
Ema pun mengulurkan tangannya pada Leo saat Rika dan Kirana melepaskan pelukannya.
Leo pun langsung memeluk istrinya, "dia sudah bahagia, dia sudah bahagia, putra kita sudah bahagia," tangis Ema pecah.
"iya sayang, Allah lebih sayang padanya, dan dia akan menunggu kita, dan dia sedang menyiapkan surga untuk orang tuanya," jawab Leo.
"dia sudah bahagia..."tangis Ema.
semua orang di ruangan itu pun ikut haru, pasalnya Ema dan Leo begitu tegar menghadapi semua cobaan ini.
bahkan keduanya tetap bisa tersenyum meski hati mereka hancur, mama Ivanka pun mengusap kepala keduanya.
Ema pun melihat sang mertua, mama Ivanka tersenyum menguatkan sang menantu.
"tidak papa sayang, kamu ibu hebat, pasti Tuhan sedang memilihkan jagoan terbaik untuk jadi putra kalian," kata mama Ivanka.
Ema pun tersenyum memeluk sang mama mertua, akhirnya semua pun diminta pulang oleh mama Ivanka.
sedang Leo terus memandangi Ema dan juga mengenggam erat tangan istrinya, Leo tau saat ini adalah hari tersulit mereka.
__ADS_1
"berhentilah menangis sayang, kamu begitu jelek, aku tak akan mau melihatmu seperti itu," kata Ema pada Leo.
"kamu itu malaikat atau apa? kenapa masih bisa tersenyum saat kamu kehilangan hal yang begitu kita inginkan," kata Leo.
"sayang, nyawa dan segalanya sudah di tulis oleh takdir kita, aku hanya manusia biasa yang mencintai pria di sampingku ini, pria yang bahkan bersabar pada ku, dan mengenggam tanganku saat aku berkali-kali terpuruk dan dia yang menguatkan ku, dan jika saat ini kamu hancur, siapa yang akan membantuku bangkit," kata Ema.
"aku tak sebaik itu," jawab Leo.
"tapi aku mau minta maaf, karena aku tak bisa menjaganya, aku tau pasti sekarang mama dan papa begitu sedih, apalagi mereka pasti menantikan anak kita," kata Ema lemah.
"tidak, aku yakin mama tidak seperti itu sayang, kamu tau, saat aku tak bisa memilih, mama dengan lantang memilih untuk menyelamatkan menantunya dan bukan cucunya," kata Leo.
"tidak sayang, kamu menantu terbaiknya, dan akan selalu seperti itu," kata Leo.
mama Ivanka tak jadi masuk setelah mendengar percakapan keduanya,
mama Ivanka tak mengira jika Ema masih begitu tertekan karena omongan dari orang-orang.
mama Ivanka tau rasanya jadi Ema, karena doa dulu juga pernah di posisi Ema.
__ADS_1
"ma.. tenangkan dirimu," kata papa Aditama memeluk istrinya.
"pa... aku tak menyangka Ema memendamnya sendiri selama ini, dia terus mengatakan jika bukan menantu yang baik dan buruk, padahal mama begitu mencintainya, seandainya bisa, mama ingin membungkam mulut, setiap orang yang menghina menantuku," kata mama Ivanka.
"dari pada membungkam mereka, lebih baik menutup telinga ma, dan tunjukkan kalau mama dan Ema adalah wanita kuat, dan papa yakin itu," kata papa Aditama.
mama Ivanka pun mengangguk dan kemudian masuk, mama Ivanka menjewer Leo yang terus menganggu Ema.
"biarkan menantu mama istirahat, kamu membuatnya terus menangis, aku tak mau menantuku matanya bengkak," omel mama Ivanka saat masuk.
"mama, kenapa selalu seperti ini," kata Leo menyingkir.
papa Aditama merangkul putranya, dan mama Ivanka membawa makanan kesukaan Ema.
"mama bawa makanan kesukaan mu, ini dari restoran kesukaan kita, dan papa yang meminta owner-nya langsung buka dan memasak demi kamu sayang," kata mama Ivanka.
"terima kasih ma, pa, sudah jadi orang tua Ema yang begitu hebat dan menerima kekurangan Ema," kata Ema
"kamu bilang apa, kamu itu menantu terbaik kami," kata papa Aditama.
__ADS_1
Ema pun mengangguk, dan mama Ivanka langsung menyuapi menantunya itu, malam ini keluarga ini akan bersama menemani Ema.