
🍁 Happy Reading 🍁
Rumah sakit.
SREEEEK..
Bunyi tirai yang terbuka.
Setelah kurang lebih lima belas menit menunggu dengan gelisah di depan bangsal tempat Aluna mendapat penanganan dokter, akhirnya tirai yang menutupi bangsal terbuka.
Cepat-cepat Rigel berjalan mendekati bangsal itu.
"Bagaimana dengan istri saya dok? Kandungannya tidak pa-pa kan?" Tanya Rigel dengan mengakui Aluna sebagai istrinya, karena tidak mungkin juga Rigel mengatakan Aluna adalah selingkuhannya.
Dokter menghela nafasnya kasar.
"Untung saja tidak pa-pa. Tolong lah Pak, jangan membuat istri Anda syok, kan sudah saya ingatkan kalau kandungan istri Anda lemah. Baru saja keluar dari sini, sekarang harus kembali lagi kesini." Jawab dokter kandungan yang memeriksa kondisi Aluna. Sangat jelas sekali kalau dokter itu sangat kesal dengan Rigel karena tidak bisa menjaga istrinya hingga membuat istrinya harus kembali lagi ke rumah sakit padahal baru beberapa jam keluar dari rumah sakit itu.
"Maaf dok, tadi dirumah ada sedikit kejadian yang tidak mengenakan. Karena itu istri saya menjadi syok." Jawab Rigel membela diri.
"Saya harap jangan sampai terjadi lagi hal seperti ini. Nasib baik kandungannya tidak pa-pa, kalau sampai istri Anda kejang perut lagi, saya tidak jamin kalau kandungan istri Anda baik-baik saja." Balas dokter.
"Saya bukan ingin menakuti-nakuti Pak, tapi sudah banyak yang kejadian seperti ini. Suami menyepelekan peringatan dokter dan berujung pada istri yang keguguran. Apa Bapak mau sampai itu terjadi pada istri Bapak?" Kata dokter lagi dan di balas dengan gelengan kepala Rigel.
"Untuk luka-nya juga sudah di bersihkan dan di berikan salep, kita lihat beberapa hari ke depan, kalau terjadi infeksi baru akan di lakukan operasi untuk mengganti jaringan kulit yang mati, dan untuk memastikan kondisi istri Bapak benar-benar pulih, jadi istri Bapak harus dirawat selama beberapa hari disini." Lanjut dokter.
"Iya dok saya mengerti. Lakukan saja yang terbaik untuk istri saya." Jawab Rigel.
Dokter pun pergi meninggalkan Rigel dan Rigel pun berjalan menghampiri Aluna yang terbaring lemah di ranjang.
"Mas..." Lirih Aluna.
"It's oke Sayang, semua baik-baik saja." Jawab Rigel seraya menggenggam tangan Aluna yang tidak terpasang jarum infus.
__ADS_1
"Bagiamana dengan ancaman Papa mertua Mas tadi?" Tanya Aluna.
"Jangan dipikirkan soal itu. Biar aku yang urus semua itu nanti. Kamu fokus saja dengan kesehatan mu dan bayi kita. Oke." Jawab Rigel dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Aluna.
🍁🍁🍁
Setelah dokter Tom berhasil di ringkus, Carina pun di bawa pulang oleh orangtuanya ke kediaman Rigel karena terus menangis minta orangtuanya mengantarnya mengejar Rigel.
Polisi yang sebenarnya ingin meminta ikut ke kantor polisi untuk di mintai keterangan Carina sebagai korban, mengurungkan niatnya karena tidak sampai hati melihat keadaan Carina yang frustasi dan memilih untuk menunggu mental Carina tenang dulu baru mereka akan meminta keterangan dari Carina.
Kediaman Rigel.
Dengan diantar polisi, kini Carina dan Mama-nya sudah sampai di rumah Rigel sedangkan Papa Carina masih ada di belakang karena menggunakan motor.
Sangking lelahnya menangis, Carina sampai tertidur di mobil polisi.
Salah satu polisi pun membantu menggendong Carina sampai di kamar.
"Terimakasih Pak." Ucap Mama Carina setelah polisi itu membaringkan Carina.
"Pastinya Pak." Jawab Mama Carina.
"Kalau begitu kami pamit dulu." Polisi itu membalikkan tubuhnya dan hendak keluar dari kamar, tapi baru beberapa langkah polisi itu membalikkan tubuhnya lagi.
"Maaf Bu. Apa Ibu tidak ingin membawa Nona Carina ke psikiater lain? Saya bisa merekomendasikan psikiater yang bagus untuk Nona Carina." Kata polisi itu.
Mama Carina diam sambil melihat Carina yang tertidur pulas dengan tatapan sendu.
"Apa putri saya masih ada harapan untuk sembuh dari depresinya kalau sudah begini?" Lirih Mama Carina.
"Usaha dan berdoa, barulah kita akan tahu hasilnya." Balas polisi itu.
"Lalu bagaimana kalau psikiater itu sama bejad-nya dengan dokter breng*sek itu?!" Takut Mama Carina.
__ADS_1
"Saya jamin tidak Bu. Karena psikiater yang saya rekomendasikan ini adalah psikiater wanita. Dan psikiater ini adalah Kakak kandung saya." Jawab si polisi.
Mama Carina kembali diam dan berpikir.
"Nanti lah saya bicarakan dulu dengan suami saya." Jawab Mama Carina yang tidak langsung meng-iyakan tawaran si polisi. Nampaknya Mama Carina masih trauma dengan kebenaran yang baru ia ketahui hari ini.
"Baik Bu. Datang saja ke kantor kalau Ibu mau membawa Nona Carina berobat di tempat Kakak saya." Balas polisi itu.
Mama Carina pun menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu saya permisi dulu." Pamit polisi itu lagi.
"Tunggu.." cegah Mama Carina saat polisi itu hendak memutar tubuhnya.
"Iya Bu."
"Nama kamu siapa?"
"Nama saya Robby, Bu." Jawab polisi itu dan dibalas dengan senyuman lemah oleh Mama Carina.
Robby pun membalas singkat senyuman Mama Carina lalu kembali memutar tubuhnya dan keluar dari kamar Carina.
🍁🍁🍁
Bersambung...
...🍁 PROMO 🍁...
...Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico...
...karya : Na_Les...
......Yuk diramaikan 🙏🙏......
__ADS_1