
kini Ardi membonceng Kirana kembali ke rumah, Kirana memeluk Ardi begitu erat. ini pertama kali nya mereka naik motor berdua.
sesampainya di rumah mereka memutuskan untuk mandi dan beristirahat. Kirana turun guna mengambil beberapa cemilan. sedang Ardi duduk di balkon sambil menghisap rokok.
" kenapa Daddy masih merokok. itu tak baik untuk kesehatan mu.." kata Kirana.
" aku hanya sedang ingin saja." jawab Ardi.
Kirana pun menghela nafas mendengar jawaban Ardi. sedang Ardi tersenyum dan menikmati kopi yg di bawa istri kecilnya itu.
" ada apa sayang. kemarilah." panggil Ardi.
Kirana pun menuju kearah Ardi dan duduk di pangkuannya. Ardi melihat wajah cantik Kirana yg sendu.
" ada apa Hem.." tanya Ardi.
" aku hanya sedih memikirkan bayi kita. seandainya dia masih ada mungkin sekarang kita bisa bermain dengannya." kata Kirana.
" sayang aku sudah pernah bilang jangan merisaukan hal itu. percayalah suatu saat Tuhan pasti memberikan kita bayi lagi." kata Ardi menenangkan Kirana.
" iya Daddy." jawab Kirana.
kini Ardi mencium bibir Kirana. mereka pun berciuman penuh hasrat. Ardi kemudian mengendong Kirana dan menidurkan di atas ranjang. kini ciuman Ardi mulai turun ke leher jenjang Kirana.
" ahh..." desah Kirana.
malam pun terlewati dengan kegiatan panas mereka. bahkan Ardi seakan tidak bisa berhenti menyentuh Kirana. untung kamar mereka kedap suara kalau tidak mungkin semua orang akan mendengar desahan kirana.setelah puas mereka pun tidur berpelukan.
pagi hari Ardi dan Kirana turun dan sudah siap untuk pergi bekerja dan kuliah. Sandra tersenyum melihat pasangan itu.
" aduh.. tumben siang bang bangunnya biasanya selalu tepat waktu." goda Sandra.
" kenapa sedikit telat tak masalahkan." jawab Ardi yg duduk bersebelahan dengan Kirana sedang sandi duduk di kursi kepala keluarga.
kini mereka sarapan bersama, Ardi memutuskan untuk mengantar Kirana sebelum menuju ke kantor.
kini Kevin menyapa Ardi dan Kirana. di dalam mobil Kirana menikmati jalanan kota yg sedikit mulai macet. sedang Ardi sibuk dengan pekerjaan nya.
" om Kevin.. kenal dengan orang bernama Haris Nasution?." tanya Kirana.
" kenapa nona. beliau adalah seorang pengusaha restoran terbaik di beberapa negara." jawab Kevin.
seketika Ardi pun melihat Kirana sambil melepas kaca matanya. Ardi hanya heran dengan pertanyaan dari kirana.
" kenapa kau ingin mengetahui nya sayang?." tanya Ardi.
" tidak ada aku hanya bertanya saja." jawab Kirana.
' apa kau menyembunyikan sesuatu dariku..' batin Ardi.
tak lama ponsel Ardi berdering dan tertera nomer ponsel Alex. Ardi pun menjawabnya.
__ADS_1
ternyata Alex hanya ingin meminjam helikopter milik Ardi.
tak lama mobil milik Ardi masuk ke area kampus dan menjadi pusat perhatian.
" Daddy aku pergi kuliah dulu ya.." kata Kirana berpamitan.
Ardi langsung mencium dan ******* bibir Kirana sekilas. Kevin hanya bersikap datar.
' anggap saja saya tak ada tuan, silahkan lakukan apapun ' batin Kevin yg harus terbiasa dengan ulah Ardi.
setelah puas Kirana turun dari mobil. semua mahasiswa kaget melihat Kirana yg di antar oleh mobil mewah.
saat Kirana sudah sedikit jauh Ardi keluar dari mobil dan berteriak pada Kirana.
" sayang nanti kalau pulang bilang biar aku menjemputmu." teriak Ardi.
" siap suamiku..." jawab Kirana tersenyum lebar.
' tuan berhenti bertingkah memalukan..' batin Kevin.
" maaf tuan kita masih ada rapat pagi ini." kata Kevin.
" ahh.. baiklah kita ke kantor. dan seharusnya kau menikah dan merasakannya Kevin." kata Ardi.
" saya masih belum memikirkan nya." jawab Kevin.
" tapi setidaknya berkencan lah, nikmati hidupmu Kevin. kau tak ingin menua sendirian." kata Ardi.
" biar saya pikirkan." jawab Kevin menuju gedung Shiddiq Grub.
Kirana menuju ke ruang kelas dan mendapati Ema dan Rika yg sedang berbincang. Kirana pun bergabung.
" hei kalian sedang membicarakan apa?." tanya Kirana.
" kau tau nanti siang kak Alex ingin mempertemukan aku dan orang tuaku." kaya Ema.
" selamat.. aku senang untuk mu." kata Kirana langsung memeluk Ema.
" ahh.. aku senang untuk kalian berdua." kata Rika ikut bergabung.
tiga gadis itu saling memeluk bahagia. sedang di kantor kini Ardi sedang menghadapi para direksi. karena Ardi sudah tau siapa saja yg berkhianat.
suasana ruang rapat itu begitu mencekam apalagi dengan adanya sandi dan Ardi yg sudah siap membereskan para tikus di perusahaan nya.
" Kevin tunjukkan semua bukti kecurangan nya." perintah Ardi.
" kalian ingin mengaku atau ingin aku sendiri yg membongkar dan kalian tak akan bisa membayangkan hukuman apa yg akan kalian terima. bagaimana menurut mu pa?." kata Ardi.
" lakukan apapun yg menurutmu benar Ardi, karena papa telah menyerahkan semua kekuasan di sini padamu." jawab sandi.
semua penghianat di Perusahaan Ardi mulai pucat karena mereka tidak bisa menghubungi Bram yg tiba tiba menghilang.
__ADS_1
Kevin datang dengan anggota kepolisian dan langsung meringkus para penghianat itu. Ardi sedang malas harus menghadapi para cecunguk itu.
Ardi kembali menyibukkan diri dengan pekerjaan nya, meski saham sempat turun tapi itu tak mempengaruhi apapun. apalagi usaha milik Ardi tidak hanya perusahaan milik keluarga tapi juga hotel dan mall.
pada pukul 12 siang, Kirana mengirim pesan jika dia pulang jam 2 siang Ardi pun tersenyum membaca pesan itu.
" Kevin bisa kosongkan jadwalku siang ini karena aku ingin menghabiskan waktu bersama Kirana." kata Ardi.
" tentu tuan." jawab Kevin.
" emm.. dan kau bisa pulang dan istirahat. biarkan aku membawa mobil sendiri." kata Ardi.
" baiklah tuan terima kasih." jawab Kevin.
pukul satu siang Ardi keluar dari kantor dan menuju ke kampus kirana, Ardi memilih mampir untuk membeli bunga mawar untuk Kirana.
Ardi sampai di kampus Kirana. Ardi bersandar di mobil seraya menunggu Kirana. semua mata mahasiswi terhipnotis dengan wajah tampan dan aura berwibawa yg di miliki Ardi.
saat melihat kirana yg berjalan dengan Rika dan Ema. Ardi mengambil bunga dan berjalan menghampiri istrinya itu.
saat sampai di depan Kirana Ardi memberikan buket mawar merah yg begitu indah dan besar.
" untuk mu istriku.." kata Ardi.
" terima kasih Daddy. " kata Kirana menerima.
tak di duga Ardi langsung mencium kening Kirana di depan semua orang. sedang Ema dan Rika begitu baper melihat adegan itu.
" mari pulang.." kata Ardi mengulurkan tangannya.
" tentu." jawab Kirana sambil tersenyum manis.
" aku duluan ya.. salam buat orang tua mu ya Ema.. Rika.. bye.." kata Kirana sedang Ardi hanya tersenyum.
semua gadis iri melihat perhatian yg di perlihatkan Ardi pada Kirana. apalagi Ardi masuk jajaran pria tampan dan juga pengusaha muda yg sukses.
kini Ardi dan Kirana menuju ke restoran untuk makan siang bersama. Ardi begitu bahagia bisa menikmati waktu bersama Kirana.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih