
🍁 Happy Reading 🍁
Untuk beberapa detik, Rigel membayangkan Aluna lah yang melakukan itu padanya, tapi setelah itu Rigel pun tersadar kalau yang sedang memainkan Pejantan tangguhnya bukan lah Aluna melainkan Carina.
Pejantan tangguh seketika menyusut dan Rigel cepat-cepat menarik kepala Carina lalu mengeluarkan Pejantan tangguh dari dalam mulut Carina.
"Maaf Car, aku tidak bisa." Ucap Rigel lalu membuka pintu lemari dan cepat-cepat mengambil pakaiannya secara acak.
Carina yang tetap ingin membuat anak dengan Rigel malam itu masih berusaha membuat hasrat kelaki-lakian Rigel bergelora.
Namun Rigel sama sekali tidak bergeming dengan pendiriannya.
"Carina, aku lelah. Bagaimana kalau kita coba besok. Oke." Tolak Rigel halus.
"Tapi...."
"Masih ada hari esok Sayang. Kalau kita melakukannya dalam keadaan tubuh ku lelah, tetap tidak akan bisa jadi anak. Jadi aku mohon, bersabarlah sampai aku tidak lelah lagi, oke." Bujuk Rigel.
Meski kecewa Carina menganggukkan kepalanya.
Melihat Carina menganggukkan kepalanya, Rigel pun mengelus puncak kepala Carina lalu keluar dari dalam ruang ganti dengan membawa pakaian gantinya.
Rigel pun masuk ke dalam kamar mandi, selain untuk memakai pakaiannya disana, Rigel ingin membersihkan tubuhnya kembali karena sudah disentuh oleh Carina.
🍁🍁🍁
Keesokan Harinya.
Pukul 07.00.
"Cepet banget perginya?" Sindir Mama mertua Rigel karena masih pukul tujuh pagi Rigel sudah bersiap pergi kerja.
"Iya Ma, ini kan hari terakhir pameran." Jawab Rigel.
__ADS_1
"Oh... Gak sarapan dulu?" Tanya Mama mertua Rigel lagi.
"Nanti aja Ma di kampus. Panitia kan dapet jatah sarapan juga. Jadi mubazir kalau jatah sarapan buat Rigel gak di makan." Jawab Rigel berbohong. Padahal ia cepat-cepat pergi ke kampus karena tidak mau berlama-lama bersama Carina, karena takut Carina mengajak dirinya membuat adik untuk adik Renata dan Renita.
"Oh.." Mama mertua Rigel hanya membalas dengan membulatkan mulutnya.
"Rigel pergi yah Ma-Pa." Pamit Rigel pada kedua mertuanya seraya mencium punggung tangan kedua mertuanya.
Kedua mertua Rigel hanya menganggukkan kepala mereka melepas kepergian menantu mereka.
Rigel pun pergi dari hadapan Papa-Mama mertuanya dan berjalan menuju garasi.
Mendengar suara mobil Rigel yang sudah keluar dari garasi, cepat-cepat Mama mertua Rigel masuk ke dalam kamar Rigel dan Carina.
Ceklek. Mama mertua Rigel membuka pintu kamar dengan sangat pelan lalu berjalan dengan langkah yang sangat perlahan memasuki ruang tidur anak dan menantunya itu.
"Loh.. loh.. loh.. kamu kenapa Sayang?" Tanya Mama Carina saat melihat Carina menangis di pinggiran ranjang. Mama Carina pun berjalan dengan langkah panjang menghampiri anaknya.
Sesampainya di samping Carina, Mama mertua Rigel itu langsung memeluk Carina.
"Kenapa Sayang? Rigel kasarin kamu?" Tanya Mama mertua Rigel sambil mengelus rambut Carina.
Carina menggelengkan kepalanya dalam pelukan sang Mama.
"Terus kenapa?"
"Aku belum kasih adik untuk Rena dan Reni, Ma. Huaaaa..." Jawab Carina.
"Kenapa? Kamu ketiduran tadi malam?"
Carina menggeleng.
"Rigel kecapean katanya, jadi gak mau bikin adik buat Renata dan Renita."
__ADS_1
"Oh..." Mama mertua Rigel hanya bisa membulatkan mulutnya.
Padahal dalam hatinya ia sudah mengumpat menantunya itu, "ya jelaslah kecapean, orang di luar sana dia udah seneng-seneng sama mahasiswanya."
"Gak pa-pa Sayang, nanti malam kamu usaha lagi yah. Nanti Mama bantu cariin vitamin untuk Rigel biar gak kecapean." Ucap Mama mertua Rigel.
Tangis Carina berhenti seketika lalu melepaskan dirinya dari pelukan sang Mama.
"Beneran Ma?" Tanya Carina dengan raut wajah yang berbinar.
"Iya Sayang." Jawab Mama mertua Rigel seraya menyeka air mata yang ada di wajah Carina.
Carina langsung berdiri dan berjalan dengan riang menuju box bayi.
"Yeay... Rena- Reni punya adik, Rena-Reni punya adik." Riang Carina.
🍁🍁🍁
Aula Kampus.
Meninggalkan Carina yang sedang senang karena janji sang Mama, di kampus ada Rigel yang terlihat bermuram durja.
Kepalanya rasanya mau pecah memikirkan Carina yang tiba-tiba memikirkan hal yang dari dulu sangat ia inginkan. Tapi untuk sekarang, ia sudah tidak menginginkan itu lagi dari Carina.
"Pagi Pak.." sapa para mahasiswa yang Rigel lewati. Namun Rigel tidak membalas sapaan mereka, bahkan sekedar tersenyum pun tidak.
"Pagi Pak.." seperti mahasiswa yang lainnya, Aluna juga ikut menyapa Rigel saat Rigel melintas di depannya. Namun Rigel juga tidak merespon dan terus berjalan menuju meja yang di persiapkan untuknya.
"Mas Rigel kenapa? Kok wajah-nya muram begitu? Apa jangan-jangan Mas Rigel sudah bicara dengan mertuanya dan mertuanya tidak ingin Mas Rigel dan Mbak Carina berpisah? Kalau iya, lalu aku dan calon anak-anak kami bagaimana?" Gumam Aluna dalam hati.
"Lun..." Saat Aluna sedang sibuk dengan pemikirannya, tiba-tiba seseorang menepuk pundak Aluna dari belakang.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Bersambung...