
🍁 Happy Reading 🍁
Lima belas menit kemudian.
Setelah lima belas menit, Carina pun keluar dari ruang kerjanya dan menghampiri Robby yang sedang berada di outdoor kafe yang terletak di bagian belakang kafe dimana di bagian outdoor itu langsung menghadap ke pantai.
"Hei.." Carina menepuk pundak Robby yang sedang menyesap sebatang rokok sambil menatap ke arah pantai.
Spontan Robby menoleh ke arah Carina.
"Bikin kaget aja." Balas Robby yang benar-benar kaget.
"Siapa suruh melamun." Balas Carina.
"Udah selesai?" Tanya Robby.
"Belum sih. Besok aja aku lanjutin. Takut kena razia sama satpol PP." Jawab Carina menyindir.
"Udah yuk, pulang." Ajak Carina.
Robby menganggukkan kepalanya lalu mematikan rokoknya di asbak yang sudah tersedia kemudian berdiri dari tempat duduknya.
Carina dan Robby pun berjalan beriringan keluar dari Moon & Stars Cafe.
Begitu keluar dari kafe, Robby yang mengendarai motor matic Carina tidak langsung membawa Carina pulang ke apartemennya, melainkan Robby membawa Carina berkeliling-keliling terlebih dahulu menikmati suasana malam di kota B.
"Sebulan kamu disini, pernah gak kamu keliling-keliling kayak gini?" Tanya Robby sambil berkendara.
"Pernah sih, tapi baru sekali." Jawab Carina jujur diiring dengan tawa renyah.
"Emangnya weekend kamu ngapain?"
"Kerja. Kafe kan kalau weekend rame pengunjung, jadi weekend aku tetap kerja dan bantu waiters lah sesekali." Jawab Carina.
"Kamu di gaji lebih ngelakuin itu?"
"Gak sih. Kan aku yang mau. Dan aku suka kok ngelakuin itu. Sekarang bekerja adalah hiburan untuk aku apalagi lingkungan kerja-nya membuat aku nyaman dan tenang, dan itu sangat, sangat menyenangkan buat aku." Jawab Carina.
Robby hanya mengangguk-anggukkan kepalanya merespon kata-kata Carina.
__ADS_1
"Oh.. iya kamu berapa hari disini?" Tanya Carina.
"Lusa pagi aku pulang." Jawab Robby.
"Kok cepet banget?"
"Ya mau gimana lagi, libur aku cuma hari ini sama besok. Lusa-nya aku udah harus kerja lagi, dinas malam." Jawab Robby.
"Aku pikir kamu sampe weekend disini. Padahal setiap hari Sabtu-Minggu ada penampilan band terkenal loh di kafe." Balas Carina dengan nada yang agak sedikit kecewa.
"Nanti deh lain kali, kalau aku libur lagi. Kamu sih gak bilang. Kalau kamu bilang kan aku bisa ngambil cuti. Kamu kan tahu kalau aku gak bisa ambil cuti dadakan kecuali alasan kedukaan." Balas Robby.
Carina hanya memanyunkan bibirnya. Robby yang melihat Carina memanyunkan bibirnya dari kaca spion hanya tersenyum tipis melihat wajah janda yang menggemaskan itu.
🍁🍁🍁
Apartemen Carina.
Setelah kurang lebih setengah jam berkeliling, barulah Robby mengantar Carina pulang ke apartemennya.
"Kamu nginep di hotel mana?" Tanya Carina sembari mereka berjalan menyusuri koridor apartemen untuk menuju unit apartemen Carina.
"Di Lentera Hotel." Jawab Robby.
"Bawa aja motor ku, tapi besok pagi setengah delapan kamu jemput aku kesini." Kata Carina lagi.
"Mmm.." balas Robby seraya menganggukkan kepalanya.
Kini mereka sudah sampai di depan unit apartemen Carina.
"Makasih yah udah jemput paksa aku dari kafe." Ucap Carina menyindir.
Robby tersenyum tipis menanggapi sindiran Carina.
"Ya udah sana balik ke hotel." Kata Carina lagi.
"Mmm.. Car.."
"Kenapa?"
__ADS_1
"Ada yang mau aku bicarakan sama kamu. Penting." Saat sedang menunggu Carina di kafe tadi, Robby memantapkan hatinya untuk memberitahu Carina tentang perasaannya, tidak peduli mau Carina menolak-nya yang penting dirinya sudah memenuhi permintaan hati-nya yang sudah meronta-ronta meminta Robby mengungkapkan isi hatinya pada Carina.
Carina mengernyitkan keningnya mencoba menebak apa yang ingin Robby bicarakan.
"Ya udah ayo masuk. Kita ngobrol di dalam." Carina pun membuka pintu apartemennya lalu mempersilahkan Robby masuk.
Karena apartemen itu kecil, ruang tamu satu dengan ruang televisi, apartemen itu juga hanya memiliki satu kamar dan satu kamar mandi yang ada di dalam kamar tidur.
"Mau minum apa?" Tanya Carina saat mereka sudah memasuki ruang televisi sekaligus ruang tamu itu.
"Gak usah. Perut aku udah kembung minum terus di kafe tadi." Jawab Robby lalu menarik tangan Carina dan mendudukkan Carina di sofa setelah itu barulah Robby duduk disebelah Carina.
Robby menatap intens wajah Carina dengan tatapan penuh damba.
Mendapat tatapan intens dari Robby, membuat Carina menjadi salah tingkah.
"Kamu apaan sih Rob ngeliatin-nya kayak gitu." Protes Carina gugup.
"Kamu cantik Rin." Jawab Robby.
Blush.
Wajah Carina langsung merah merona seketika.
"Hish, kamu apaan sih!!" Sambil malu-malu Carina memukul lengan Robby pelan.
Robby menangkap tangan Carina dan mengelus punggung tangan Carina. Dan aksi Robby itu berhasil membuat Carina semakin canggung. Carina berusaha menarik tangannya dari genggaman tangan Robby, tapi sayangnya Robby menahan tangan Carina dan malah makin mempererat menggenggam tangan Carina.
"Rin, ada yang mau aku bicarakan serius dengan mu." Ucap Robby.
"A-apa?"
"Aku suka sama kamu Rin, aku ingin menjalin hubungan yang serius dengan mu." Robby yang tidak tahu bagaimana caranya romantis-romantisan langsung to the point mengungkapkan isi hatinya pada Carina.
Deg..
Jantung Carina berdetak tak karuan mendengar pengakuan Robby.
Untuk beberapa saat Carina menganga karena kaget mendengar pengakuan Robby.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Bersambung...