
🍁 Happy Reading 🍁
"Aku juga sangat sangat sangat mencintai mu Aluna." Balas Rigel dan langsung mendaratkan bibirnya di bibir Aluna. Mereka pun berciuman dengan sangat lembut.
Sambil bibir mereka yang saling memangut, Rigel menggiring Aluna menuju sofa dan perlahan mendudukkan Aluna disofa.
Setelah Aluna duduk, Rigel pun melepaskan tautan bibirnya dengan Aluna lalu melepaskan sepatu heels dari kaki Aluna.
"Huuh akhirnya bisa juga terlepas dari sepatu itu." Lirih Aluna begitu Rigel melepaskan sepatu heels-nya.
"Apa kaki mu pegal?" Tanya Rigel.
"Sangat pegal." Jawab Aluna.
Merasa harus bertanggung jawab karena dirinya lah yang memaksa Aluna untuk memakai sepatu itu, Rigel pun memijat-mijat kaki Aluna.
Aluna menyandarkan kepalanya di sandaran sofa sambil memejamkan matanya menikmati pijatan Rigel pada kaki-nya.
Namun beberapa menit kemudian Aluna langsung membuka matanya lagi karena tiba-tiba Rigel memasukkan jempol kaki Aluna ke mulut Rigel.
"Mas.. jorok Mas!!" Protes Aluna.
Rigel tak menghiraukan protesan Aluna dan malah memainkan jempol kaki kanan Aluna itu dengan lidahnya di dalam mulut sambil mata Rigel memberi tatapan penuh hasrat pada Aluna.
Melihat tatapan Rigel yang penuh hasrat, Aluna yang tadi protes malah menikmati apa yang sedang Rigel lakukan sekarang.
Aluna menggigit bibir bawahnya menahan rasa geli tapi nikmat yang di hasilkan permainan lidah Rigel pada jempol kaki-nya.
__ADS_1
Melihat wajah Aluna yang sudah sangat merah dan sorot mata Aluna yang kini juga sudah penuh hasrat, Rigel pun mengeluarkan jempol kaki Aluna dari dalam mulutnya lalu lanjut menciumi kaki Aluna. Mulai dari betis lalu naik ke paha sambil mengangkat rok dress Aluna.
Sesampainya di paha atas, Rigel pun menciumi lubang kenikmatan Aluna yang masih tertutupi segitiga berenda berwarna merah muda.
Refleks Aluna melebarkan kaki-nya agar Rigel lebih leluasa menciumi bagian itu.
Tak puas hanya menciumi-nya dari luar, Rigel pun menurunkan segitiga berenda itu dan membiarkannya tergeletak di lantai lalu kembali menciumi lubang kenikmatan yang sudah tidak berpenghalang lagi.
"Ouh... Mas.. ah.." des*ah Aluna saat lidah lincah Rigel dengan terampil bermain-main di bibir lubang.
Mendengar des*ahan Aluna, Rigel semakin gila memainkan lidahnya di area itu sambil tangannya mengelus-elus paha Aluna.
Lagi dan lagi suara nan erotis keluar dari mulut Aluna.
Rigel pun berhenti bermain di area sensitif itu lalu beralih mencium bibir Aluna dengan sangat rakus.
Puas berciuman rakus, bibir Rigel pun beralih ke leher dan pundak Aluna yang sejak tadi terekspos karena gaun yang Aluna pakai memang mengekspos bagian pundak Aluna.
Sentuhan tangan dan bibir Rigel di titik-titik sensitifnya berhasil membuat Aluna melayang. Begitu pun dengan Rigel, sentuhan kelima jari Aluna berhasil membuat Rigel mabuk kepayang.
Rigel sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya, ia ingin merasakan lebih lebih dan lebih dari sekedar permainan jari Aluna maupun permainan mulut Aluna. Sama seperti Rigel, Aluna juga sudah tidak bisa lagi mengontrol hasratnya, ia ingin merasakan lebih dari berciuman panas atau pun sedotan maut Rigel pada gunung susu-nya.
"Mas, jadikan aku milik mu seutuhnya." Racau Aluna. Dan racauan Aluna itu berhasil membuat Rigel berhenti mencumbu leher Aluna karena kaget.
"Kamu serius Luna?" Tanya Rigel mencoba meyakinkan Aluna.
"Iya Mas, aku serius. Jadikan aku milik mu seutuhnya Mas, aku sudah siap." Jawab Aluna.
__ADS_1
Rigel menelan salivanya susah payah, pasalnya ini adalah hal yang sangat-sangat Rigel rindukan sebagai laki-laki normal yang pernah meneguk nikmatnya bercinta.
Tak perlu berpikir panjang, Rigel pun menganggukkan kepalanya lalu menarik Aluna untuk membantunya berdiri.
Setelah Aluna berdiri, Rigel pun menurunkan resleting dress Aluna dan membiarkan dress itu teronggok di lantai lalu membuka mangkok kain penampung dua gunung susu Aluna dan membuang mangkok kain itu kesembarang arah.
Kini tubuh Aluna sudah dalam keadaan polos. Aluna sudah tidak merasa canggung lagi tampil polos di depan Rigel karena mereka juga sudah sering mandi bersama meski belum pernah melakukan hubungan suami-istri yang sesungguhnya.
Setelah Rigel berhasil melepaskan semua kain yang menempel ditubuh Aluna, sekarang giliran Aluna yang melepaskan semua kain yang menempel di tubuh Rigel dan membiarkan kemeja, jas, celana dan pakaian dalam Rigel itu teronggok di lantai.
"Kamu serius kan Lun dengan kata-kata mu tadi?" Tanya Rigel sekali lagi seraya mengelus pipi Aluna sebelum membawa Aluna ke ranjang.
Aluna menganggukkan kepalanya.
"Aku serius Mas, sangat sangat serius." Jawab Aluna mantap.
Mendengar jawaban Aluna yang sangat mantap, Rigel pun menggendong Aluna seperti anak koala dengan bibir yang saling memangut menuju ranjang.
Dan malam ini untuk pertama kalinya setelah setahun lebih Pejantan Tangguh tidak menunjukkan ketangguhannya diatas ranjang, akhirnya malam ini Sang Pejantan Tangguh kembali unjuk keperkasaannya pada Aluna.
🍁🍁🍁
Bersambung...
** Besok Miss libur dulu yah. 🙏🙏 **
Pemenang sementara minggu ini. Untuk peringkat 1-5 silahkan catat dan jumlahkan point yang udah kalian berikan untuk SWMCS setiap minggunya. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Kalau point kalian minggu ini tidak masuk lima besar, berarti tidak bisa di akumulasikan dengan point minggu lalu. Begitu juga untuk yang masuk lima besar minggu ini, kalau minggu lalu point kalian tidak masuk lima besar, tidak bisa di akumulasikan dengan minggu ini. Maaf kalau ribet 🙏🙏