
"apa kamu mendengar suara suamiku," kata Rika.
Rika langsung keluar dan ternyata benar, ada Waleed dan Ardi yang berbaring dengan seseorang.
"suamiku, kamu datang!" panggil Rika.
mendengar itu pria berbaju hitam itu langsung pergi, Waleed langsung memeluk Rika, Ardi menyalakan suar untuk memanggil para pengawal.
tak lama para pengawal datang dan membawa Alex, sedang Ema pulang terlebih dahulu karena tak ingin kena marah dari kedua suami sahabat nya.
Alex sudah di bawa pergi, sekarang Waleed terlihat begitu marah, dan Hakim membawa mobil ke rumah.
"sayang aku ingin ke rumah keluarga Anggara," kata Rika.
"tak ada, kamu di hukum karena pergi tanpa izin, sekarang masuk kedalam rumah," perintah Waleed.
Rika pun langsung mengikuti perintah Waleed, tak jauh berbeda Rika, Kirana juga mendapat hukuman dari Ardi.
kini Kirana sedang duduk seperti gadis kecil yang ketahuan mencuri, sedang Ardi memasang wajah sangar pada istrinya itu.
__ADS_1
Rika yang sedang hamil pun mendapat pemeriksaan dari dokter, karena Waleed tak ingin terjadi apapun pada Rika.
sedang di rumah keluarga Anggara sudah ada Diana yang menjadi orang kepercayaan Waleed untuk mengawasi keluarga itu.
saat Waleed akan mengantar dokter keluar, Rika ingin bangun, tapi Waleed menatapnya tajam.
"tidur atau-" ancam Waleed.
Rika pun langsung merebahkan tubuhnya kembali ke ranjang, untuk saat ini dia tak bisa berkutik melawan Waleed yang marah.
Rika memiringkan tubuhnya, tak lama Waleed datang dan langsung memeluk tubuh istrinya dengan mesra.
"maaf kan aku, aku hanya ingin menyelamatkan kak Alex, kamu tau jika dia adalah anak laki-laki kebanggaan papa," jawab Rika membalikkan tubuhnya menghadap Waleed.
"tapi perbuatan ku dan kedua sahabat mu tak bisa di benarkan, atau kita kembali saja ke pulau, setidaknya kamu tak akan berulah saat di sana," kata Waleed sambil menyelipkan anak rambut Rika di telinga.
"jangan, aku ingin di sini bersama keluarga ku dan teman-teman ku, aku tau kamu khawatir, tapi saat di pulau aku sering bosan," bujuk Rika.
"baiklah, tapi jika kamu berilah lagi, maka ku pastikan kita akan kembali ke pulau saat itu juga," kata Waleed.
__ADS_1
"baiklah sayang," jawab Rika tersenyum.
akhirnya Waleed pun tidur memeluk tubuh istrinya, sedang di rumah Ema dan Leo sedang terjadi kekacauan besar.
karena Leo sedang menghukum Ema yang tak bisa diam, bahkan Leo sudah terkena marah dua orang pria demi membantu ketiga gadis itu.
"Ema berhenti atau aku akan mengurung mu selama semingu kedepan, dan kamu tau pasti apa yang akan ku perbuat padamu," kata Leo yang memeluk tubuh Ema.
"jangan sayang, ampun sayang, aku tak ingin terkapar di ranjang lagi, please," mohon Ema dengan wajah memohon.
"telat sayang, aku sudah tak bisa mengampuniku," kata Leo yang langsung mengendong Ema seperti karung beras.
Leo pun melempar istrinya ke atas ranjang, Ema sudah takut melihat Leo yang menyeringai.
Leo pun mengambil borgol. dan memborgol tangan Ema ke ranjang, "sayang jangan lah, sakit..." mohon Ema.
tanpa kata Leo langsung membungkam Ema dengan bibirnya. malam itu Ema pun di buat takhluk oleh Leo.
sudah di pastikan tiga hari kedepan Ema tidak akan bisa keluar dari kamar, Ema pun tidur dengan berbantal dada bidang Leo suaminya.
__ADS_1
"aku hanya ingin kamu aman dan tak terjadi apa-apa, jadi maafkan aku yang lepas kendali saat melakukannya tadi,"gumam Leo.