
🍁 Happy Reading 🍁
Setelah Rigel pergi, Aluna pun menurunkan kakinya ke lantai hendak ke kamar mandi. Namun baru saja dirinya ingin berdiri, ia merasakan nyeri pada area sensitif-nya.
"Sssh... Auw.." ringis Aluna.
Meski sakit tapi Aluna tetap memaksa untuk berdiri dan harus segera ke kamar mandi karena rasa ingin buang air kecil yang sudah tidak tertahankan lagi.
Tiba dirinya sudah berdiri tegak dan hendak melangkah, tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yang hangat mengaliri dari bagian intinya. Karena penasaran Aluna pun meraba bagian intinya lalu merasakan cairan kental yang keluar sedikit-sedikit dari dalam lubang kenikmatannya.
Aluna tidak bodoh, ia sangat tahu cairan apa yang keluar dari lubang kenikmatannya.
"Astaga Mas Rigel, banyak sekali cairan yang dia keluarkan." Lirih Aluna.
Aluna pun mulai berjalan dengan tertatih-tatih menuju kamar mandi. Niatnya yang hanya ingin buang air kecil kini harus sekalian mandi karena merasa tubuhnya sangat lengket dan di tambah cairan kental yang keluar dari dalam lubang kenikmatannya yang membuatnya risih.
🍁🍁🍁
Kediaman Rigel.
Setelah memarkirkan mobilnya di garasi, Rigel pun turun dari dalam mobil dan berjalan dengan langkah panjang memasuki rumahnya.
"Darimana kamu?! Kamu bilang katanya semalam mau pulang, tapi kenapa kamu semalam tidak pulang, hah!!" Bentak Mama mertua Rigel saat Rigel sudah sampai di ruang keluarga.
__ADS_1
Dimana Carina dan kedua orangtuanya sudah menunggu dirinya.
Sedangkan Papa mertua Rigel hanya menatap tajam Rigel tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun, ia masih mencoba untuk menutupi kebusukan menantunya itu dari istrinya karena tahu bagaimana tempramen-nya sang istri dan juga menyembunyikannya dari anaknya karena tidak ingin membuat kejiwaan anaknya semakin terguncang jika tahu kalau suaminya mulai bermain api di luar sana.
"Maaf Ma." Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Rigel karena tidak ingin berdebat dengan Mama mertuanya seraya berjalan mendekati Carina.
"Ayo Sayang kita jalan-jalan." Ajak Rigel seraya menarik tangan Carina.
"Tunggu." Carina menahan tangan Rigel lalu melepaskan tangan suaminya itu dari tangannya.
"Apalagi? Ayo kita harus berangkat sekarang." Ucap Rigel.
"Aku mau pamit sama si kembar dulu." Balas Aluna seraya menghampiri boneka-bonekanya yang ia letakkan di bouncer baby.
"Rena, Reni, Mama sama Papa pergi dulu yah. Kalian disini dulu yah sama Oma dan Opa. Mama sama Papa gak lama kok. Jangan rewel yah anak-anak pintar." Ucap Carina memberi pesan pada dua bonekanya.
Setelah berpamitan pada dua bonekanya, Carina pun kembali menghampiri Rigel.
"Ayo Sayang." Ucap Carina seraya menggandeng tangan Rigel.
"Ma, Pa, kami pergi dulu." Pamit Rigel pada kedua mertuanya.
"Mmm." Balas Mama dan Papa mertua Rigel ketus. Mereka masih kesal karena Rigel yang tidak pulang semalam.
__ADS_1
"Ma, Pa titip Rena-Reni yah. Kalau ada apa-apa langsung telepon kami." Kini Carina lah yang berpamitan pada kedua orangtuanya.
"Iya Sayang. Soal Rena-Reni, kamu tenang aja, Mama dan Papa pasti jaga mereka dengan baik. Kamu fokus saja dengan jalan-jalan mu hari ini." Balas Mama mertua Rigel.
Setiap membawa Carina terapi, baik Rigel ataupun Mbak Asri tidak pernah mengatakan pada Carina kalau mereka ingin membawa Carina berobat. Rigel selalu mengatakan pada Carina ingin membawa Carina jalan-jalan berdua untuk meningkatkan kualitas hubungan mereka.
Rigel dan Carina pun keluar dari ruang keluarga dan berjalan menuju garasi dimana Rigel memarkirkan mobilnya.
"Pa, kamu merasa gak kalau sikap Rigel pada Carina mulai aneh? Rigel terlihat lebih cuek." Ucap Mama mertua Rigel pada sang suami.
"Itu hanya perasaan mu saja." Jawab Papa mertua Rigel mencoba untuk tidak terprovokasi dan berujung pada pembongkaran kebusukan Rigel.
Bukan untuk membela Rigel melainkan Papa Rigel ingin menunggu momen dimana ia memergoki Rigel dengan selingkuhannya dan langsung memberi pelajaran dengan tangannya sendiri.
Sebenarnya semalam Papa Rigel berniat untuk membuntuti Rigel, namun karena Carina yang tidak mengizinkan Papa-nya keluar dari kamar dan ingin terus Papa-nya bermain dengan boneka Renata dan Renita, mau tak mau Papa mertua Rigel harus menunda aksinya memergoki Rigel dengan selingkuhannya dan menunggu momen itu datang lagi.
"Awas saja kalau sampai Rigel berani macam-macam di luar sana, akan ku habisi menantu kurang ajar itu dengan tangan ku sendiri." Geram Mama mertua Rigel.
"Sebelum kamu yang menghabisi, Rigel sudah lebih dulu habis di tangan ku!!" Balas Papa mertua Rigel dalam hati.
🍁🍁🍁
Bersambung...
__ADS_1