
🍁 Happy Reading 🍁
Rigel berjalan dengan langkah panjang menuju jendela untuk memantau kepergian Jessy.
Setelah memastikan Jessy pergi dengan menggunakan mobil pribadi Jessy, cepat-cepat Rigel menghampiri Aluna lalu menarik tangan Aluna untuk naik ke lantai tiga.
"Iikh.. Mas, pelan-pelan! Jangan narik-narik dong!" Protes Aluna.
"Waktu kita gak banyak Lun, ayo cepat!" Jawab Rigel yang sudah tidak sabaran.
BRAAAK.
Sangking tidak sabarannya, Rigel sampai membuka pintu kamar-nya dan menutupnya dengan kasar.
Sesampainya di dalam kamar, Rigel pun langsung menghimpit tubuh Aluna ke tembok, lalu mencium bibir Aluna dengan sangat rakus.
"Udah bersih kan?" Tanya Rigel. Maksud Rigel menanyakan itu karena Aluna baru selesai datang bulan. Dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Aluna.
Rigel kembali mencium bibir Aluna dengan sangat rakus, dengan bibir yang masih bertautan dan lidah yang saling membelit, Rigel menggendong Aluna seperti anak koala dan berjalan menuju ranjang.
Sesampainya di ranjang, Rigel pun membaringkan Aluna dengan sangat lembut lalu melepaskan tautan bibir mereka sejenak.
Rigel yang sudah tidak sabaran karena hasrat yang sudah membuncah, maklum saja sudah seminggu ia puasa karena Aluna yang datang bulan, cepat-cepat membuka pakaian yang menutupi bagian bawah-nya. Sembari Rigel membuka penutup bagian bawah-nya, Aluna juga membuka penutup bagian bawahnya.
Kini bagian bawah mereka sudah sama-sama polos.
Setelah melakukan pemanasan sebentar, barulah Rigel memasukkan pejantan tangguhnya ke lubang lembab milik Aluna.
Dengan gerakan cepat dan kasar Rigel menggerakkan pinggulnya untuk mengenyangkan pejantan tangguhnya yang sudah seminggu tidak di beri makan.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian pejantan tangguh yang kekenyangan pun gumoh. Dan gumohan-nya di tumpahkan ke dalam lubang lembab Aluna.
Setelah pejantan tangguh selesai gumoh, Rigel pun mendaratkan ciuman-nya bertubi-tubi ke kening, pipi dan bibir Aluna.
"Pil kb-nya masih ada kan?" Tanya Rigel dengan nafas yang terengah-engah dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Aluna.
"Jangan lupa di minum nanti malam yah." Ucap Rigel dan masih di balas dengan anggukkan kepala oleh Aluna.
Melihat anggukkan kepala Aluna sekali lagi Rigel mencium bibir Aluna dan melu*matnya lembut setelah itu barulah Rigel mengeluarkan pejantan tangguh-nya yang sudah tidur karena kekenyangan dari dalam lubang lembab Aluna lalu beranjak dari atas tubuh Aluna.
Setelah Rigel beranjak dari atas tubuhnya, Aluna pun beranjak dari ranjang dan memungut celananya lalu membawa celana-nya ke kamar mandi, ia ingin membersihkan lubang lembab-nya yang sudah di banjiri gumohan pejantan tangguh.
Kini Aluna dan Rigel sudah kembali ke lantai dua, Aluna pun kembali memahat.
"Aku balik ke bawah yah." Izin Rigel.
"Iya Mas." Jawab Aluna.
"I love you too Mas." Balas Aluna sambil tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Lima belas menit setelah Rigel turun ke lantai satu, Jessy pun datang dengan membawa makanan dan minuman untuk dirinya dan Aluna sedangkan untuk Rigel sudah Jessy berikan pada Rigel saat di lantai bawah tadi.
🍁🍁🍁
Kediaman Rigel.
Setelah selesai mengajar les, Rigel pun pulang kerumahnya.
PLUG..
__ADS_1
Tiba-tiba Carina menyambutnya dengan pelukan begitu Rigel memasuki rumah.
Jelas saja Rigel kaget.
"Astaga Carina!! Kamu bikin kaget aja!!" Ucap Rigel dengan suara yang meninggi.
Wajah Carina langsung berubah kecut saat mendapat teguran dengan nada keras dari Rigel.
"Apa-apaan sih kamu tuh Rigel, istri ngasih kejutan malah di bentak!" Bentak Mama mertua Rigel saat mendengar Carina di bentak Rigel.
"Maaf Ma, Rigel kaget." Balas Rigel pada Mama mertuanya.
"Maaf yah sayang, aku kaget tadi." Kini Rigel meminta maaf pada Carina. Carina menganggukkan kepalanya lemah.
Cup. Rigel pun memberikan kecupan singkat di kening Carina lalu menggiring Carina menuju kamar mereka.
"Awas kamu yah kalau Mama tahu kamu bentak-bentak anak Mama seperti tadi!" Ancam Mama mertua Rigel saat Rigel melintas di depan Mama mertuanya.
"Iya Ma." Balas Rigel seraya melanjutkan langkahnya ke dalam kamar.
Sesampainya di kamar Rigel langsung mendudukkan dirinya di sofa dan hendak membuka sepatunya. Namun saat ia baru membungkuk, tiba-tiba Carina lebih dulu memegang sepatunya dan membuka tali sepatu-nya.
Mata Rigel membulat lebar melihat aksi Carina itu. Setelah setahun lebih Carina tidak melakukan itu, kini istrinya itu kembali melakukan itu.
Deg...
"Apa Carina sudah sembuh?" Gumam Rigel ketakutan.
Jika dulu ia sangat menginginkan kabar kesembuhan Carina kalau sekarang ia sangat takut mengetahui istrinya itu sembuh.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Bersambung...