
pagi ini Kirana sudah siap kembali ke sekolah.. dia sudah mengunakan seragamnya dan cemberut karena berat tubuh nya naik 2kg...
Kirana turun dengan cemberut.. sedang Ardi sudah duduk di meja makan menunggu gadis itu.. Kirana duduk sambil terus mengerucutkan bibirnya...
" itu kenapa bibir nya nambah 5cm..." kata Ardi menikmati kopi nya..
" Daddy... berhenti meledek...." kata Kirana masih cemberut..
" ada apa sih Princess.. uang saku habis.. atau mau mobil baru..." kata Ardi..
" Daddy..." kata Kirana mulai menghentak hentakkan kakinya..
" ayolah.. Daddy bukan peramal yg tau semua isi hatimu..." kata Ardi..
" berat badanku naik 2kg... dan aku benci itu..." kata Kirana..
" itu tak apa apa Princess.. Daddy suka pipimu yg makin bulat..." kata Ardi mencubit pipi Kirana..
" baiklah.. kalau Daddy tak marah... sekarang kita sarapan.. karena Kirana tak mau telat..." kata Kirana mulai memakan sarapannya..
Ardi menaruh black card di samping piring Kirana.. Kirana heran melihat Ardi yg menaruh black card di sampingnya..
" ini apa Daddy.. Kirana masih punya dua kartu dari Daddy..." kata Kirana..
" itu card dari mama Daddy.. katanya mama Daddy nanti siang ingin bertemu dengan mu.. jadi bersikap dan perpakaian yg sopan oke..." kata Ardi..
" oke Daddy.." jawab Kirana..
kini Ardi dan Kirana keluar menuju lift dan bersamaan dengan Kevin.. kini mereka berpisah karena berbeda tujuan..
Kirana mengendarai mobil milik Ardi karena mobilnya sedang ada di bengkel hun di ganti cat..
semua orang terkejut melihat mobil Lamborghini Aventador warna merah.. memasuki area parkir mobil sekolah..
Kirana memakirkan mobil nya di samping mobil Ema.. dan bertepatan dengan Rika yg juga baru datang dengan mini Cooper..
Kirana dan Rika turun begitupun Ema.. semua siswa di buat heboh melihat primadona sekolah akhirnya kembali masuk..
" hai ladies... " sapa Kirana..
" wih.. mobil baru lagi nih..." kata Ema..
" ini mobil Daddy.. mobil ku masih di bengkel.. ayo kita masuk kelas.." ajak Kirana..
" oke Princess..." jawab Rika dan Ema..
mereka terus berbincang dan tertawa selama berjalan menuju ke dalam kelas.. Kirana tak menggubris semua godaan dari para siswa di sekolah..
Kirana berhenti saat langkahnya di hadang seorang kakak kelas.. pria itu adalah pria idaman dari semua siswi yg ada di sekolah..
" Kirana selamat datang.. ini coklat untukmu.." kata Rey..
" maaf kak Kirana benci coklat.. sini buat aku saja..." kata Ema sambil merebut coklat dari Rey
" baiklah... kalian nanti nonton kami main basket ya.. karena nanti ada sesuatu yg penting..." kata Rey..
" maaf kak.. aku nanti siang udah ada janji dengan seseorang.. jadi seperti nya aku tak bisa.." jawab Kirana..
__ADS_1
" dengan kekasihmu.." tanya Rey...
" bukan.. tapi calon mertua..." kata Kirana seraya meninggalkan Rey..
Ema dan Rika juga meninggalkan Rey yg tengah terdiam mematung mendengar jawaban Kirana..
" hei.. itu beneran.. yg kamu bilang ke kak Rey.." tanya Rika..
" iya lah.. nanti siang waktu pulang sekolah aku ada janji sama mamanya Daddy tau..." kata Kirana..
" widih.. gercep banget neng..." kata Ema..
" harus dong..." jawab Kirana..
kini mereka pun mengikuti pelajaran dengan serius..
sedang Ardi mendapat pesan jika nanti siang dia akan melakukan makan siang bersama dengan Selena gadis yg di pilihkan sandi..
Ardi menghela nafas apalagi Ardi tau seperti apa Selena itu.. wania ular itu harus di beri pelajaran agr tak menganggu nya lagi..
sekolah pun sudah bubar.. Kirana mendapat sebuah pesan dari Wulan..
' hallo sayang.. ini mama Ardi.. bisakah kamu datang ke butik di jln. xxx mama tunggu di sana ya...' isi pesan Wulan..
' iya mama' jawab Kirana..
" eh.. aku duluan ya.. udah di tungguin sama calon mertua nih.." kata Kirana pada dua sahabat nya..
" oke beb.. hati hati ya .." jawab mereka kompak..
Kirana mengemudi mobilnya menuju ke sebuah butik yg di maksud oleh Wulan.. saat turun dari mobil Wulan tersenyum melihat Kirana yg baru turun dari mobil kesayangan Ardi..
Kirana kaget saat tau jika mama dari Daddy nya adalah orang yg pertama kali mengajarinya membaca...
Kirana menghampiri Wulan dan mencium tangan Wulan.. Wulan memeluk Kirana dengan hangat..
" aduh.. cantiknya... siapa ini jeng.." tanya Luna pemilik butik..
" oh.. ini gadis pilihan ku..." jawab Wulan..
" aduh.. masih SMA.. kamu paling pinter deh kalau masalah beginian.." kata Luna tertawa bersama Wulan..
" apa sih.. oh ya.. mana tadi gaun yg aku pilih dan sayang kamu ganti baju ya.. karena kita harus jalan jalan... menghabiskan waktu berdua.." kata Wulan..
" iya nyonya..." jawab Kirana
" no.. panggil mama seperti Ardi... " kata Wulan tersenyum..
" iya mama..." jawab Kirana tersenyum manis..
" ayo cantik.. kita buat kmu bagai ratu agar makin klepek-klepek tuh di raja setan... ha-ha-ha..." kata Luna sambil tertawa..
kini Kirana mulai di ubah menjadi gadis yg cantik karena Wulan punya banyak rencana untuk membuat pertemuan sandi bersama keluarga Harun gagal..
terutama membuat Ardi tak bisa berpaling dengan gadis muda ini.. entah kenapa Wulan juga merasa jika Kirana adl pilihan terbaik untuk Ardi..
Wulan dan kedua putrinya dulu memiliki sifat yg sama mudah menebak sifat orang dan membuat rencana yg bisa membuat orang lain tak berkutik..
__ADS_1
Kirana keluar dari ruangan make over.. dan Wulan makin terpana melihat Kirana yg sangat cantik dengan dress selutut dan rambut yg di kepang tempel..
makeup natural makin menambah kecantikan gadis muda itu.. wulan sampai terpesona melihat Kirana...
" ku begitu cantik sayang... kau memang hebat Luna..." puji Wulan..
" bukan aku.. tapi memang dia sudah cantik.. jadi mudah saja membuatnya lebih mempesona dan cantik..." kata Luna..
" baiklah kalau begitu kami pamit karena aku ada pertemuan keluarga.. " kata Wulan
kini Wulan dan Kirana menuju ke restoran yg menjadi tempat pertemuan antara sandi dan Harun beserta Ardi dan Selena..
tapi Wulan mengajak kedua putranya untuk makan siang di sana.. sekalian mengenalkan Kirana pada Ardan dan Ardi Sera keluarga mereka..
sandi dan Ardi sudah sampai di restoran terlebih dahulu.. mereka tengah menunggu kedatangan Harun dan Selena..
Ardi kesal karena dia tak mendapat pesan dari Kirana yg sedang bersama dengan sang mama..
tak lama Harun datang bersama dengan adik perempuannya dan juga Selena... Ardi mulai kesal melihat dua wanita dengan baju kurang bahan itu...
sedang sandi kaget saat Harun membawa adik perempuannya yg suka sekali merayu sandi.. bahkan sandi saja jijik saat dia di dekati oleh wanita itu..
" maaf kami telat.. macet..." kata Harun menjabat tangan sandi..
" tak masalah.. " jawab sandi..
" padahal waktu adl uang.. dan ku tak suka membuang waktu..." kata Ardi datar..
" ku pekerja keras rupanya..." kata Harun tersenyum..
" harus.. dan ku tak suka menunggu.." tambah Ardi..
Selena kini duduk di sebelah Ardi dan Nia duduk di sebelah sandi.. sedang Ardi dan sandi mulai risih dengan para wanita ini..
" papa kenapa cri wanita murahan untuk jadi menantu sih..." bisik Ardi..
" papa tak tau jika mereka seperti ini.." jawab sandi
" oh ya... ini putriku Selena.. dia sekarang sedang terkenal menjadi model nomer satu di Indonesia.." kata Harun bangga..
" iya.. paman.." jawab Ardi malas..
tak lama Ardi melihat kedatangan dari kedua saudaranya yg datang bersama keluarganya... tapi Ardi diam karena mungkin mereka hanya ingin makan siang bersama di restoran ini...
.
.
.
..
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih