
Waleed pun kembali menikmati waktu bersama Rika, dan Rika selalu saja kalah oleh sentuhan lembut suaminya.
bahkan Rika kini sudah tidur dengan pulas, sedang Waleed bersiap untuk turun, dan menemui yang lain.
saat turun ternyata Leo, Ardi dan yang lain sudah datang, "hallo tuan Waleed, Rika dimana?" tanya Kirana yang duduk di samping Ardi.
"dia kelelahan, dan sedang tidur, maaf tidak bisa menemui kalian," jawab Waleed.
sedang Ardi langsung membungkam mulut istrinya yang ingin bertanya, begitu pun dengan Leo yang langsung memberi kode pada Ema agar diam.
"hari ini aku ingin makan malam bersama kalian, karena telah menyelamatkan diriku," kata Alex.
"dan aku minta maaf, pada kalian berdua, Kirana dan Ema jika aku dulu pernah melukai kalian, aku tau dosaku terlalu banyak, terutama Kirana," kata intan lemah.
"baiklah, aku sudah memaafkan mu, bagaimana pun kamu adik ku," jawab Kirana yamg langsung berdiri dan memeluk intan.
"waw... putri Daddy sudah besar rupanya," goda Leo.
"hei tutup mulutmu, dia sekarang istriku, bukan anak ku," jawab Ardi kesal.
"kamu ayah seperti apa Ardi, hingga bisa menikahi putri angkat mu," tambah Waleed.
__ADS_1
"ayah yang terbaik, hingga membuat Putri ku ini tergila-gila pada daddy-nya," jawab Ardi dengan percaya diri.
"ya Tuhan, aku tak mengira tuan Ardinata begitu percaya diri, kenapa aku yang malu," kata Leo yang sudah mendapat lemparan bantal dari Ardi.
tak lama Rika turun dengan baju piyama, dan perutnya juga sudah mulai kelihatan. dan Waleed pun langsung membantunya.
"kenapa turun, kamu takut sendirian?" tanya Waleed.
"tidak, aku mau makan, aku sudah lapar. kamu terus membuatku lemas sejak tadi," jawab Rika.
semua orang pun menahan tawanya, karena hanya Rika yang berani mengatakan hal seperti itu pada Waleed.
sedang Waleed pun tau jika istrinya sedikit ngambek karena dirinya, tapi untung mama Rita sudah menyiapkan makanan pesanan sang putri.
Ardi dan Kirana duduk berdampingan begitu dengan yang lain, sedang para pengawal juga makan bersama di belakang.
"Kirana, kenapa Andhara tak kamu ajak?" tanya Rika yang di bantu Waleed membuka nasi arem-arem.
"kamu pasti tau, Andhara sedang berada di rumah mama, karena ini weekend, dan papa akan membawa Andhara jalan-jalan," jawab Kirana.
"kalian jadi bisa pacaran lagi," kata Alex.
__ADS_1
"itu benar, karena kami belum lama merasakan hal itu, dan lebih enak pacaran setelah menikah bukan," jawab Ardi.
"setuju," jawab Leo, Alex dan juga papa Anggara.
sedang Rika melihat suaminya, "aku tak perlu pacaran, aku sudah membuktikan cintaku bukan," kata Waleed.
sedang Rika merasa kesal dengan sikap suaminya yang kadang romantis, kadang sedingin es.
makan malam pun berjalan lancar, dan seorang pelayan membawa putra intan bergabung.
Rika heran karena wajah putra intan begitu mirip dengan Alex, "kak itu,"kata Rika terhenti.
"dia putra kami, namanya Delano Alexander Anggara," jawab Alex.
melihat itu, Rika menghampiri pria kecil itu, "halo jagoan, maaf ya Tante tak pernah menemui mu," kata Rika pada Delano.
"Delano tau Tante, Tante Lika, adik kesayangannya Daddy," jawab Delano langsung memeluk Rika.
Rika pun langsung mendekap putra Alex, bagaimana pun sekarang pria kecil itu menjadi bagian keluarga Anggara.
"aku sudah menyiapkan pendidikan terbaik untuk Delano, dan biarkan dia menjadi penjaga keluarga Anggara, dan membantu daddy-nya," kata Waleed.
__ADS_1
Rika pun tersenyum bahagia mendengar ucapan suaminya. dia tau Waleed begitu baik dan tulus pada keluarganya.