
🍁 Happy Reading 🍁
Melihat pelayan datang dengan mendorong troli makanan, sontak Aluna pun melepaskan pelukannya dari Rigel.
"Kok makanan-nya udah dateng aja? Kita kan belum milih makanan, Mas?!" Tanya Aluna keheranan.
"Aku kan ngambil paket Sayang, jadi kamu tinggal terima bersih." Jawab Rigel.
"Jadi sekarang tugas kamu tinggal nikmatin aja makan malam romantis kita malam ini. Oke." Ucap Rigel seraya menggiring Aluna ke meja makan.
Rigel pun menarik kursi untuk Aluna duduki. Setelah Aluna duduk, Rigel pun meletakkan satu serbet makan di pangkuan Aluna dan satu lagi di kerah dress Aluna.
Setelah memakaikan Aluna serbet, barulah Rigel duduk di kursinya yang berhadapan dengan Aluna dan memakai serbet seperti yang Rigel pakaikan pada Aluna.
Setelah Rigel dan Aluna duduk, barulah pelayan itu menyajikan satu jenis makanan pembuka, dua jenis makanan utama dan satu jenis makanan penutup di meja.
Setelah semua makanan telah di sajikan ke meja makan, pelayan itu pun keluar dari dalam private room.
Melihat makanan-makanan yang telah tersaji di meja makan, Aluna yang sudah lapar langsung menyantap menu pembuka.
Saat Aluna dan Rigel sedang asyik menyantap menu pembuka tiba-tiba saja pintu ruangan kembali terbuka.
__ADS_1
Sontak mata Aluna beralih ke pintu, sedangkan Rigel yang sudah tahu siapa yang akan masuk selanjutnya ke dalam ruangan itu tetap menyantap makanannya tanpa mengalihkan pandangannya ke pintu.
Ternyata pemain biola yang masuk ke dalam ruangan.
"Selamat malam Tuan, Nona." Sapa si pemain biola.
"Untuk menambah suasana romantis dinner Tuan dan Nona, izinkan saya membubuhi-nya dengan alunan musik romantis dari biola saya." Ucap si pemain biola dan di balas dengan anggukan kepala oleh Rigel.
Pemain biola pun mulai memainkan biola-nya, menggesek senar biola dengan alat penggesek biola yang biasa disebut dengan Bow.
Dengan lembut dan penuh perasaan pemain biola itu menggesekkan senar biolanya hingga menjadi alunan musik yang indah dan sangat romantis, sampai-sampai membuat mata Aluna tak henti-hentinya menatap si pemain biola sambil senyum-senyum.
"Ekhem.." Rigel berdehem dan deheman Rigel berhasil mengalihkan pandangan Aluna dari si pemain biola ke Rigel.
"Hish, siapa yang sedang melihat pemain biolanya, orang aku lagi ngeliatin cara dia bermain biola." Jawab Aluna seraya melanjutkan menyantap menu pembukanya yang sempat ia jeda.
"Tetap saja aku tidak suka! Aku cemburu! Awas saja kalau kamu berani menatap pemain biola itu lagi dengan tatapan seperti tadi, aku suruh dia keluar dari ruangan ini!" Ancam Rigel.
Mendengar ancaman Rigel, bukannya takut Aluna malah tersenyum.
"Iya Mas Rigel ku Sayang." Balas Aluna sambil mengelus punggung tangan Rigel.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Satu jam kemudian.
Semua makanan yang tersaji di meja makan pun tandas, pemain biola pun juga sudah keluar dari dalam private room, sisa pembayaran juga sudah Rigel lunasi. Rigel dan Aluna pun keluar dari dalam ruangan itu.
"Terimakasih yah Mas atas makan malam romantisnya." Ucap Aluna sambil mereka berjalan menuju parkiran.
"Sama-sama Sayang." Balas Rigel seraya mengelus puncak kepala Aluna.
"Tapi masih ada hal yang romantis lagi yang aku ingin tunjukan pada mu." Kata Rigel lagi.
"Benarkah? Apalagi itu?" Tanya Aluna bersemangat.
"Nanti kamu juga akan tahu." Jawab Rigel.
Mereka pun masuk ke dalam mobil.
Setelah sabuk pengaman sudah terpasang, Rigel pun menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya keluar dari area restoran menuju tempat terakhir puncak dating-nya dengan Aluna malam itu.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Bersambung...