
🍁 Happy Reading 🍁
"Lun..." Saat Aluna sedang sibuk dengan pemikirannya, tiba-tiba seseorang menepuk pundak Aluna dari belakang.
Sontak Aluna pun menoleh ke belakang.
"Hai Jess..." Sapa Aluna saat melihat Jessy.
"Ikut aku!!" Jessy langsung menarik tangan Aluna dan membawa Aluna ke ruangan yang kosong.
Kini Jessy dan Aluna sudah berada di ruang teater. Ruangan ini tidak di pakai pertunjukkan teater karena pertunjukkan teater langsung di tampilkan di tengah lapangan kampus.
"Ada apa Jess? Kok wajah kamu kayaknya serius banget." Tanya Aluna.
"Berikan tas mu!" Pinta Jessy.
"Untuk apa?"
"Sudah berikan saja!!"
"Gak!! Gak mau!!" Tolak Aluna. Karena di dalam tas-nya ada foto hasil usg kehamilannya kemaren.
"Bawa sini!!" Paksa Jessy seraya menarik paksa tas Aluna sedangkan Aluna bersikeras mempertahankan tas-nya.
Tarik menarik pun terjadi.
"Bawa sini Aluna!! Apa yang kamu sembunyikan dalam tas mu, hah! Sampai-sampai kamu tidak mau memberikan tas mu pada ku!!" Bentak Jessy.
"Gak mau!! Kamu kenapa sih Jess? Kok jadi maksa gini!!" Balas Aluna.
__ADS_1
Jessy yang sudah sangat kesal pun langsung menarik tas Aluna dengan paksa.
Akhirnya Jessy pun berhasil mendapatkan tas Aluna.
"Kembalikan tas aku Jess!!" Bentak Aluna.
Tapi Jessy tidak memperdulikan bentakan Aluna dan malah membuka dan mengeluarkan semua isi tas Aluna ke lantai.
Semua barang yang ada dalam tas Aluna pun berjatuhan di lantai, termasuk dengan amplop putih yang berisi dua lembar foto usg kehamilan Aluna.
Melihat amplop putih itu ikut keluar dari dalam tas-nya, cepat-cepat Aluna membungkuk untuk mengambil amplop putih itu, namun gerakannya kalah cepat dari Jessy karena Jessy sudah lebih dulu mengambil amplop itu.
"Berikan itu pada ku Jessy!! Aku mohon berikan itu padaku." Teriak Aluna seraya berusaha merebut amplop itu dari tangan Jessy.
Jessy tidak memperdulikan Aluna dan malah membuka amplop putih itu dan mengeluarkan isinya.
"Lun... Kamu..." Lirih Jessy shock. Hilang sudah harapan Jessy ingin mengingatkan Aluna tentang hubungan terlarangnya dengan Rigel.
"Sini.." Aluna langsung mengambil kembali foto usg itu dari tangan Jessy.
"Jelasin Lun, jelasin apa benar foto usg itu punya kamu?!" Ucap Jessy dengan nada yang meninggi.
"Gak ada yang perlu di jelasin." Jawab Aluna seraya berjongkok dan memasukkan kembali satu persatu barang-barangnya yang berjatuhan di lantai.
"Apa kamu bilang? Gak ada yang perlu di jelasin? Jadi kamu membenarkan kalau kamu sedang hamil?!"
Aluna diam dan terus memasukkan barang-barangnya ke dalam tas.
"Jawab aku Aluna!!" Teriak Jessy kesal karena Aluna tidak menggubrisnya, seraya menarik tangan Aluna untuk berdiri.
__ADS_1
"Kamu hamil anak Pak Rigel kan?" Todong Jessy.
"Ka-kamu tahu Jess?" Lirih Aluna kaget.
"Aluna kamu sadar gak sih kalau Pak Rigel sudah punya istri!!! Walau istri Pak Rigel sedang sakit mental, tapi status Pak Rigel masih menjadi suami orang!!! Dan posisi kamu sekarang ini adalah pelakor!! Kamu tahu itu!!" Bentak Jessy.
"Iya aku tahu, aku sadar kalau posisi aku sekarang ini memang pelakor!! Tapi aku gak akan mungkin ngerebut Mas Rigel dari Mbak Carina kalau hubungan Mas Rigel dan Mbak Carina baik-baik saja!!" Balas Aluna.
"Mas Rigel nyaman sama aku dan aku juga nyaman sama Mas Rigel. Dari rasa nyaman, tumbuhlah rasa cinta dalam hati kami dan sekarang rasa cinta kami sedang bertumbuh di dalam rahim ku." Kata Aluna lagi. Ia sama sekali tidak merasa bersalah dengan perbuatannya.
"Tapi kamu sadar gak sih Aluna, kalau apa yang kamu lakukan dengan Pak Rigel itu salah besar!"
"Iya aku sadar!! Dan kami akan memperbaiki kesalahan itu!! Mas Rigel akan menceraikan istrinya dan menikahi aku!!"
"Kamu tega melihat Pak Rigel menceraikan istrinya yang sedang sakit?"
"Terus maksud kamu, aku dan anak-anak aku yang harus Mas Rigel telantarkan, sedangkan istrinya tidak bisa lagi mengerjakan tugasnya sebagai seorang istri?!" Balas Aluna.
"Tapi Lun..."
"Sudah lah Jess, kamu tidak perlu repot-repot menggurui ku, lebih baik kamu urus diri mu sendiri!! Kalau kamu mau membicarakan soal dosa atau apapun itu, maaf Jess kita semua sama-sama pendosa, hanya cara kita berbuat dosa saja yang berbeda." Potong Aluna yang tahu pasti Jessy akan menceramahi dirinya.
Setelah mengatakan itu Aluna pun mengambil tas-nya di lantai lalu pergi dari hadapan Jessy.
Sedangkan Jessy hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ke keras kepala-an Aluna.
🍁🍁🍁
Bersambung...
__ADS_1