
Kirana memutuskan untuk ke kamar setelah selesai makan, Kirana menyiapkan semua yang di butuhkan sekolah besok, setelah itu dia mendengar kan semua lagu EXO.
Ardi sedang mengerjakan pekerjaan nya, besok dia kembali memimpin perusahaan di Indonesia mengantikan Sandi.
Ardi telah menyelesaikan pekerjaan nya, dia memutuskan ke kamar Kirana, tapi saat Ardi membuka pintu terlihat gadis itu telah terlelap dengan nyenyak.
Ardi menghampiri Kirana, Ardi membelai rambut dan mencium kening Kirana dengan lembut.
"selamat malam princess Daddy," kata Ardi.
Ardi menuju kamarnya, Ardi membaringkan tubuhnya yang sudah lelah seharian menemani Kirana bermain.
pagi hari Kirana sudah memakai baju seragam SMA, atasan putih lengan pendek dengan rok abu abu panjang, Kirana makin terlihat cantik karena rambut di kuncir kuda dan poni andalannya.
Kirana menggedor pintu kamar Ardi dengan begitu keras, karena takut Ardi kesiangan.
" Daddy! ayo bangun Kirana sudah siap, Daddy jangan telat ya!" teriak Kirana dengan terus mengendor pintu.
tak lama Ardi keluar sudah rapi dengan setelan ke kantor, Kirana tersenyum dan mengandeng tangan Ardi turun.
mereka sarapan bersama, tak lama Kevin datang.
"Daddy.. minta uang saku dong," kata Kirana menyodorkan tangannya.
"memang kamu gak pegang kartu?" tanya Ardi.
"kan kartu nya semua di pegang mbak Tasya," kata Kirana.
"aiya... Tasya," kata Ardi.
Ardi pun mengeluarkan kartu kredit miliknya, dan juga kartu ATM baru yanh memang di buat khusus untuk Kirana.
"ini ambil sayang, dan Kevin blokir semua kartu lama yang ku berikan pada Tasya," perintah Ardi.
"baik tuan," jawab Kevin langsung menelpon pihak bank.
"Daddy hari ini Kirana ikut mobil Daddy ya," kata Kirana dengan nada manjanya.
"No! kamu bawa mobil sendiri, mobil juga sudah sampai di bawah," kata Ardi.
"baiklah Daddy, ngomong-ngomong kapan aunty Rissa ke Indonesia Daddy?" tanya Kirana.
"seperti nya sebentar lagi, karena mereka akan libur musim dingin di sini," kata Ardi.
" yey.. aku bisa jalan jalan sama aunty Rissa dan dua cowok ganteng," kata Kirana senang.
"hei siapa maksud mu?" tanya Ardi sedikit kesal.
"Ken dan Lui dong Daddy, mereka kan punya wajah bule yang ganteng," kata Kirana.
"cih.. jalan sama bocah sebegitu senang nya," kata Ardi kesal.
"memang apa salahnya, emang Daddy selalu sibuk dengan pekerjaan nya, bahkan sering lupain Kirana, Kirana juga butuh di perhatikan Daddy," kata Kirana.
Deg.. Ardi terdiam mendengar ucapan Kirana, dia menyadari jika selama ini memang terlalu fokus bekerja, hingga membuat Kirana merasa kesepian.
__ADS_1
" Daddy Kirana pamit, dan bawa mobil baru, bye Daddy!" kata Kirana akan mencium pipi Ardi, yang tak sengaja Ardi menoleh, dan Kirana pun mencium bibir Ardi.
"ah... Daddy ciuman pertama Kirana," kata Kirana menghentakkan kakinya.
Kevin dan bik Ina malah terbengong melihat kejadian itu.
"itu hanya sebuah kecupan, sudah sana pergi," usir Ardi pada Kirana.
Kirana pun berlari menuju lift, sedang Ardi masih menenangkan pikiran dan jantungnya, Ardi dan Kevin juga menuju ke parkiran yang sama.
di lihatnya mobil Kirana sudah tidak ada, Kevin melajukan mobil menuju ke gedung perkantoran Shiddiq Grub.
mobil berhenti di lobi, semua karyawan menyambut kedatangan Ardi yang di ikuti Kevin, Ardi berjalan dengan aura dingin dan berwibawa, begitupun Kevin yang bermuka datar meski tak melunturkan ketampanannya.
Ardi sudah berada di ruangan miliknya, Ardi juga sudah berkutat dengan semua pekerjaannya.
sedang di sekolah, Ema dan Rika masih menunggu kedatangan Kirana, tak lama semua orang kagum melihat mobil BMW seri terbaru memasuki sekolah, dan parkir tepat di samping mobil Ferarri milik Ema.
Kirana keluar dan tersenyum menyapa sahabatnya, banyak yang tak menyangka Kirana membawa mobil keluaran terbaru itu.
"hai," sapa Kirana pada kedua sahabatnya.
"wih.. mobil baru nih, traktiran dong," kata Ema.
"oke nanti aja ya, sekarang kita ke kelas dulu, lagian bentar lagi masuk," kata Kirana.
mereka bertiga berjalan ke arah kelas, mereka mencuri perhatian semua siswa di sekolah, karena kecantikan dan juga body yang menggoda setiap kaum Adam.
"hei kalian bertiga," kata Elsa mencegah Kirana dan teman-teman nya.
"iya kak ada apa?" tanya Kirana.
"kami sok! aduh kak kita aja mau ke kelas, malah kakak jegat gini, jadi yang sok siapa?" kata Rika ketus.
"eh diem Loe, emang loe pikir, loe anak siapa berani ngelawan gue, hah!" kata Elsa.
"wadidaw, dia gak tau siapa kita," kata Ema.
"udah deh kak, kami mu masuk kelas, minggir Napa, kami juga gak minat ribut sama Kakak," kata Kirana menerobos geng Elsa.
"sialan loe, awas aja loe anak baru," kata Elsa geram.
Ema mengacungkan jari teng*ah nya kearah geng Elsa, mereka masuk ke kelas dan tak lama pelajaran di mulai, Kirana menjadi murid yang memiliki kecerdasan tinggi, bahkan Kirana menguasai tiga bahasa, karena Ardi yang meminta Tasya untuk memberi les privat selama ini.
sekolah Kirana berada di naungan yayasan milik keluarga as Shiddiq, tapi karena Kirana putri angkat Ardi maka Kirana mengunakan nama Abraham di belakang nama nya.
jam pelajaran selesai, Kirana, Ema dan Rika menuju kantin untuk mengisi perut mereka, mereka memesan minuman dan makanan kesukaan mereka.
tak lama geng Elsa datang lagi, Kirana tak ambil pusing dengan itu, sedang Elsa menghampiri ketiga gadis itu.
"minggir ini tempat gue!" kata Elsa sambil membentak.
"gak ada tulisannya tuh," jawab Ema santai.
"cepat minggir! atau gue Hajar loe!" bentak Elsa.
__ADS_1
Kirana yang sudah muak dengan Elsa pun mengebrak meja.
BRAK...
"cukup ya kak, kami diam bukan berarti kami bisa di injak injak, jika kakak mau silahkan duduk, kami sudah kenyang lihat muka kakak!" bentak Kirana tak kalah sanggar.
"heh.. dasar gadis kampung loe, loe gak tau gue siapa, hah? gue putri kepala sekolah dan gue yang berkuasa di sini," kata Elsa tak mau kalah.
"terus kenapa? masalah dengan kami? kami mau sekolah tak ingin cari ribut, dari awal tadi kakak itu cari ribut sama kami," jawab Kirana.
"alah iri tuh, bilang aja gak usah malu," celetuk alah satu murid pria.
"kalau iri bilang bos!" kata Ema begitu keras.
"udah yuk pergi, males urusan sama cewek gila macam dia," kata Rika.
Elsa yang geram menarik rambut Ema, tapi Kirana langsung memelintir tangan Elsa, Elsa berteriak kesakitan akibat ulah Kirana.
"jangan pernah ganggu kami, jika loe tak mau cacat seumur hidup," ancam Kirana seraya melepaskan Elsa.
Elsa merasa kesakitan pada tangannya, semua siswa tertegun melihat keberanian Kirana.
"kamu gak papa Ema?" tanya Kirana.
"sedikit sakit sih, gila jambakan nenek sihir itu lumayan bikin nyeri," kata Ema.
"aduh kasian ya anak tupai ini," kata Rika mengusap bekas jambakan dari Elsa.
tak lama bel pun berbunyi pertanda jam istirahat selesai, saat guru masuk ke ruang kelas Kirana.
"Kirana kamu di panggil ke ruang kepala sekolah sekarang," kata pak Seto guru MTK itu.
"baik pak," jawab Kirana keluar dari kelas.
Kirana mengirim SMS ke nomer Ardi, tapi sayang Ardi yang baru selesai rapat, dan langsung melihat ponselnya, dan menghela nafas berat saat membaca isi pesan Kirana.
' Daddy.. maafkan Kirana membuat masalah di sekolah, seperti nya Daddy akan di panggil kepala sekolah, jika sibuk suruh om Hiro saja yang datang seperti dulu, karena mungkin ini akan sedikit berat,' isi pesan Kirana.
"Kevin apa ada rapat?" tanya Ardi.
"tidak tuan," jawab Kevin cepat.
"kalau begitu kita pergi ke sekolah Kirana sekarang," perintah Ardi.
Kevin mengangguk dan kini mereka menuju lobi, mobil merekapun sudah siap, Kevin mengemudikan mobil menuju ke sekolah Kirana.
" aish... baru juga masuk sudah membuat masalah aja sih, dia itu gadis atau preman sih" gumam Ardi sedikit kesal.
.
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih