
waktu berjalan begitu cepat. kini Ardi sedang berada di Jerman guna membantu Ardan di sana. sedang perusahaan di pegang oleh sandi.
kini Kirana sudah siap dengan baju hitam putih untuk mengikuti ospek pertama nya untuk masuk ke universitas.
kini dia sedang sarapan dengan kedua mertuanya itu. bahkan sandi tak segan mengantar menantunya.
" Kirana mau berangkat dengan papa?." tanya sandi.
" tidak pa.. Kirana akan membawa mobil sendiri, Kirana takut nanti pulang sore." kata Kirana.
" baiklah. kamu hati hati ya, jika terjadi sesuatu langsung hubungi mama." kata Wulan.
" baik ma.." jawab Kirana.
kini Kirana menyalami kedua mertuanya itu. mobil Toyota 86 warna merah itu sudah meninggalkan rumah mewah.
kini Kirana melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. sesampainya di san Kirana memakirkan mobilnya di sebelah mobil mini Cooper milik Rika dan juga Ferarri milik Ema.
" hai ladies.." sapa Kirana yg baru keluar.
" hei nona. ku kira kau akan terlambat. atau di antar oleh papa sandi." kata Rika memeluk Kirana
" hahaha.. kalian tau aku bahkan binggung memilih mobil di garasi. maaf ya membuat kedua sahabatku ini menunggu." kata Kirana.
" ya sudah ayo kita bergabung dengan yg lain." kata Ema.
kini mereka bergabung dengan kelompok yg lain. bahkan semu tau siapa tiga wanita cantik yg baru datang itu.
kini mereka sedang mendengar pengarahan dari para kakak BEM dan juga sambutan dari rektor.
tak lama ponsel Kirana bergetar dan sebuah pesan dari sang suami yg jauh di sana. Kirana tersenyum melihat isi pesan dari Ardi.
" little wife. semangat ospek nya jika ada yg menganggu mu bilang padaku biar aku yg membalas mereka." isi pesan Ardi
" siap Daddy ku, kau memang my Hero love you, my Husband..".balas Kirana
Kirana tersenyum dan membuat Rika dan Ema saling pandang melihat tingkah Kirana.
" hei jangan senyum senyum sendiri, kau membuatku takut." kata Rika.
" ahh.. aku hanya bertukar pesan dengan suamiku, apa salahnya." kata Kirana.
" aduh iya yang punya suami seneng ya." kata Ema.
" huh.. aku kok merasa jomblo sendiri sih." kata Rika.
" makanya dong.. Pepet terus tuh om Kevin." kata Kirana.
kini semua mahasiswa di minta membuat kelompok dengan 6 anggota. 3cewek dan 3 cowok.
Kirana, Ema dan Rika binggung karena mereka tak mengenal siapa pun murid laki laki. tak sengaja Ema melihat Juna dan geng.
" kita ajak geng Juna aja gimana." tanya Ema.
__ADS_1
" emm.. boleh lah, lagian kita juga belum kenal cowok lain nih." jawab Kirana.
" Juna.." panggil Rika seraya melambai.
Juna juga melambai pada tiga gadis cantik itu. kini Juna dan geng nya menghampiri ketiga gadis itu.
" hai.. mau gabung gak." tanya Juna.
" yey.. ini kita juga mau ajakin kalian gabung nih." kata Ema.
" kita sehati dong say.." kata mail menggoda Ema.
" heh.. mail punya orang tuh, jangan main goda aja." kata Kirana.
" tau nih.." jawab Ema.
" aduh.. kok gak lihat sih ada bidadari cantik di tengah, makin cantik dan berisi aja nih Kirana." kata Ricky.
" kamu ngatain aku gemuk hah.." kata Kirana berkacak pinggang.
" woles. Kiran.. Ricky cuma bercanda kok, bagaimana kabarmu setahun ya kita gak ketemu." kata Juna lembut.
" kacang kacang.. kita mah di kacangin.. padahal kami di sini loh." kata Rika.
" apa sih Rika. aku kan cuma nanya kabar. kamu cemburu?." tanya Ricky.
" cih najis, udah dech mau gak satu kelompok sama kami." kata Rika bersungut-sungut kesal.
" ihh.. dasar tukang gombal. ayo dech kita lapor ke kakak senior." ajak Kirana.
mereka menyerahkan nama team bahkan semua mahasiswa baru dan senior kaget karena tim mereka berisi gadis gadis cantik serta pria yg tampan.
bahkan beberapa mahasiswi baru pun di buat iri dengan gadis yg bisa dekat dengan pria yg tampan juga dari kalangan atas itu.
kini semua sudah membentuk tim. kini mereka saling berlomba untuk kekuatan fisik. Kirana tak yakin karena dia baru saja mengalami operasi.
Ema dan Rika menghampiri ketua BEM dan meminta izin untuk Kirana, rektor juga mengatakan jika Kirana tidak di perbolehkan ikut acara fisik yg berat.
akhirnya Kirana hanya menjadi tim sorak karena keadaannya. sedang Juna terus melihat gadis yg satu tahun ini dia terus cari keberadaan nya itu.
Ema dan Rika mengikuti semua perlombaan dengan Juna. Ricky dan mail. bahkan Rika terus berpasang dengan Ricky meski terus bertengkar. tapi mereka berhasil memenangkan beberapa lomba.
Kirana membelikan minuman untuk kelima temannya yg sedang bertanding, saat akan kembali kelapangan Kirana di jegat oleh Rani dan geng. mereka adalah mahasiswi senior.
" hei anak baru. kenapa kau tak ikut acara hah." bentak Rani.
" maaf kak. saya baru saja menjalani operasi dan masih belum sembuh sepenuhnya." jawab Kirana.
" cih. manja sekali, siapa sih sampai bahkan rektor membelamu." tanya Keysa sahabat Rani.
" maaf ya kak. aku hanya gadis biasa kok." jawab Kirana.
" alah paling juga simpanan om om. tadi gue lihat loe datang dengan mobil mewah kan." kaya Kiki teman Rani.
__ADS_1
" itu mobil hadiah kak, kalau begitu saya permisi." kata Kirana meninggalkan Rani dan geng nya.
" hei kamu bum selesai." bentak Rani.
" berhenti Rani, Kirana kamu kembali bersama yg lain. Rani berhenti menganggu ya atau kau menyesal telah menganggu keluarga As Shiddiq." bentak rektor yg kebetulan lewat.
" a.. a.. apa keluarga As Shiddiq." kata Rani terdiam.
mereka semua tau jika yayasan keluarga As Shiddiq yg menaungi universitas mereka. bahkan mereka juga tau jika keluarga As Shiddiq adalah keluarga terkaya se Asia.
" jadi jangan pernah menganggu nya dan juga kedua sahabatnya itu. kalian bertiga mengerti." kata rektor.
" baik pak." jawab tiga gadis itu.
kini tiga gadis itu mengerti kenapa Kirana mendapat izin dengan mudah. Rani dan geng tak ingin mencari masalah. apalagi mereka tau jika di keluarkan dari universitas Victoria mereka tak akan di terima di manapun.
Kirana melihat kelima temannya itu sedang berteduh karena kelelahan. kira a menghampiri dengan dua kantong kresek di tangannya.
" ini.. aku beliin buat kalian khusus." kata Kirana
" wah kebetulan nih.. makasih ya Kirana." kata mail langsung mengambil minuman
" huh.. dasar mail tak tau malu nih." ejek Ema.
" apa sih kalian please berhenti bertengkar.." kata Rika meminum air.
sedang Ricky melongo melihat Rika sudah menenggak habis air dalam botol itu. Rika bahkan seperti tak bernafas saat minum.
" gila nih Rika, haus banget ya bisa langsung habis gitu." kata Ricky.
sedang Rika mengerdikkan bahunya acuh. sedang Kirana mengambil salad buah karena dia belum berani makan ciki seperti yg lain.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘 terima kasih
__ADS_1