
seorang pramugari memberikan baju pada Rika, setelah berganti baju Rika merasa jika tubuhnya remuk redam.
sedang Waleed melihat seluruh penyelidikan yang di lakukan oleh anak buahnya terhadap Ardi dan juga Leo.
Waleed tak menyangka jika mereka berdua adalah orang yang berkompeten dalam bisnis.
"kalian ternyata pengusaha sukses semoga lain kali kita busa bekerja sama." gumam Waleed.
pesawat mereka sampai di sebuah pulau pribadi yang di miliki Waleed. bahkan Rika turun pun binggung karena hanya melihat hutan di sekelilingnya.
Waleed adalah pengusaha yang bekerja dari belakang layar, bahkan dia hanya menemui klien yang menurutnya penting.
baru juga menginjak kan kakinya Rika sudah di sambut dengan ornamen timur tengah yang begitu kental di rumah Waleed yang ternyata begitu luas.
Rika kaget saat melihat beberapa perempuan datang menyambut Walid dengan pakaian yang begitu terbuka.
"Diana Anatar nyonya mu ke kamarnya!" perintah Waleed pada kepala pelayan di rumahnya.
"baik tuan." jawab Diana.
"mari nyonya saya antar ke kamar anda." kata Diana pada Rika.
kini mereka memasuki sebuah aula yang begitu besar dan indah Diana mengajak Rika naik ke lantai dua.
Rika terkejut melihat sebuah pintu yang begitu besar, saat Diana membukanya dan meminta Rika masuk kedalam.
"nyonya semua baju yang harus nyonya gunakan ada di lemari. dan itu adalah baju yang harus selalu nyonya gunakan." kata Diana.
"baiklah." jawab Rika.
saat Diana meninggalkan nya di kamar sendirian, Rika hanya bisa menangis meratapi kehidupan nya yang harus berakhir seperti ini.
Rika tak menyangka dia akan menjadi istri dari pria yang bahkan begitu kasar dan juga dia sama sekali tak mengenalnya.
tak di sangka Waleed masuk ke kamar Rika dan langsung melepas pakaiannya.
"tuan apa yang ingin anda lakukan?" tanya Rika yang sudah ketakutan.
"aku ingin mendapat pelayanmu istriku. bahkan kau tak di ijinkan menolak!" bentak Waleed.
Rika ingin memberontak tapi Waleed malah menamparnya begitu keras hingga Rika terjatuh di ranjang.
Rika kembali pasrah atas perlakuan Waleed pada dirinya. sedang Waleed begitu menikmati t*b*h dari Rika.
setelah selesai Waleed tertidur di samping Rika dan masih memeluk Rika begitu erat. Rika sudah pingsan karena kelelahan.
sedang hakim dan Diana tengah mengusir semua wanita yang dulu menjadi wanita Waleed untuk menghangatkan ranjangnya.
__ADS_1
Diana setidaknya senang kalau Waleed hanya tidur dengan satu wanita terlebih dua adalah nyonya rumah ini.
"aku tak ingin pergi, aku bahkan wanita paling di sayang oleh tuan." kata Sasa.
"kau tak di butuhkan lagi Sasa, karena tuan sudah memiliki wanita yang bisa memuaskannya." kata Diana
"kalian kira tuan akan puas begitu saja. dan pengorbanan ku tak berguna untuknya!" Sura Sasa.
hakim yang sudah geram mengambil cambuk dan mencambuk Sasa agar diam. hakim geram karena wanita murahan itu terus saja membantah.
"hentikan Sasa kau tau hanya istri yang di akui oleh tuan yang bisa mengandung benih dari tuan!" bentak hakim.
"kalian semua ********!" teriak Sasa.
tanpa ampun hakim langsung menegak kepala Sasa. hakim adalah orang kepercayaan yang tak memiliki belas kasihan meski itu dengan keluarga Waleed yang berani menghianati Waleed.
"jadikan tubuhnya makanan bintang peliharaan tuan besar." perintah hakim.
sedang semu wanita yang menyaksikan sudah ketakutan, mereka memang hanya wanita yang di bayar dan kini kontrak mereka habis.
sedang di Jakarta semu orang sibuk menyiapkan pernikahan dari Leo dan Ema, meski membantu mereka Kirana masih memikirkan keadaan Rika.
"sedang memikirkan apa mom?" tanya Ardi pada Kirana.
"aku hanya memikirkan bagaimana keadaan dari Rika Daddy, ku tau kan siapa suaminya itu." kata Kirana.
"iya Daddy ini sudah hampir seminggu dan kita tak bisa menghubungi Rika bahkan jejaknya pun tidak." kata Kirana.
"ya sudah ayo kita turun karena Andhara sudah terlalu lam main sama opa dan Oma ya." jawab Ardi.
"iya Daddy.. aku selalu kalah dengan papa dan mama mereka selalu mengajak Andhara tidur bersama mereka." kata Kirana yang berjalan bersama Ardi.
"maklum lah mom, putri mereka kan jauh jadi sekarang mereka hanya bisa main dengan putri kita." jawab ardi.
hati itu adalah hari yang menjadi kebahagiaan bagi Leo dan Ema yang melakukan pemberkatan di gereja.
sedang resepsi akan di lakukan satu bulan lagi karena masih ada banyak pekerjaan yang harus Leo selesaikan.
Kirana duduk di samping Ardi yang memangku putri kecilnya yang begitu tenang. bahkan tak hanya pengantin yang menjadi pusat perhatian tapi juga putri kecil Ardi dan Kirana yang berhasil merebut semu perhatian dari setiap mata.
"selamat honey ku... akhirnya sekarang gak jomblo lagi." kata Kirana memeluk Ema.
"terima kasih.. tapi sayang hari ini belum lengkap tanpa kehadiran dari Rika..." lirih Ema yang menangis.
"iya honey. tapi kita harus terus mencoba semoga dia bahagia bersama suaminya dan juga pernikahan nya itu." jawab Kirana.
kini mereka berfoto bersama di taman gereja. bahkan Leo mengendong Andhara karena begitu menyukai keponakannya itu.
__ADS_1
sedang Kevin masih setia dengan rokok yang kini menemani nya. saat sedang asik merokok tak sengaja seseorang duduk di sampingnya.
"maaf mas boleh minta rokoknya gak?" tanya gadis itu pada Kevin.
tanpa banyak berkata Kevin memberikan rokok beserta koreknya pada gadis itu.
"terima kasih mas. mas temennya bang Leo apa mbak Ema nih?" tanya gadis itu.
"emang penting ya?" jawab Kevin.
"huh judes amat. nanti gak kau loh kalau judes gitu." tambah gadis itu
"emang gue pikirin, lagian gak pingin terikat sebuah hubungan." kata Kevin.
"jangan bilang mas juga gak normal." tebak gadis itu.
"enak aja aku normal kok, cuma gak mau terikat sesuatu saja." jawab Kevin.
"Sam dong kita bisa berteman kalau gitu." jawab gadis cantik itu sambil menghembuskan asap rokok.
sedang tak sengaja Kirana melihat Kevin yang berbincang dengan gadis muda yang terlibat begitu akrab bahkan Kevin sesekali tersenyum menanggapi gadis itu.
"Ema kamu kenal gadis yang di samping om Kevin gak?" tanya Kirana.
"oh.. gadis itu sepupu ku, dia sekarang tinggal di rumah karena orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan." jawab Ema.
"tapi dia perokok aktif Ema." kata Kirana.
"hei nona.. kita juga kau lupa dasar." kata Ema menoyor kepala Kirana.
kini mereka tertawa bersama. sedang Leo dan Ardi masih sibuk dengan Andhara yang sedang belajar berjalan..
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih