
kini Kirana sudah naik ke kelas dua SMA.. hari harinya berjalan seperti biasa.. hari ini Kirana sedang sarapan bersama bik Ina karena Ardi sudah satu bulan pergi ke luar negri..
seperti biasa Kirana pergi menuju sekolahnya.. sesampainya di sana Kirana sudah di tunggu oleh kedua temannya..
" hallo cantik... tumben gak bawa mobil..." sapa Ema dan Rika..
" hallo juga kalian yg sama sama cantik... lagi pingin naik ojol..." kata Kirana tertawa..
" dasar..." kata Ema..
" eh.. nanti kita shopping yuk.. untuk acara malam ini..." kata Rika..
" mau beli gaun yg gimana sih.. gak usah ribet deh.. wong ini acara juga acara orang tuamu.." kata Kirana..
" hei nona.. kita harus bersinar tau.. meski ini acara para orang tua.. " kata Ema..
" dan kata mama kita bertiga harus tampil sangat sempurna..." kata Rika..
" baiklah.. kita akan ke butik milik teman mama.. katanya baju buat kita udah siap.. habis itu kita ke salon.. pokoknya kita harus tampil sempurna..." kata Rika..
" ya ya.. terserah kamu saja.. kita kan penurut.." kata Kirana dan Ema sok imut....
" dasar.. ya udah ayo kita masuk.. bentar lagi kelas mulai..." kata Rika..
" ayo..." kata Kirana dan Ema
mereka mengikuti pelajaran bahasa Inggris.. Kirana begitu fasih sedang Ema hanya terbengong karena tak begitu suka dia lebih suka bahasa Korea..
jam pertama usai.. kini giliran jam olah raga.. tiga gadis cantik itu sedang berlari mengelilingi lapangan sepak bola..
setelah itu mereka memilih untuk berteduh di bawah pohon.. tiga gadis lebih suka muathai di Bandung olah raga atletik yg sedang di ajarkan...
" ye.. selesai..." teriak Ema saat mendengar bel istirahat..
" ayo ke kantin.. lapar nih..." ajak Kirana..
" baik bos.. traktir ya..." kata Rika..
" ayolah... " jawab Kirana..
tiga gadis itu menuju ke kantin.. Ema sudah memesankan menu kesukaan mereka bertiga.. tak lama makanan mereka datang..
saat enak enak menikmati makan mereka geng Anita datang dan mengusik Kirana bersama teman temannya...
" hei anak pungut... masih berani kau main di sini..." kata Anita mengejek Ema..
" kenapa di sini bukan kantin milikmu sih..." jawab Rika..
" heh.. diam loe anak gak di harapkan..." kata Anita..
" siapa yg loe hina hah..." jawab Rika
" ya kalian bertiga lah.. kami juga tau jika tuh gadis dok cantik cuma peliharaan dari seorang om om kan.." kata Anita..
" diam lah..." bentak Ema dan Rika..
" cih lihat kalian cuma pengikutnya yg sok membela sedang dia cuma diem... ha-ha-ha.." kata Anita...
__ADS_1
BYUR... kuah bakso yg sudah tercampur sambal mendarat di wajah Anita.. Kirana sudah tak bisa diam saat sudah keterlaluan..
Kirana mendekati Anita... dan menjambak rambut Anita.. Anita kesakitan akibat jambakan Kirana..
" tutup mulutmu.. atau aku buat kau cacat seumur hidup.. kau boleh menghinaku tapi tidak dengan teman temanku.. apalagi Daddy ku.. dan ku pastikan aku akan membuat mu cacat kau paham.." bentak Kirana seraya menjepitkan dahi Anita ke meja..
semua hanya bisa melihat.. mereka tak ingin berurusan dengan Kirana semenjak kejadian Rey yg harus pindah sekolah.. bahkan kepala sekolah dan guru tak bisa menyentuh Kirana..
kini tiga gadis itu sedang berada di atap sekolah..Ema mulai merokok Kirana merebut rokok Ema dan mulai menghisapnya..
" hei.. tuan putri kenapa sekarang kau juga merokok..." tanya Rika .
" biarin lah.. lagi suntuk..." jawab Kirana menikmati rokoknya..
" hahaha kau belum dapet pesan dari Daddy mu ya..." tanya Ema..
" gak usah di bahas..." jawab Kirana menikmati rokoknya...
sedang di sebuah pesawat pribadi Ardi sedang menuju pulang ke Jakarta.. Kevin memberikan iPad padanya tentang kesibukan Kirana selama Ardi di luar negri..
" Kevin... apa ini..." tanya Ardi...
" itu kegiatan nona.. sekarang nona sedang menyukai muathai bersama Rika dan Ema.. dan tadi saya juga baru dapat kabar jika nona menghajar teman nya yg menghina Rika dan Ema tuan..." kata Kevin..
" wah gadis kecil ku sudah dewasa sekarang..." kata Ardi tersenyum...
tak lama pesawat Ardi mendarat.. kini mobil Ardi menuju ke perusahaan nya tanpa di duga mobil Ardi melihat mobil dari Ema terlihat tiga gadis itu tengah tertawa...
" Kevin.. Kirana tak membawa mobil.." tanya Ardi..
" dasar gadis nakal..." kata Ardi..
kini mobil tiga gadis itu sudah membelah jalanan menuju butik yg sudah di pilih oleh mama Rika..
mereka pun masuk dan mulai memilih gaun... setelah selesai mereka menuju restoran untuk makan..
mereka memilih restoran steak.. mereka bertiga terus berbincang tanpa melihat sekeliling..
tanpa di duga ada seseorang yg mendekat dan menepuk pundak Kirana... Kirana menoleh dan seketika berteriak..
" aunty Sandra....." teriak Kirana seraya memeluk Sandra..
" uh.. kangennya sana gadis aunty ini ..." kata Sandra..
" Kirana juga.. mana nih si cantik kok gak di ajak.." tanya Kirana..
" gak dong.. lagi sama neneknya.. aunty lagi berdua tuh sama uncle Edward..." kata Sandra..
kirana melihat Edward yg melambai padanya.. sontak Kirana juga melambai..
" aunty sama uncle boleh gabung..." tanya Sandra..
" boleh..." jawab Rika dan Ema..
" huh.. kalian mah apa.. pasti minta traktiran kan..." tebak Kirana .
" gak kok.. gak minta aunty.. minta sana kesayangan nya bos besar aja lah..." kata Rika..
__ADS_1
Sandra dan Edward kini bergabung dengan tiga gadis remaja itu.. bahkan Sandra juga begitu asik dengan percakapan remaja itu..
" aduh.. kok aku merasa seperti menjaga empat gadis muda gini ya..." celetuk Edward..
" hahaha.. sabar ya... kamu masih seperti oppa oppa Korea kok.." kata Sandra tertawa..
" kalau aku bilang mah ajusshi.. yg oppa oppa tuh kak Alex..." jawab Ema..
" huh.. kamu mah bucin ya kak Alex..." kata Kirana..
" nah yg cemberut itu bucin nya om Kevin..." tambah Kirana..
" kenapa di cuekin sama si Kevin.." tanya Sandra..
" mama minta aku harus main piano di pesta nanti..." kata Rika..
" kenapa emangnya..kamu kan jago.." kata Ema..
" tapi aku tak pernah main solo.. biasanya kalian berdua selalu ikut..." kata Rika..
" ya nanti kita pasti bantu kok.." kata Kirana...
" bantu apa..." tanya Ema..
" bantu doa.. " kata Kirana sambil tertawa..
mereka pun mengakhiri percakapan saat menu yg mereka pesan datang.. mereka menikmati makanan dengan ceria.. bahkan Sandra ikut tersenyum melihat Kirana yg sudah bisa melupakan traumanya...
kini waktu membayar Kirana memberikan black card yg di berikan Ardi padanya.. Sandra kaget melihat kartu itu karena Ardi bisa memberi Kirana black card..
" gak usah kaget aunty.. itu Daddy yg memaksa ku.. akhirnya aku terima dan buat makan sama temen temen.." kata Kirana..
" aish.. bang Ardi mah curang.. aku yg minta aja belum di kasih..." kata Sandra..
" minta sama om dong aunty.. " kata Rika...
sedang Edward mengangkat bahunya pada ke-empat wanita di depannya...
.
.
.
..
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
.
__ADS_1