
saat wartawan sibuk, Ardi membatalkan untuk memperkenalkan putri nya pada khalayak ramai.
Kirana merasa ada yang tak beres, Kirana merasa jika ada sesuatu yang terjadi, tak di sangka sebuah pesan masuk ke ponsel Kirana.
ternyata mama Rika mengirim pesan pada Kirana untuk segera ke rumah Anggara karena Rika dalam bahaya.
tak di duga Kirana langsung undur diri dari acara itu. Ardi dan yang lain di buat terkejut. bahkan kitab menerobos pengawalan para bodyguard.
"Daddy suruh mereka minggir atau aku akan membenci kalian semuanya!" teriak Kirana.
"what's wrong mom.." jawab Ardi.
"rika is getting married to a businessman from the middle east and i don't want that to happen.(rika akan dinikahkan dengan pengusaha asal timur tengah dan aku tak ingin itu terjadi.)" jawab Kirana.
Ardi dan Kevin kaget, Kevin langsung berlari menuju Kirana begitupun Ardi.
Ardi langsung memerintahkan Hiro untuk mengawal Wulan dan sandi pulang sedang kini dia dan Kirana serta Kevin akan menuju ke rumah Anggara.
semua wartawan masih di ruangan itu. Leo dan Ema akan tetap di sana untuk melanjutkan acara.
Kevin mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi untuk sampai di rumah Anggara. mereka kaget karena perumahan itu di jaga ketat.
"tuan kita tak mungkin bisa masuk kedalam area itu." kata Kevin.
"sial, sebenarnya apa yang di rencanakan Alex dan ayahnya." kata Ardi.
"Daddy.. om.. kita harus menyelamatkan Rika, aku tak ingin sesuatu terjadi padanya." kaya Kirana.
"mom tenanglah, kita tak mungkin bisa menerobos masuk, tapi jika yang kau katakan benar seharusnya aku mengenal pengusaha itu." kata Ardi.
"ini tadi mama Rika mengatakan jika calon suami Rika bernama Abdullah Al Waleed." jawab Kirana.
Kevin dan Ardi saling pandang, mereka tau dia adalah pengusaha yang begitu terkenal kasar dan semena mena.
"mom apa kau yakin itu namanya?" tanya Ardi.
"iya Daddy, dan kalau tak percaya kau bisa membacanya." kata Kirana menyodorkan ponselnya.
"tuan lebih baik kita menunggu sampai situasi ini mereda karena ini tak akan semudah itu apalagi harus berurusan dengan pengusaha macam tuan Al Waleed ini." kata Kevin.
"kau benar Kevin, mom kita pulang dulu karena yang kita hadapi ini bukan orang sembarang an. dan kita bahkan bisa mati di tangan ya jika tetap nekat." kata Ardi.
"tapi bagaimana dengan Rika, aku takut dia akan terluka.." kata Kirana sedih.
"yakinlah dan berdoa semoga Al Waleed bisa menerima Rika menjadi istrinya dan juga bisa memperlakukan Rika dengan baik." jawab Ardi.
__ADS_1
"baiklah Daddy, aku menurut padamu dan bisakah suatu saat kita menemuinya." kata Kirana.
"kebetulan nyonya bulan depan ada acara amal di Jerman dan saya pastikan tuan Waleed adalah salah satu undangan begitu pula anda dan tuan." jawab Kevin.
"om apa kau baik baik saja?" tanya Kirana.
"saya baik nona, saya memang tak pernah menaruh harapan yang terlalu tinggi apalagi mengingat seorang tuan Anggara." jawab Kevin.
tapi Kirana dapat melihat kesedihan di mata seorang Kevin. saat Kevin melajukan mobil ternyata bertepatan dengan rombongan mobil yang membawa Rika keluar dari perumahan itu.
"om ikuti om.. aku mohon.." kata Kirana.
Ardi mengangguk dan Kevin mengikuti mobil itu yang ternyata menuju ke bandara dengan pengawalan begitu ketat.
tanpa di duga saat Ardi dan Kevin lengah saat melihat Rika yang turun bersama Waleed, Kirana turun dan berlari kearah sahabatnya itu.
"Rika!" panggil Kirana dan langsung di tahan oleh beberapa pengawal Waleed.
"Rika bisakah aku memelukmu!" teriak Kirana.
Waleed melihat Kirana yang sudah menangis begitupun Rika yang juga terlihat begitu sedih saat melihat Kirana.
"peluk dia anggap saja sebagai salam perpisahan. dan ini yang terakhir untukmu." kata Waleed
para pengawal melepaskan Kirana dan langsung memeluk sahabatnya itu. bahkan dua sahabat itu berpelukan begitu erat.
"ini bukan salahmu tapi memang keserakahan dari papa dan kak Alex. dan bisakah kau mencabut tuntutan untuk Kak Alex demi aku." kata Rika.
" tentu kau sahabat ku akan ku lakukan apapun untukmu." jawab Kirana.
Kirana melepas gelang kesayangan nya dan memakaikan pada Rika. Rika terharu karena Kirana mu memberikan gelang yang di sebut gelang keberuntungan milik Kirana.
"ayo pergi." kata Waleed.
"maaf tuan, bisakah tolong jaga sahabatku ini. dia memang terlihat kuat tapi dia orang yang lembut dan mudah tersentuh dan lebih mengutamakan orang lain di Bandung dirinya." kata kirana pada Waleed.
"Hemm..." jawab Waleed.
" aku menyayangimu.. sampai jumpa lagi..." kata Rika yang berjalan kearah Waleed.
"aku juga menyayangimu..." kata Kirana yang melihat kepergian sahabat nya itu.
Kirana pun berdoa semoga hidup Rika akan baik di sana, apalagi Rika yang memang gadis baik.
Ardi menghampiri Kirana dan mengajaknya pulang. kini di mobil semua diam. bahkan Kevin terlihat biasa saja.
__ADS_1
Kirana tau jika Kevin terluka karena pernikahan Rika, tapi asisten suaminya itu bisa menyembunyikan semuanya dengan baik.
sedang di pesawat Rika sedang berdiam diri karena dia tak menyangka hidupnya akan berpindah ke neraka.
"aku tak menyangka sahabat mu adalah istri dari seorang Ardinata Abraham as Shiddiq." kata Waleed yang berhasil membuat Rika menoleh kearahnya.
" aku mohon jangan ganggu mereka, aku akan melakukan apapun yang anda perintahkan." kata Rika.
"kalau begitu jangan berbunga dengan mereka lagi atau aku akan membunuh mereka semua." kata Waleed.
"baik tuan aku akan melaksanakan nya ." jawab Rika.
Waleed mulai mendekati Rika, Rika sebenarnya risih pada pria yang sudah menjadi suaminya itu.
"maaf tuan anda mau melakukan apa" tanya Rika ketakutan.
" kau harus melayani ku saat ini, dan ku ingin lihat apa yang di katakan oleh papa mu itu benar." kata Waleed.
"tapi ini di pesawat tuan, bisakah kita menunggu saat sudah mendarat nantinya." jawab Rika ketakutan.
tanpa bicara lagi Waleed langsung menyeret Rika ke dalam kamar yang ada di pesawat. Waleed langsung merobek baju Rika.
bahkan kini Rika hanya bisa menangis saat Waleed memaksa mengambil haknya.
kini Rika tak berdaya menghadapi Waleed yang sudah berhasil menikmati tubuhnya. Rika hanya bisa menangis merasakan seluruh badannya sakit akibat Perbutan Waleed.
setelah puas Waleed meninggalkan Rika begitu saja, bahkan pria itu tersenyum puas saat tau Rika memang gadis yang sesuai keinginannya.
Rika menutupi tubuhnya dan hanya bisa menangis di sana, Rika tak menyangka jika hidupnya akan hancur oleh keserakahan dari keluarganya sendiri.
"hakim.. berikan apa yang aku janjikan pada tuan Anggara tapi jangan biarkan rubah tua itu meminta seenaknya lain kali." kata Waleed.
"baik tuan." jawab hakim yang langsung melaksanakan perintah bosnya itu.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘 terima kasih