
Kirana sedang berbincang dengan Tasya.. mereka membahas semua hal tentang kehamilan..
" kak... bagaimana dulu kak Tasya hamil Ken.. apa ada kendala..." tanya Kirana..
" ya.. dulu kak Tasya selalu saja morning sicknees.. tapi itu terjadi hanya pada awal kehamilan..." kata Tasya..
" owh.. tapi kok aku tidak mengalaminya... tapi Daddy..." kata Kirana..
" enak dong.. jadi kamu bisa memakan semu makanan kesukaan mu..." kata Tasya..
" tidak.. malah aku membenci semua makanan kesukaan ku dulu.. sekarang aku malah menyukai makanan western seperti kesukaan Daddy..." kata Kirana..
" kalian lucu ya..." kata Tasya... sedang Kirana ikut tersenyum malu...
sedang di ruang rapat Ardi tengah marah besar karena proyek nya yg berada di Australia bermasalah..
" Kevin kenapa ini bisa terjadi..." bentak Ardi...
" maaf tuan.. saya lalai dan terjadi korupsi di proyek itu.. dan sekarang kontraktor pun sudah melarikan diri.." kata Kevin..
" siapa yg berani bermain curang dengan ku harus mati.. mereka pikir aku akan mengampuni begitu saja... selidiki dan aku ingin mereka yg berkhianat di bereskan..." kata Ardi dengan penuh amarah..
" tuan..." kata Hiro meletakkan sebuah berkas di meja di depan Ardi..
saat membaca berkas itu.. Ardi bahkan tambah marah.. Hiro hanya menyampaikan informasi tentang taman bermain yg sedang di kerjakan..
" owh... seperti nya kalian mengira kalau aku sudah mulai bisa melunak dan bisa di tipu.. Kevin.. Hiro.. bereskan kepala devisi yg berkhianat dan aku ingin melihat mereka di lantai paling atas gedung ini.. dan kita lihat apa yg bisa mereka lakukan..." kata Ardi seraya keluar dari ruangan.
kini Hiro dan Kevin sudah menatap dua kepala devisi keuangan.. benar saja Kevin langsung menyeret dia dan juga dua anak buahnya yg di seret Hiro..
semua orang kaget.. mereka hanya bisa diam karena mereka tau bagaimana kemarahan Ardi yg terkenal tak ada ampun bagi penghianat..
bahkan Ardi terkenal lebih kejam dari pada sandi.. maka dari itu Ardi begitu di segani oleh musuh musuhnya..
tiga pria itu di tarik keluar dan menuju ke atap perusahaan yg di sana Ardi telah berdiri sambil menikmati rokoknya..
Kevin mendorong kepala devisi keuangan dan Hiro mendorong dua pria bawahannya hingga tersungkur di kaki Ardi...
" kalian berani menghianati dan menusukku dari belakang... berapa yg di berikan pria itu hingga kalian berani mengacau di perusahaan ku..." kata Ardi dengan tatapan amarah..
tiga pria saling pandang karena tak ada yg berani menatap dan menjawab Ardi...
" jawab atau Klin mau benar benar bisu.. aku bisa melakukanya jika itu yg kalian inginkan.." kata Ardi...
" tuan bertanya pada kalian... jawab.." bentak kevin..
" kami dapat uang 1.5 triliun untuk satu orang..." jawab kepala devisi itu..
" hahaha... Klian bodoh ya... bahkan kerugian ku melebihi dia memberi mu uang.. kau mau aku berapa..." tanya Ardi..
__ADS_1
" berapa tuan...." tanya salah satu pegawai yg ketakutan..
" 10 triliun.. dan apa kalian bisa mengembalikan uang itu padaku.. " kata Ardi..
" kenapa bisa.. padahal anggaran untuk taman bermain tak sebanyak itu..." kata kepala devisi..
" kau bodoh ya.. itu karena dia menghalangi proyek Australia... dan kalian telah tertipu.. jadi sekarang kalian yg akan menanggung semua kerugian ku..." kata Ardi...
" tapi tuan..." kata salah satu pegawai..
" Kevinn.. bereskan mereka... jika perlu potong tangan mereka agar tak bisa mencuri lagi..." kata Ardi seraya meninggalkan atap gedung Shiddiq Grub..
kini tiga orang itu mulai ketakutan melihat Kevin dan Hiro yg mendekat kearah mereka.. kini tiga pria itu berhadapan dengan para pria yg tanpa emosi saat menjalankan tugas.. berbeda saat bersama orang terdekat Ardi...
kini Ardi di buat frustasi.. karena harus melihat semua proyek yg bermasalah di Australia..
Ardi binggung.. dia tak mungkin mengajak Kirana karena kandungannya yg begitu lemah.. tapi dia tak tega harus meninggalkan istri kecilnya itu...
kini Ardi masuk ke kantornya dan langsung menuju ke kamar pribadi nya.. Kirana yg melihat tingkah Ardi pamit pada Tasya dan menyusul Ardi..
Tasya mengerti dan langsing menghampiri kakak dan suaminya di atap... Tasya tau karena dulu dia juga termasuk jajaran orang kepercayaan Ardi...
Ardi sedang minum sambil melihat suasana dari jendela kamar itu.. Kirana memeluk nya dari belakang.. Ardi tersenyum dan mengelus tangan Kirana....
" Daddy sedang memikirkan sesuatu..." tanya Kirana...
" kemana.. dan berapa lama..." tanya Kirana..
" Daddy harus pergi ke Australia dan mungkin untuk satu bulan.. karena ada beberapa proyek yg mengalami masalah.. apa kamu keberatan saung.. jika ia mungkin Daddy bisa meminta Hiro yg pergi..." kata Ardi menatap manik indah dari Kirana..
" tidak apa Daddy.. seperti nya itu sangat penting.. jadi Daddy boleh pergi.. tapi jangan macam macam di sana oke.." kata Kirana...
" tentu sayang... lagian tubuh Daddy dan juga hati Daddy hanya milikmu.. bahkan selamanya..." kata Ardi memeluk Kirana begitu erat...
" aku tau itu..." kata Kirana tersenyum dalam pelukan Ardi..
Ardi terus menahan hasrat nya pada Kirana.. bahkan Ardi belum berani menyentuh Kirana takut menyakiti Kirana dan anak di kandungan Kirana..
apalagi setelah yg di katakan oleh dokter.. kini Ardi begitu menjaga kondisi Kirana.. bahkan juga semua asupan gizi nya...
"kamu istirahat ya sayang.. karena ada sesuatu yg harus Daddy kerjakan..." kata Ardi..
" tapi Kirana ingin Daddy menemani ku tidur baru boleh keluar..." kata Kirana..
" tentu.. " kata Ardi yg mengendong Kirana dan meletakkan nya di ranjang...
kini Ardi menidurkan istri kecilnya seraya mengelus perut buncit Kirana.. Ardi merasa bahagia bisa bersama gadis cantik yg sudah menemaninya selama 10 th ini...
setelah Kirana tertidur.. Ardi kembali ke meja kerjanya dan tak lama tiga orang itu sudah berdiri sejajar di depan Ardi..
__ADS_1
", Kevin.. kamu ikut aku ke Australia dan Hiro kamu akan membantu papa memegang perusahaan sementara... dan Tasya kamu kembali bekerja sebagai asisten pribadi Kirana.. dan aku juga akan meminta mama dan Sandra untuk pulang ke Indonesia guna melindungi dan mendampingi Kirana..." kata Ardi...
" maaf tuan.. kalau boleh tau apa yg sebenarnya terjadi..." tanya Tasya..
" hahaha... sedang ada yg ingin membuatku bangkrut dan juga menghancurkan ku.. tapi aku belum tau siapa itu.. tapi yg jelas aku tak ingin mereka menyentuh istri dan juga calon anakku..." kata Ardi..
" baik tuan.. anda bisa mengandalkan saya dalam menjaga nyonya Kirana.. " jawab Tasya.
" aku hanya bisa mempercayai mu Tasya.." kata Ardi..
" dan kevin tolong persiapkan kepergian kita besok hari.. karena nanti malam papa dan mama akan datang dari Surabaya..." kata Ardi..
" baik tuan.." jawab Kevin...
.
.
.
..
.
.
.
.
.
..
.
.
..
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih
__ADS_1