Secret Daddy

Secret Daddy
keluarga


__ADS_3

" anda bercanda tuan Deren." kata Alea.


" tidak Alea. aku sudah mengetahui semu tentang mu. aku bahkan juga sudah mengenal ayahmu. aku menyukaimu dari pertama kali ku melihatmu." kata Deren.


" tapi aku bukan wanita yg baik." kata Alea.


" aku sudah mengetahui semuanya dari Kirana. kamu melakukan ini karena kau ingin melindungi Kirana dan pernikahannya. dan aku sangat menghargai itu." kata Deren.


" tapi kau pantas mendapatkan yg jauh lebih dari ku." kata Alea.


" tapi hati ku sudah memilihmu, dan itu akan sulit di gantikan. jika ku belum siap aku akan menunggu mu sampai kau siap menerima ku." jawab Deren.


Alea hanya terdiam melihat kearah Deren. dia mencari kebohongan di mata Deren tapi Alea tak menemukannya di sana.


sedang Sandra tersenyum melihat itu. dia tak menyangka tuhan akan mengirim pria untuk Alea yg juga begitu bik seperti Deren.


" Alea percaya lah aku mengenal Deren dari dulu. dan ku bisa memikirkan semuanya terlebih dahulu." kata Sandra.


" baiklah.. tolong berikan aku waktu untuk memikirkan nya." kata Alea.


" pergunakan waktumu sebaik mungkin karena aku akan menunggu mu sampai kau siap Alea." kata Deren.


kini Sandra memilih pulang dan membantu persiapan acara resepsi yg akan terjadi beberapa hari lagi.


bahkan Wulan dan Sandra juga sudah menyiapkan seluruh gaun yg sama untuk keluarga inti. dan juga jas untuk semua orang.


saat tengah membantu Wulan memilih model jas tak lama ponsel Sandra berbunyi dan tertera nama James di layar.


" hallo kak.. kapan kamu akan datang ke Indonesia?." tanya Sandra.


" seperti nya aku tak bisa datang karena tak memungkin kan. dan aku mengirim Lui dan Ken ke sana tolong jaga mereka untuk ku." kata James.


" baiklah. dan apa semua baik baik saja?." tanya Sandra.


" ya semu baik hanya saja aku tak bisa meninggalkan nya karena takut dokter membutuh kan sesuatu." kata James.


" baiklah kak. dan siapa yg akan bersama Ken dan Lui?." tanya Sandra.


" crish akan menemani mereka. dan tolong minta kan maaf untuk kedua pengantin ya. karena aku tak bisa datang." kata James.


" oke kak." jawab Sandra seraya mematikan telpon nya.


kini Sandra kembali bersama Wulan. setelah itu mereka menuju ke sebuah warung bakso di pinggir jalan.


warung bakso itu terlihat begitu ramai. Sandra dan Wulan pun masuk ke warung bakso itu. mereka memesan dan memilih makan di sana.


sedang untuk calon pasangan pengantin, mereka baru selesai mandi karena Ardi yg tak ingin melepaskan Kirana.

__ADS_1


mereka pun turun dan hanya melihat sandi yg sedang menonton tv sendirian. Ardi menghampiri sang papa. sedang Kirana membuatkan kopi dan cemilan untuk keduanya.


" tumben papa sendirian?. mama mana pa?." tanya Ardi.


" aish.. mama mu dan Sandra sedang membeli jas yg akan di gunakan seluruh kelurga saat acara mu nanti." kata sandi


" aku yakin sekarang Sandra sudah membeli semua isi toko itu. kadang aku kasihan dengan Edward yg memiliki istri seperti Sandra." kata Ardi.


" hei kau menghinaku bang.." kata Sandra yg datang bersama dengan Wulan serta Lui dan Ken yg ternyata juga baru datang.


" ha-ha-ha kau benar. kalian berdua kemari." panggil Ardi.


" papa kecil." panggil keduanya


" Daddy kalian kemana apa tak ikut?." tanya sandi pada kedua cucunya itu.


" Daddy begitu sibuk Opa. jadi Daddy mengirim kami mewakilinya dan juga Daddy memberi hadiah untuk papa kecil dan mama kecil." kata Ken


" aish.. James makin menyibukkan diri setelah kepergian Rissa. aku takut dia tak bisa melanjutkan hidupnya." kata sandi.


" asal papa tau aku pernah memintanya untuk menikah dan memberi ibu untuk kedua putranya itu. tapi dia mengatakan jika hanya Rissa yg akan menjadi nyonya besar keluarga Smith." kata Ardi.


sedang Ken dan Lui sedang sibuk dengan Sandra yg mengatakan jika mereka habis membeli bakso.


tak lama Kirana di bantu pak Kim datang sambil membawa nampan berisi minuman dan juga cemilan.


Kirana pun langsung ikut bergabung dengan dua kembar itu dan Sandra. mereka sedang menikmati bakso yg baru di beli.


" maaf.." kata kirana sambil pergi dari meja makan.


" mama kecil baik baik saja.." kata Lui yg mengejutkan semu orang.


" hei.. kakak ipar kau kenapa?." teriak Sandra.


Ardi yg mendengar itu dan melihat Kirana yg berlari ke taman belakang rumah. Ardi pun menghampiri Kirana yg tengah terisak di bangku taman.


" sayang ku kenapa?." tanya Ardi.


" aku tak apa apa. aku hanya sedang sangat merindukan aunty Rissa. dia yang selalu menjadi tempat ku berteduh." kata Kirana.


" kenapa tiba tiba Hem.." kata Ardi.


" entah lah.. mungkin karena aku melihat Ken dan Lui. aku tak menyangka jika dia bocah itu harus kehilangan mommy mereka dengan cara yg begitu kejam." kata Kirana.


" percayalah padaku sayang.. James dan aku selalu membuat Ken dan Lui merasa tak kehilangan kasih sayang. dan sekarang aku memintamu untuk membuat Ken dan Lui merasa jika masih banyak orang yg menyayangi mereka." kata Ardi.


" iya Daddy.. aku akan membuat Ken dan Lui merasa jika mereka juga memiliki ku." kata Kirana

__ADS_1


" baiklah.. ayo kembali kedalam. mungkin Ken dan Lui binggung melihatmu." kata Ardi yg mengajak Kirana ke dalam.


" mama kecil maaf kan Ken. tadi Ken bercanda mau menjahili mu.. jangan menangis lagi ya.." kata Ken langsung memeluk Kirana.


" apa yang kau katakan Ken?." tanya Kirana.


" sebenarnya tadi Ken memasukkan begitu banyak sambal saat mana kecil mengambil minum." kata Ken.


" aduh sayang mama. mana bangus bukan karena sambal itu tapi mana ingat orang tua mama." kata Kirana.


Ardi yg penasaran karena Ken yg ketakutan menuju meja makan dan mencicipi bakso milik Kirana. tak di sangka Ardi langsung merasa jika itu bukan bakso tapi sambal karena begitu pedas.


" Ken.. kenapa kau ingin mengerjai mama mu bahkan bakso ini begitu pedas." kata Ardi yg langsung meminum susu Lui.


" papi.." rengek Lui.


" Daddy.. berhenti memarahi Ken. dua hanya ingin menggoda ku dan aku tak keberatan." jawab Kirana.


" tapi itu begitu pedas. kau bisa sakit. dan Ken siapa yg menyuruhmu." kata Ardi yg makin marah.


" CUKUP Daddy.. berhenti memarahi Ken atau Daddy tidur di luar.." ancam Kirana.


" ahh.. kenapa kau membelanya." kata Ardi frustasi.


" mama.. papi menakutkan saat marah." kata Ken masih bersembunyi di belakang Kirana.


" hei.. sejak kapan kau suka mengadu dan bersembunyi seperti itu. Kennard keluar dari balik punggung mama kecilmu." kata Ardi.


" masih marah. berarti nanti malam Daddy tidur di luar dan aku akan tidur dengan Ken dan Lui." kata Kirana.


" hei hei.. kenapa aku yg dapat hukuman sih." kata Ardi.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘 terima kasih


__ADS_2