya nama-nya Rigel, Bu." Jawab si asisten rumah tangga.
"Berani sekali dia kesini?! Memangnya dia sudah punya syarat yang saya minta!!" Tiba-tiba saja dari arah belakang terdengar celetukan Papa Aluna.
Sontak Mama sambung Aluna dan si asisten rumah tangga pun menoleh.
"Mungkin saja sudah Pa, makanya dia berani kesini." Jawab Mama sambung Aluna.
"Mbak buka-kan pintunya." Perintah Papa Aluna pada si asisten rumah tangga. Si asisten rumah tangga pun langsung berlari keluar rumah menuju pintu pagar.
"Dan kamu Ma, tahan Aluna di kamarnya, jangan sampai dia keluar sebelum ada perintah dari saya." Kini Papa Aluna memberi perintah pada istrinya.
Mama sambung Aluna pun berjalan menuju kamar Aluna yang ada di lantai atas, sedangkan Papa Aluna berjalan menuju ruang tamu.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Bersambung...