
Alea masih terdiam setelah mendengar perkataan dari Bram yg mengejutkan.. Alea mendadak menginggat senyum Kirana saat mengatakan jika ia beruntung memiliki Ardi...
Alea tak mungkin bisa merebut senyum itu.. apa lagi kini Kirana sedang hamil anak Ardi...
" apa anda tak waras mau merebut istri orang yg bahkan tengah hamil..." kata Alea..
" hahaha aku tak masalah akan hal itu.. bagaimana mau membantuku.." kata Bram...
Alea terdiam kembali.. dia binggung dengan semua ini karena dia juga ingin menjadi wanita di sisi Ardi.. tapi tak mungkin dia menyingkirkan Kirana dan juga bayinya...
" baiklah.. kau bisa memikirkan nya.. aku akan menunggu dan kau bisa menghubungiku jika sudah punya pilihan nantinya..." kata Bram meletakkan kartu nama di atas meja..
kini Bram meninggalkan kafe dan Alea yg masih termenung.. kini Alea pun pergi dari kafe itu..
Alea melajukan mobil miliknya ke sebuah taman.. dia sedang binggung dengan semua ini.. di sisi lain otak nya menginginkan Ardi sedang hatinya melarang itu..
tak lama saat Alea sedang duduk berdiam sambil menikmati waktu sore hari.. ada seorang pria yg mengulurkan minuman padanya..
" seperti nya anda begitu lelah.. ini mungkin sedikit bisa meringankan beban anda..." kaya pria itu..
Alea melihat minuman yg di berikan padanya.. dan kemudian melihat pria yg tersenyum begitu manis..
" terima kasih..." kata Alea..
" baiklah.. aku harus pergi.. minum lah.. semoga beban anda sedikit berkurang..." pamit pria itu pada Alea..
Alea menatap kepergian pria itu dengan senyuman.. ternyata masih banyak orang yg baik.. bahkan pria itu berbalik dan melambai pada Alea dengan senyuman yg mengembang di wajah nya yg tampan..
" dasar pria aneh..." kata Alea tanpa sadar tersenyum melihat air minum..
Alea sedikit merasa baikan dan memutuskan untuk pulang ke rumah..
sedang di rumah Rika.. Alex di buat pusing oleh ulah tiga gadis yg mendadani ya seperti anggota boyband Korea bahkan Alex tak bisa menolak..
tak lama Ardi dan Kevin pun datang... mereka masuk dan mendapati Alex yg sedang di kerjai oleh tiga gadis itu...
" sayang..." kata Ardi mengejutkan Kirana...
" Daddy..." kata Kirana langsung berhamburan ke pelukan Ardi..
" kau begitu senang mendandani Alex Hem..." kata Ardi sambil membalas pelukan Kirana...
" habis kak Alex seperti oppa oppa Korea.. kalau om Kevin ajusshi karena jarang tersenyum..." kata Kirana tertawa
" saya tak berminat nyonya..." kata Kevin datar..
" kita coba saja.. aku pasti yakin om Kevin bisa se imut kak Alex...." kata Kirana..
Alex langsung menyeret Kevin untuk ikut di dandani dan Rika yg begitu bersemangat.. Kevin sudah menatap tajam tapi Alex dan yg lain tak menggubrisnya..
kini Kevin pun sudah tampan dan terlihat begitu imut di mata Rika... dua pria itu sudah berhasil di rubah penampilannya..
__ADS_1
" om Ardi.. mau juga.. biar sekalian..." kata Rika..
" no... Daddy tak boleh terlihat imut.. Daddy harus selalu terlihat macho..." kata Kirana..
" idih bilang saja kalau kau tak ingin kami menyentuh om Ardi... dasar..." kata Ema..
"biarin.... udah sana kalian foto dan joget.. " kata Kirana...
kini Rika dan Ema telah ber selfi bersama Alex dan Kevin.. mereka langsung mengunggahnya ke medsos...
benar saja begitu banyak mengangumi ketampanan Alex dan Kevin.. sedang Kardi mengajak Kirana ber-selfie dan mengunggahnya ke sosmed miliknya...
ini pertama kali Ardi mengunggah wajah Kirana karena selama ini wajah cantik Kirana selalu di tutupi stiker atau hanya foto dari belakang...
" sayang mau makan malam di luar.." tanya Ardi..
" tentu.. tapi kita ajak semuanya ya Daddy.." kata Kirana..
" tak ingin hanya kita berdua saja.." tanya Ardi..
" gak.. aku ingin bersama mereka lebih lama.. apalagi sekarang aku tak bisa bebas seperti dulu..." kata Kirana..
" baiklah.. " kata Ardi...
" Kevin.. ayo kita makan malam bersama tolong booking di restoran biasanya..." kata Ardi.
" baik tuan..." jawab Kevin..
kini mereka semua sedang menuju ke restoran yg sudah di pesan oleh Kevin.. saat sampai manajer yg menyambut Ardi dan rombongan dan langsung menuju ke ruang VIP..
makan malam pun usai.. kini Ardi dan Kirana pamit terlebih dahulu karena ingin mengunjungi salah satu tempat..
" kita mau kemana Daddy.. ini sudah sedikit larut..." tanya Kirana..
" tenanglah.. kita hanya berjalan jalan.. ada suatu tempat yg ingin ku tunjukkan padamu..." kata Ardi yg melajukan mobil nya..
mereka sampai di suatu tempat yg di tuju.. pada pengawal sudah siap menyambut kedatangan Ardi dan Kirana..
Ardi mengandeng tangan Kirana.. mereka berjalan menyusuri jalan setapak.. Kirana masih binggung melihat sekeliling nya yg gelap..
" Daddy... ini di mana.. kenapa begitu gelap..." tanya Kirana..
" nyalakan lampunya..." kata Ardi memberi perintah..
seketika ada cahaya yg terlihat mendekat ke arah mereka dan seketika taman itu terlihat begitu indah karena lampu yg menyala..
bahkan di tengah taman terdapat sebuah air mancur.. Kirana begitu senang melihat itu..
" ini taman rumah baru kita... dan mari kita lihat rumah kita..." kata Ardi..
" tapi bukankah Daddy sudah punya rumah..." tanya Kirana..
__ADS_1
" ini rumah yg begitu kamu impikan.. aku membantunya hanya khusus untukmu.. dan ini hadiah pernikahan dariku..." kata Ardi..
mereka mendekat ke sebuah bangunan rumah yg bergaya klasik dan juga taman bunga di sekitarnya.. bahkan ada taman bermain untuk anak anak di samping rumah..
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
di sebuah rumah yg cukup besar.. seorang pria sedang berdiri di depan sebuah foto yg berukuran cukup besar..
pria itu tersenyum menyeringai.. entah apa yg di pikirkan dalam kepalanya yg termasuk jenius itu...
" lihat lah.. aku akan merebut semuanya darimu.. seperti dulu kau membuatku ke hilangan semuanya... jangan harap kau bisa tenang... bahkan dulu orang tua ku membuang ku... itu semua karena ulah mu... dan ku pastikan kau menerima semua balasan atas semua itu..." kata seorang pria...
" maka aku ingin lihat keluarga Shiddiq hancur seperti mereka menghancurkan ku.. terutama kau Ardi.. dan ku pastikan kau hancur dengan tangan ku sendiri... hahaha.." tawanya menggema...
tak lama asisten nya menghampiri pria itu seraya menunduk hormat...
" tuan.. saya sudah mengetahui nona Sandra sudah menetap di Austria dengan suami dan putrinya.." kata asistennya itu..
" kau memang hebat.. sekarang giliran ku membalas pria sombong itu..." kata Bram..
" baik tuan.." jawab asistenya seraya pergi dari ruangan redup itu..
kini Bram menuju ke sebuah ruang latihan fisik.. dia menginggat bagaimana dia dulu di hina bahkan di usir oleh orang tuanya..
tapi dia berhasil bangkit dan berdiri sendiri dengan semua kemampuannya... kini hanya satu tujuan hidupnya membuat Ardinata Abraham as Shiddiq hancur tak bersisa...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih