Secret Daddy

Secret Daddy
penjelasan..


__ADS_3

"Hei hei hei.. kau ini sedang hamil kok main seret seret aja sih," gerutu Ardi pada Sandra.


"Huh.. aku ingin tau siapa gadis kecil tadi, ayolah cerita pada kami," kata Rissa.


"Hei hentikan, mana keponakan ku Ken dan Lui?" kata Ardi mengalihkan pembicaraan.


"Berhenti mengubah topik bicara bang, jelaskan cepat pada kami," kata Sandra.


Sandra sudah berkacak pinggang, sedang Rissa tertawa melihat tingkah saudarinya itu, Ardi pun menghembuskan nafasnya kasar, dia tau tidak akan pernah lepas dari dua perempuan itu.


"Bik Ina tolong buatkan minuman untuk dua nyonya besar ini, dan juga cemilan sehat sekalian," perintah Ardi.


"Baik tuan," jawab bik Ina.


Tak lama bik Ina membawa jus stroberi untuk dua nona nya itu, bik Ina pun pamit untuk kembali ke dapur.


"Jelaskan bang," kata Rissa.


Ardi pun mulai menceritakan semua tentang pertemuannya dengan Kirana kecil, bahkan Rissa tak kuasa menahan tangis sedang Sandra sudah terisak.


Ardi menenangkan kedua wanita yang ia cintai itu, tak di sadari Kirana sudah bangun dan melihat Ardi yang tengah memeluk dua wanita.


" lIdih... Daddy kok main peluk peluk Auntynya gitu sih, bukan muhrim Daddy," kata Kirana polos.


"Gak papa dong ini kan adik adik Daddy Princess," terang Ardi.


"Benarkah? wah Aunty adik Daddy cantik ya" kata Kirana turun dan memeluk Ardi.


"Kamu kok mau sih jadi anak angkat bang Ardi yang dingin ngalahin kutub Utara?" kata Sandra.


"Daddy orang baik, Kirana akan selalu bersama Daddy," kata Kirana.


"Kasian amat kamu Kirana, udah di pengaruhi sama bang Ardi," kata Sandra.


"Hei diamlah, Kirana mau makan apa biar Aunty yang masakan untuk keponakan Aunty yang cantik ini," kata Rissa.


"Mau makan bakso, tapi Daddy gak ngebolehin Aunty," Adu Kirana.

__ADS_1


"Baiklah.. Aunty bikinkan ya dan sebentar lagi pasti uncle James dan uncle Edward datang bawa adik kecil Ken dan Lui, Kirana mau kan menjaga adik adiknya?" tanya Rissa.


"Tentu aunty, Kirana akan jaga Ken dan Lui," kata Kirana.


Kini Rissa membuat bakso untuk semua orang di bantu bik Ina, Rissa begitu cekatan saat memasak bahkan membuat bakso aneka isi.


Tak lama James dan Edward datang dengan mengendong kedua putra James dan Rissa,


bahkan di kecil begitu nampak tenang.


"Hei papa papa muda, terus nie dua bayi mau kamu taruh mana? wong di sini gak ada keranjang bayi," protes Ardi.


"Tunggu sebentar bro Jhon sedang membawanya kemari," kata James.


benar saja tak lama Jhon membawa sebuah kasur bayi di bantu supir, setelah Edward menidurkan Lui, kini Edward menghampiri Sandra yang sedang membaca majalah bersama Kirana.


"Eh.. siapa ini kok ada gadis cantik," kata Edward.


"Dia Kirana Margaretha Abraham, putri angkat ku," kata Ardi.


"Emm.. Princess perkenalkan nama uncle adl Edward suami Aunty Sandra," kata Edward.


"Halo Uncle.. saya Kirana putri Daddy," kata Kirana.


Rissa telah selesai memasak bakso dan terlihat Kirana tengah bermain dengan Ken dan Lui, dua bayi itu tertawa melihat tingkah Kirana.


"Aduh pintar nya keponakan Aunty ini," kata Rissa memeluk Kirana.


Rissa melepas kalungnya yg berliontin hati bermata safir itu, kemudian memakaikan pada Kirana.


Kirana kaget melihat kalung milik Rissa sudah di lehernya, Kirana melihat Ardi dan Ardi mengangguk.


"Ini hadiah dari Aunty jaga dan selalu ingat Aunty ya sayang," kata Rissa memeluk Kirana.


"Terima kasih Aunty," kata Kirana tersenyum di pelukan Rissa.


"Baiklah.. ayo kita makan aku sudah membuat bakso kesukaan kalian semua," kata Rissa.

__ADS_1


Kini mereka menikmati bakso yang Rissa buat, bahkan Kirana sampai menambah karena begitu enak, sedang Sandra mau bakso bakar alhasil Rissa harus memasak untuk ibu hamil satu itu yang penuh dengan permintaan yang aneh aneh.


setelah selesai kini keluarga Rissa dan Sandra pun pulang, Ardi dan Kirana tengah menonton tv.


Ardi menemani sambil memeriksa beberapa email dari Kevin, dan tak terasa hari makin malam dan Kirana juga sudah tertidur di sofa.


Ardi mengalihkan pandangannya kepada Kirana, Ardi tersenyum dan memindahkan gadis itu ke kamar.


Ardi kemudian ikut tidur di ranjang Kirana, tanpa di duga besok dia harus ke Amerika selama 1tahun, itu berarti meninggalkan Kirana di apartemen bersama bik Ina saja, sedang Sandi yang akan menghendel perusahaan yang ada di Indonesia,


Ardi juga sudah menyiapkan semuanya untuk Kirana, Ardi juga sudah memberi tahu bik Ina tentang keberangkatan nya, dan kemungkinan Ardi akan makin sering ke luar negri karena perusahaan yang di Amerika mulai berkembang dengan pesat.


Ardi berdoa semoga Kirana bisa menerima semuanya karna Ardi tak punya pilihan lain.


Pagi hari Ardi sudah siap bersama Kevin, tak lama Kirana juga turun, tadi pagi bik Ina sudah menjelaskan pada Kirana meski awalnya Kirana sedih tapi bik Ina berhasil menjelaskan hingga Kirana mengerti.


Kirana turun dengan seragam SD nya, Kirana turun dengan senyum tapi Ardi dengan wajah murung karena harus meninggalkan putri kecilnya itu.


"Pagi Daddy dan om Kevin," sapa Kirana dengan dua kepang yang menambah keimutannya.


"Pagi princess, princess Daddy akan ke Amerika selama setahun atau lebih, dan jika Daddy senggang Daddy akan pulang menemuimu," kata Ardi.


"Daddy tenang saja Kirana akan baik disini, karena ada bik Ina yang menjaga Kirana," kata Kirana.


"Dan satu lagi, Daddy sudah menyiapkan asisten untuk mu, dia akan menjadi bodyguard dan juga menjagamu, namanya Tasya," kata Ardi.


"Terserah Daddy saja, Kirana akan menurut pada Daddy," kata Kirana.


Ardi dan Kirana sarapan bersama, tak lama ada seorang gadis berusia 20th yang datang, Ardi mengenalkan dia pada Kirana.


Ardi memeluk Kirana begitu lama tak terasa bulir air matanya menetes, dia serasa berat meninggalkan gadis kecil itu, gadis yang sudah bersamanya beberapa bulan.


Ardi sudah berangkat bersama Kevin, dan Kirana berangkat bersama Tasya, sekarang Tasya adalah penjaga gadis kecil itu.


.


.

__ADS_1


.


Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih


__ADS_2