
Kirana tengah bersembunyi dari intan dan suster itu. Untung nya dia berhasil merekam semua bukti itu.
kini Kirana menuju ke tempat Ema dan Alex tapi saat akan ke ruangan itu karena tak hati hati Kirana malah menabrak seorang pria.
" maafkan aku yg tak melihat anda." kata Kirana.
" hei kenapa ku seperti ketakutan begitu." tanya Leo.
" hah kak Leo ku kira siapa. apa aku bisa meminta bantuan kak Leo?" tanya Kirana.
"bantuan apa Kirana, jangan bilang kamu curiga kalau Ardi selingkuh." tebak Leo.
" ahh kalau dia berani selingkuh pasti akan aku potong anunya, tapi ini tentang seseorang yg aku ingin tau kebenaran dari orang itu." kata Kirana.
" siapa ?" tanya Leo binggung.
Kirana mengirim email pada Leo untuk di selidiki. Leo pun melihat email dari Kirana dan mengangguk.
" Kirana.. ku cari ternyata kamu di sini.. hai kak Leo." sapa Ema lembut.
" hallo si cantik Ema di sini rupanya." kata Leo.
" udah deh jangan mulai gombalnya, inget calon bini orang tuh." kata Kirana.
" kan masih calon masih bisa di tikung." jawab Leo enteng.
" udah yuk.. kita kan bolos sekalian aja udah siang juga. kak Leo jangan lupa ya." kata Kirana.
" oke nyonya Shiddiq pasti beres." jawab Leo.
" kalau gitu aku pergi dulu ya... bye Kirana bye gadis cantik Ema." kata Leo dengan senyum ke arah Ema.
kini Kirana dan Ema menuju ke parkiran mobil tak sengaja mereka melihat Alex tengah memeluk seseorang wanita.
Ema mengalihkan pandangan dan memilih langsung masuk ke dalam mobil begitupun Kirana.
Kirana melajukan mobil dan berhenti tepat di samping dua orang yg tengah berpelukan tak tau tempat itu.
" idih..cari hotel aja lah, kenapa harus mesum di parkiran rumah sakit sih bikin risih saja." kata Kirana.
Alex terkejut melihat Kirana dan Ema yg masih belum pulang. sedang Kirana kaget melihat intan yg di peluk Alex.
" cih.. murahan." kata Kirana.
" ayo kita pulang Kirana." ajak Ema.
Alex terdiam melihat Kirana yg sudah menancap gas dan meninggalkan tempat parkir.
" kau bik saja Ema?" tanya kirana.
" ha-ha-ha aku baik, bahkan ku sudah terbiasa melihat semua itu." jawab Ema.
" maksudmu?" tanya Kirana.
" aku sering melihat kak Alex bersama wanita itu sudah hampir 6 bulan ini, aku menunggu kejujuran kak Alex tapi ternyata dia tak menjelaskan apapun." kata Ema.
__ADS_1
" apa kau tak merasakan sakit melihat mereka?" tanya Kirana.
" awalnya iya, tapi akhir akhir ini aku merasa biasa saja. mungkin cintaku juga sudah terkikis dengan perbuatan nya hingga aku tak merasakan apapun." jawab Ema.
" oke deh buk.. sekarang kita mau kemana nih?" tanya Kirana.
" ke mall dan ayo kita beli hadiah untuk keponakan cantikku karena aku sudah merindukan nya." kata Ema
"oke. tapi belikan boneka saja, karna baju Andhara sudah terlalu banyak." kata Kirana.
" terserah aku dong." jawab Ema tak mu kalah.
kini dia gadis itu menuju sebuah mall yg cukup besar. saat mereka masuk kesebuah toko mainan.
tak di sangka Ardi tengah berjalan dengan seorang wanita. Ema yg tak sengaja melihat pun menepuk bahu Kirana.
" Kirana tuh lihat, itu bukanya suamimu ya!" kata Ema.
Kirana melihat ke arah yg di lihat Ema. dia melotot saat melihat Ardi yg sedang menemani seorang wanita berbelanja.
Kirana dengan santainya mengajak Ema keluar dari toko dan berjalan kearah Ardi dan wanita itu serta asisten Kevin.
Ardi melotot saat melihat istrinya tengah tertawa bersama Ema. Ardi menatap tajam pada Kirana.
" hei kenapa kalian bolos dan main disini!" seru Ardi pada dua gadis itu.
Kirana dan Ema menoleh dan mengacungkan jari tengah mereka. kini mereka kembali tertawa sambil meninggalkan Ardi yg menahan amarahnya.
" kau begitu berani nona." batin asisten Kevin.
" lebih tak tau malu seorang wanita yg mengandeng suami orang." kata asisten Kevin datar.
Cherry langsung cemberut mendengar ungkapan dari asisten Kevin. sedang Ardi sadar jika dia juga salah.
sedang kini dua gadis itu sampai di toko kue. setelah itu mereka menuju ke mansion milik Ardi.
mobil Kirana sampai di mansion dan terlihat mobil Rika juga di sana. benar saja baru masuk Rika sudah memasang wajah jutek.
" hei.. kenapa wajahmu?" tanya Kirana yg duduk di sofa.
" kalian keterlaluan ah.. masak gue gak di ajakin bolos sih, untung gue kesini jadi bisa main sama Andhara."kata Rika.
" aish.. gue males ah kalau bahas itu, sekarang mana Andhara?" tanya Ema.
" dia tidur sama Omanya, kita mau ngapain nih sekarang mumpung di sini?" tanya Rika.
" kita berenang aja sekalian tenangin pikiran say. tapi pinjem baju Kirana aja." usul Ema.
" okelah, tapi aku mau lihat Andhara dulu, oh ya minta pak Kim mengambilkan baju untuk kalian." kata Kirana yg naik ke lantai dua.
Kirana membuka pintu kamar dan terlihat Wulan yg sudah terlelap bersama Andhara di kasur king size yg sengaja di pesan oleh Ardi.
Kirana mencium putrinya kemudian keluar dari kamar itu. Kirana meminta para pengasuh untuk siaga seandainya Andhara bangun.
kini Kirana juga sudah berganti baju untuk berenang. para pelayan sudah menyiapkan minuman dan cemilan untuk ketiga gadis itu.
__ADS_1
Ardi memang membiarkan Kirana menikmati masa mudanya selama dalam batas kewajaran.
kini Kirana sudah bergabung dengan kedua sahabatnya itu. dan tanpa di duga Ardi pulang dengan gadis yg bersamanya saat di mall.
" pak Kim mana Kirana?" tanya Ardi saat masuk rumah.
" nona besar sedang berenang bersama nona Ema dan nona Rika tuan." jawan pak Kim.
" bilang suruh menemuiku saat mereka bertiga selesai." kata Ardi.
" maaf tuan, nona besar bilang sedang tak ingin di ganggu apalagi jika itu tuan muda dan tuan Alex." kata pak Kim.
" apa maksudnya!" geram Ardi.
" mungkin nona tak menyukai keadaan tadi tuan." jawab asisten Kevin.
" aish.. gadis ini." kata Ardi langsung berjalan ke kolam renang.
saat Cherry ingin mengejar Ardi, asisten Kevin menahannya. dan memberi tatapan tajam pada gadis itu.
" nona tolong mengerti batasan mu." kata asisten Kevin.
Cherry langsung duduk dengan kesal dan di awasi oleh asisten Kevin dan pak Kim.
sedang Ardi menatap kesal pada tiga gadis yg tengah tertawa saling bermain air di dalam kolam renang.
" mommy aku ingin berbicara denganmu, naiklah." perintah Ardi.
Kirana langsung baik tanpa bantahan. Ardi melotot melihat Kirana yg mengunakan baju renang yg begitu ketat hingga membentuk tubuhnya.
" aish.. mandilah dulu karena ada sesuatu yg ingin aku bicarakan." kata Ardi.
" jika ini mengenai gadis tadi aku tak berminat." jawab Kirana memakai jubah mandinya.
" kenapa, aku ingin menjelaskan padamu." kata Ardi.
" itu telat Daddy, seandainya aku dan Ema tak melihat kalian tak mungkin Daddy mau menjelaskan semuanya kan." kata Kirana yg masuk ke kamar mandi khusus yg ada di sekitar kolam.
.
.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih
__ADS_1