
Ardi memasukkan Kirana ke kursi samping kemudi, Ardi langsung memutar dan masuk ke kursi pengemudi.
Mobil mereka membelah jalanan malam yang lenggang, karena sudah hampir jam 11malam.
Kirana yang masih sebal pada Ardi karena memaksanya pulang, tiba tiba perut Kirana berbunyi dengan keras, Kirana hanya bisa menahan malu.
Ardi langsung memakirkan mobil ke sebuah rumah makan Padang, Ardi keluar di ikuti Kirana yang mengekor di belakangnya, Ardi masih mendiamkan Kirana.
Kini mereka masuk dan mencari tempat duduk yang sedikit pojok, Kirana masih cemberut karena Ardi tak mau membuka suaranya dan berbicara padanya.
Kirana merasa putus asa karena dia tak pernah di diamkan Ardi seperti ini, itu membuat Kirana sedih.
"Daddy.. Kirana minta maaf, kami hanya main dan joget tak minum minum kok," kata Kirana.
"Benarkah? sudah berapa kali kalian ketempat Alex," tanya Ardi.
"Emm.... beberapa kali Daddy," jawab Kirana dengan sedikit ketakutan.
"Apa Tasya tau tentang kelakuanmu ini?" tanya Ardi.
"Tidak Daddy, karena kami keluar saat menginap di rumah Ema atau di rumah Rika," jawab Kirana.
"Kamu tau kan Daddy tak suka kalau kamu main ketempat seperti itu, apalagi mengunakan baju yang kamu pakai sekarang," kata Ardi.
"Kenapa Daddy jelek ya?" tanya Kirana polos.
"Bukan jelek tapi Daddy tak mau jika tubuhmu di pandangi mesum oleh pria," jawab Ardi.
"Tapi Daddy bisa berganti wanita setiap malam," kata Kirana.
Ardi terdiam, dia tak bisa membantah apa yang di katakan oleh Kirana adalah benar, Ardi masih suka kencan meski tak sesering dulu.
"Pokonya Daddy tak mau melihat mu ke tempat seperti itu lagi, dan juga memakai baju mini begini," kata Ardi.
"Iya Daddy,"jawab Kirana.
"Owh ya, besok ikut Daddy pergi," kata Ardi.
"Kemana?" tanya Kirana.
"Ikut dan jangan banyak bertanya, dan cepat habiskan makanannya," kata Ardi.
kini mereka menikmati makan malam bersama, setiap orang di rumah makan itu berbisik mengomentari Ardi dan Kirana yang serasi.
__ADS_1
Ardi yang tampan dan berwibawa sedang Kirana yang cantik dan sempurna, bahkan mereka seperti pasangan yang sangat pas kalau di lihat.
bahkan Ardi yang begitu perhatian pada Kirana di salah artikan karena mereka mengira jika Ardi dan Kirana adalah pasangan kekasih.
Ardi dan Kirana menyelesaikan makan malam mereka, Ardi membayar dan Kirana mengandeng tangan Ardi, saat keluar dari rumah makan Ardi bahkan merangkul Kirana.
mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju apartemen, tanpa di duga Kirana malah sudah terlelap begitu pulas, Ardi tersenyum melihat Kirana yang sudah tenang di sampingnya,
Ardi menyingkirkan rambut Kirana yang menghalangi wajah cantik gadis itu, saat melihat bibir Kirana Ardi seakan terhipnotis oleh bibir mungil nan mengiurkan itu.
jiwa laki laki Ardi bangkit, entah kenapa hanya dengan melihat bibir mungil itu kantung nya menjadi tak karuan.
"Shit!" umpat Ardi.
kini mobil yang di kemudikan Ardi memasuki area parkir dari apartemen miliknya itu, Ardi tak tega harus membangunkan Kirana jadilah Ardi mengendong Kirana.
kini mereka sudah di sambut oleh bik Ina.
"Bibik istirahat saja," perintah Ardi.
"Baik tuan," jawab bik Ina.
Ardi membawa Kirana ke kamar nya dan melepas sepatu dan jaket Kirana, Ardi juga melepas jaketnya.
kini mereka tidur berpelukan, Ardi tak menyadari jika hatinya sudah mulai terisi oleh Kirana, bukan gadis kecil yang ia selamatkan tapi remaja cantik yang sudah mengisinya.
sedang di diskotik, Alex dan Kevin di buat pusing oleh dua gadis yang sudah mabuk berat, bahkan Alex sudah memaki kedua pengawalnya yang tak bisa menjaga adik nya serta teman nya itu.
"Ini kalau di bawa pulang bisa ngamuk papa gue," kata Alex pada Kevin.
"Terus gimana? lagian elo juga salah biarin mereka berdua masuk ke tempat seperti ini," terang Kevin ikut kesal.
"Kita nginep di apartemen loe ya, kan ada 3 kamar tu," usul Alex.
"Tapi kalian gak boleh jorok dan paginya kamu yang siapin sarapan," kata Kevin.
"Oke deal, sekarang elo bantu bawa tu si Ema dan gue gendong Rika," kata Alex.
"Cih merepotkan sekali," jawab Kevin.
dua pria itu mengendong para gadis dan memasukkan mereka ke mobil, kini mereka menuju apartemen Kevin yang berada di sebelah apartemen milik Ardi.
Tak lama mereka sampai di apartemen, Kevin mengendong Rika dan Alex mengendong Ema, mereka sampai di apartemen Kevin dan menidurkan dua gadis itu di kamar tamu.
__ADS_1
"Aku tidur dulu, kamu bisa gunakan kamar tidur di sebelah," kata Kevin meninggalkan Alex.
"Untung temen kalau gak usah gue jitak loe," kata Alex.
"mau tidur di kamar atau di luar," kata Kevin datar.
"Iya iya maaf gue bercanda." jawab Alex.
dia tak ingin merasakan dinginnya tidur di luar, Kevin sedang mandi sebelum tidur dan saat di ranjang ia melihat sebuah bingkai foto.
"apa kalian bahagia di sana, karena aku juga sudah bahagia di sini, berkat pertolongan tuan muda aku menjalani hidupku dengan baik, bahkan aku juga sudah mulai membuka usaha kecilku, aku tau kalian pasti sempat kecewa melihatku, tapi percayalah.. aku sudah hidup dengan baik, jadi kalian bisa tenang di sana," gumam Kevin menaruh pigora itu dan mulai menutup mata.
Kevin masih belum bisa tidur, ia memutuskan membuat susu hangat tapi dia kaget saat melihat Rika yang berjalan menuju dapur.
"Hai kak Kevin, boleh minta air Lemon gak," kata Rika.
"Nih minum biar gak penggar." kata Kevin.
Rika meminum air jahe tanpa gula seketika Rika memuntahkan semua isi perutnya, Kevin pun membantu Rika dengan santai.
"Udah enakan dan sadarkan." kata Kevin.
"Iya sih tapi baju ku sekarang basah," regek Rika.
"Huh.. kalau bukan adik Alex udah aku karungin trus aku buang kamu," kata Kevin menuju kamarnya.
Kevin kembali sambil membawa kaos oblong dan juga celana pendek miliknya dan memberikannya pada Rika.
"Nih pakai dan jangan merepotkan, besok kamu harus bikin sarapan mengerti," kata Kevin sambil berlalu.
"Siap bos untung ganteng, kalau gak aku tabok tuh," gumam Rika.
kini Rika Mengganti bajunya dengan baju Kevin setelah itu dia memutuskan untuk tidur lagi.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih