
setiap hari ayu akan mengirim pesan pada Kevin dan mengatakan apa yg ingin Kirana makan...
jadi Kevin akan membelikan makanan yg diinginkan Kirana supaya Ardi bisa makan.. dan itu berhasil..
Wulan dan sandi kini tinggal di rumah milik Ardi karena mereka belum bisa meninggalkan Ardi yg setiap pagi muntah..
berbeda dengan itu Kirana kini menjelma menjadi gadis yg dewasa.. usahanya bersama ayu juga maju pesat..
ayu sekarang lebih sering berhubungan dengan Kevin entah mulai kapan hubungan mereka mulai dekat..
hari ini Kirana ikut kejar paket C untuk ijazah SMA.. Kirana sudah bersiap dengan baju hitam putih miliknya..
meski sekarang sudah masuk bulan ke empat.. perut Kirana masih rata.. bahkan aura kecantikan Kirana makin terpancar...
" maaf ruangan untuk ujian paket di mana ya..." tanya Kirana sopan pada seorang guru yg terlihat masih muda..
" itu mbak nya lurus di ujung lorong..." jawab pemuda itu..
" terima kasih.. saya permisi..." kata Kirana berjalan menuju kelasnya..
Kirana bersama yg lain mengikuti ujian.. meski Kirana termasuk orang yg sangat muda untuk mengikuti ujian paket..
setelah selesai Kirana menunggu jemputan dari pak Agus karena akan ke pasar...Kirana pun menelpon pak Agus ternyata masih di jalan...
" maaf.. apa kamu menunggu jemputan..." tanya pemuda tadi dengan motor CBR 250R miliknya..
" iya.. dan tadi terima kasih..." jawab Kirana..
" iya.. Adimas.." kata pemuda itu mengulurkan tangannya..
" Kirana..." jawab Kirana menjabat tangan Adimas..
" kamu saudara tuan Kevin ya.. yg punya usaha telur asin itu..." tanya Adimas..
" iya.. dan itu usaha bersama kok..." jawab Kirana..
" aduh kamu masih muda sudah punya usaha.." puji Adimas..
" mas Adimas terlalu memuji.. ngomong ngomong mas Adimas guru di sini..." tanya Kirana..
" iya.. saya mengajar b.inggris.." jawab Adimas..
" wah mas juga masih muda sudah jadi guru.." puji Kirana..
" terima kasih..." jawab Adimas..
" udah dulu ya mas Adimas.... itu jemputan Kirana sudah sampai..." kata Kirana..
" baiklah.. hati hati di jalan..." kata Adimas..
" iya mas Adimas juga ya..." jawab Kirana seraya menuju mobil box yg di bawa pak Agus..
" siapa non..." tanya pak Agus saat Kirana masuk mobil..
" owh.. itu guru sekolah pak.. namanya pak Adimas..." kata Kirana..
" wah masih muda loh.. ganteng lagi..." kata pak Agus..
" terus.." tanya Kirana..
" gak naksir..." tanya pak Agus..
__ADS_1
" ndak pak.. siapa juga yg mau wanita hamil gini.. hahahaha..." tawa Kirana..
" gak papa lagi.. mbak Kirana juga cantik kok... cocok loh..." kata pak Agus..
" udah pak gak usah bilang gitu... ayo kita pergi sebelum pasarnya tutup ini..." kata Kirana..
", siap Bu bos besar..." kata pak Agus menuju ke pasar..
Kirana menuju ke pedagang penjual daging.. karena kira a sedang ingin membuat pentol sendiri..
karena dari kemarin dia suka makan bakso.. tapi jika beli Kirana takut .. akhirnya Kirana memutuskan membuatnya sendiri..
setelah semua barang di beli Kirana dan pak Agus pulang karena mobil juga akan di buat mengantar pesanan telur dari pelanggan..
sesampainya di rumah Kirana langsung membuat makanan di bantu bik Ina.. karena Kirana ingin mengirim pada Kevin dan Ardi di kota...
satu setengah jam berlalu bakso buatan Kirana juga sudah jadi.. Kirana mengemasnya di plastik dan mengemasnya agar bisa bertahan lama..
ayu yg akan bersama beberapa pegawai yg mengantar pesanan telur dan juga bebek.. mereka berangkat sore karena yg mereka tuju adalah pasar yg buka pada malam hari...
sesampainya di Jakarta.. ayu langsung menyebar tiga mobil itu.. kini ayu memilih yg dekat dengan lokasi Kevin..
Kevin mendapat pesan dari ayu..
" tuan.. apa bisa kita berhenti di daerah Kemang.." tanya Kevin..
" kenapa..." tanya Ardi tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yg di bawa..
" saya harus menemui seseorang dulu.. karena ada titipan..." jawab Kevin..
" baiklah..." jawab Ardi..
Ardi binggung melihat Kevin yg menghampiri mobil box itu..ayu memberikan bungkusan telur asin dan juga bakso titipan Kirana pada Kevin..
Ardi melihat mobil mogok dan ada gadis yg tengah kebinggungan... Ardi pun turun dan menghampiri gadis itu..
" kenapa dengan mobilmu..." tanya Ardi..
" entah lah.. tiba tiba mogok dan keluar asap.." jawab Alea yg melihat mesin mobilnya..
" itu air radiator nya kering..." jawab Ardi..
" benarkah.. padahal di sini jauh dari supermarket.. dan ku harus cari di mana..." kata Alea yg melihat Ardi sudah pergi..
" dasar cowok gak peka..." kata Alea..
Ardi mengambil air mineral di mobilnya dan membawanya kepada Alea.. sedang Kevin masih membahas sesuatu dengan ayu..
" nih.. kau bisa menggunakannya..." kata Ardi menyodorkan dua botol air mineral ukuran 1.5lt pada Alea..
Alea yg tak mengerti langsung membuka dan kaget saat hawa panas keluar.. Alea yg hampir terjatuh di tangkap oleh Ardi.. padangan Alea sejenak melihat wajah tampan Ardi yg begitu dingin..
" ceroboh..." kata Ardi
" maaf aku tak mengerti..." jawab Alea..
Ardi menunggu sejenak.. kemudian mengisi air radiator mobil Alea.. Alea makin kagum saat melihat Ardi yg mau membantunya saat tak ada orang yg peduli...
" uh.. dia tampan saat tak sedatar dan sedingin gunung es.. aku bahkan mau jadi istrinya..." batin Alia tersenyum sendiri..
Ardi selesai dan melihat Alea yg tengah senyam senyum sendiri.. Ardi pun mencibir gadis itu...
__ADS_1
" dasar ceroboh... lain kali jangan lupa berjaga jaga.. dasar gadis aneh..." kata Ardi seraya meninggalkan Alea..
" TERIMA KASIH TUAN..." teriak Alea..
Ardi hanya berlalu menuju mobilnya.. Kevin juga sudah selesai dengan urusan nya.. kini mereka menuju ke rumah..
" kamu ada urusan apa Kevin..." tanya Ardi..
" itu tadi hanya saudara yg mengirim bakso dan telur asin untuk saya dan tuan..." kata Kevin..
" ow.. kalau begitu kau bisa membuatkan aku bakso saat pulang ke rumah.." jawab Ardi..
" tentu.. dan ini juga bakso sehat karena buat sendiri dan juga di campur sayuran.." jawab Kevin..
" ya.. dan tadi kalian terlihat begitu akrab.. apa kau menyukainya..." tanya Ardi..
" tentu dia gadis yg mudah bergaul dan juga sangat baik.. bahkan saya senang saat mendengarnya berbicara..." kata Kevin...
" jaga Kevin.. jangan sampai seperti ku yg kehilangan gadis kecilku yg enyah di mana sekarang..." kata Ardi..
" pasti tuan... dan nona kira a pasti selalu merindukan tuan di mana pun ia berada..." jawab Kevin..
" semoga... karena aku tak bisa hidup bersama wanita lain.. apalagi sejak kejadian malam itu.." kata Ardi..
" ada masalah tuan..." tanya Kevin..
" ya.. entah kenapa tubuhku tak bisa merasa bergairah meski melihat wanita tel****Ng di depanku..." jawab Ardi jujur..
Kevin hanya diam.. dia tak tau efek dari kejadian itu juga besar pada Ardi..
" entah lah.. seperti Kirana membawa semua jiwaku pergi bersamanya.." tambah Ardi...
" apa perlu kita buat janji dengan dokter spesialis tuan..." tanya Kevin..
" tak usah.. aku juga tak ingin melakukan dosa lagi..." jawab Ardi mulai memejamkan matanya...
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
__ADS_1