Secret Daddy

Secret Daddy
BC_PRIA TERBAIK MILIKKU


__ADS_3

Rika pun sudah mulai merebahkan tubuhnya, dia mulai begitu mudah lelah, kadang dia kasihan melihat Waleed.


pasalnya Rika selalu membuat ulah, dan Rika yakin itu pasti membuat pusing Waleed.


Waleed yang baru datang melihat Rika yang tak nyaman, Waleed pun membuka pakaiannya dan tidur di sisi istrinya.


Rika pun langsung tidur di dada Waleed, "kenapa sayang, apa kurang dingin, atau kamu ingin makan sesuatu?" tanya Waleed.


"tidak sayang, kamu sudah membuatku seperti b*Bu, lihat badan ku sudah naik delapan kilo, sebentar lagi aku skan jelek, bahkan akan bulat seperti bola, dan aku tak mau itu, apalagi kamu selalu di kelilingi oleh wanita cantik bukan," kata Rika memainkan jarinya di dada Waleed.


"terus aku harus bagaimana menaikkan mood mu sayang, kamu tidak boleh berkuda, atau bermain dengan hewan buas bukan," kata Waleed tersenyum menggoda.


"huh, jauhkan wajah mu yang mesum itu, aku membencinya," kata Rika menyembunyikan wajahnya yang malu.


"kamu tau, semenjak ibuku meninggal dunia, aku tak pernah menginginkan sesuatu lebih dari rasa keinginanku memiliki mu seutuhnya untuk ku seorang," kata Waleed


"aku tau, aku mencintaimu, dan bisakah mengusap punggung ku," kata Rika manja.


"baiklah nyonya besar," jawab Waleed mulai mengusap punggung Rika dengan lembut.


sedang Leo dan Ema masih berkeliling kota, mereka menikmati waktu malam di ibu kota.


mereka pun berhenti di sebuah taman hiburan yang sudah di sewa oleh Leo, mereka pun menikmati waktu berdua.


"kenapa boros dengan uang mas, kita bisa membuat resort di Bali, dan itu lebih menyenangkan," kata Ema.


"baiklah besok kita bisa jalan-jalan ke Bali, tapi setidaknya kita butuh waktu empat hari untuk sampai di Bali, asal laut tak ada ombak tinggi," jawab Leo yang sedang merangkul Ema.


"kenapa? kita mau liburan pakai kapal pesiar memangnya," kata Ema tertawa.


"kami sudah menyiapkannya sayang, kita punya bos besar yang memang punya kapal pesiar itu, sedang untuk resort di Bali ada Ardi, dan aku tinggal menyiapkan semua kebutuhan kita di sana untuk dua Minggu kedepannya," kata Leo.


"mas, kenapa kamu begitu memanjakan ku, kamu tau aku akan sulit hamil,kamu bahkan bisa menikah lagi," kata Ema sedih.


"tidak sayang, orang tua ku tak memaksa kita untuk punya momongan, aku mohon jangn merusak kebahagiaan kita, aku tak pernah mau ada wanita lain di antara kita, jika mau dari awal aku tak akan menikahi mu," kata Leo yang marah.

__ADS_1


Ema yang melihat suaminya seperti itu langsung berlari memeluk Leo, dia tau jika saat ini Leo yang paling terluka


"maafkan aku, aku hanya takut jika kamu akan iri melihat kebahagiaan Waleed dan Ardi, mereka bahagia karena istri mereka sempurna," kata Ema.


"tidak seperti itu, kamu juga sempurna, hanya saja berhentilah memintaku untuk menikah dengan wanita lain, aku bahkan tak kan memaksa mu mengandung jik itu bukan keinginan mu, kamu memiliki hak untuk memilih itu, jadi aku tak keberatan jika hanya hidup berdua dengan mu," kata Leo.


"aku hanya malu, jika kalian terus jadi ban gunjingan orang-orang, apalagi mama memiliki grup arisan sosialita dan pasti mama akan malu," kata Ema sedih di pelukan Leo.


"tidak seperti itu, mama bahkan membungkam semua mulut semua sahabat bulsyit nya itu, mereka menghina seorang nyonya besar keluarga Aditama. dan itu pantas bukan," kata Leo tersenyum.


"bagaimana bisa?" tanya Ema.


flashback mama Ivanka Aditama(mama Leo).


sore itu mama Ivanka sedang bersiap untuk mengikuti arisan yang selalu dia ikuti bersama mama Rita Anggara.


"ma kenapa harus ikut acara seperti itu, lebih baik ikut istri Sandiaga saja lah, pengajian," kata sang suami.


"no, mama belum ingin pa, nanti kalau ma sudah siap pasti mama berubah kok," kata mama Ivanka.


akhirnya mama Ivanka pergi dengan mobil mewah yang baru di belikan oleh Leo dan Ema.


saat sampai di hotel yang mereka sepakati, ternyata mama Rita juga baru datang,mereka pun masuk bersama.


mereka pun mulai acara, dari berbincang dan Pengalangan dana, dan mulai mengocok arisan.


ternyata mama Rita yang mendapatkan hari ini, tak di duga mereka mengeluarkan beberapa pria muda yang sudah bertelanjang dada.


mama Rita dan mana Ivanka terkejut bukan main, pasalnya mereka tak tau ada arisan berondong juga.


mama Ivanka dan mama Rita mulai risih, kemudian saat mereka berbincang. seorang wanita mengusik mama Ivanka.


"eh jeng, kapan mantunya Jamil, masak udah nikah lama mantunya gak hamil-hamil juga, jangan-jangan mandul ya," kata seorang ibu pejabat.


"aduh jeng, mulutnya hak pernah sekolah ya, mending di sekolahin dulu deh," jawab mana Ivanka.

__ADS_1


"alah jeng, jangan tersinggung, kita kan cuma tanya, lagi pun perempuan gak guna itu mending di ceraikan saja," usul salah satu perempuan.


"wah berarti bapak direktur juga harus ganti istri dong, kan situ sudah tua, Hadi malu dong kalau di ajak jalan," jawab mana Ivanka tersenyum mengejek.


"eh jeng, kok malah nyolot sih," kata ibu pejabat yang tak terima.


"asal kalian tau ya, aku itu menyukai dan menyayangi menantuku seperti putriku, jadi jangan berani mengusiknya atau aku bisa menghancurkan keluarga kalian, lagi pula menantu itu buat di sayangi bukan jadi mesin pencetak anak, gila ya kalian," kata mama Ivanka.


"gitu aja sewot jeng," kata yang lain.


"kalian selalu menghina setiap orang, merasa begitu sempurna bukan, dengan harta yang kalian miliki, dan sekarang aku mundur dari arisan menjijikkan ini, lihat bahkan kalian tak lihat umur, masih doyan berondong, ingat sebentar lagi mati," kata mama Ivanka yang pergi.


tapi seorang ibu menginjak gaun mama Ivanka hingga robek. mama Ivanka tersenyum dan menandai wajah itu.


"oke,besok akan ada berita. perusahaan Adiguna bangkrut, dan kura lihat apa kamu masih punya muka, nyonya besar Adiguna yang sudah di selingkuhi dengan gadis SMA, dan bahkan suamimu mengajaknya pulang ke rumah bukan, dasar tak tau malu," kata mama Ivanka.


wanita itu pun malu, tapi mana Ivanka dengan keren menaikan roknya dan menyilang kan kedua ujung tok dan mengikatnya .


sekarang mama Ivanka pergi dengan begitu bergaya, dan semua orang terdiam takut.


pasalnya mereka tau siapa orang yang mereka singgung, perusahaan Aditama sudah menjadi perusahaan pembuatan kapal pesiar dan juga yang menguasai bisnis interior design melalui menantunya.


mama Rita juga mengeluarkan semua hasil arisan dan menaruhnya di meja, "nikmati semua ini dengan berondong kalian itu, aku juga berhenti dari arisan gila ini," kata mana Rita yang juga pergi.


flashback end.....


Ema tersenyum bahagia, tak mengira jika mertuanya begitu menyayanginya.


"berarti aku harus memanjakan mama mertua ku bukan sayang," kata Ema.


"tentu, kamu adalah kebanggaannya, itulah kenapa mama tak pernah membiarkan mu sedih," kata Leo yang menghapus air mata Ema.


mereka pun berpelukan, tak lama ada pertunjukan air mancur, Ema pun langsung mengecup mesra bibir suaminya.


sedang Leo malang mencium mesra bibir Ema,mereka pun bahagia bersama.

__ADS_1


__ADS_2