Secret Daddy

Secret Daddy
masalah pertama


__ADS_3

kini Ardi dan Kevin sedang menuju ke sekolah Kirana, sedang Kirana sudah berada di depan ruang kepala sekolah.


Kirana sedang mondar-mandir kebingungan karena tak yakin mau masuk ke dalam ruangan itu.


"ini kenapa kok merinding gini ya, semoga kepala sekolah nya gak bakal aneh aneh," batin Kirana.


tok.. tok..


"Masuk," kata pak Adjie kepala sekolah.


Kirana masuk dengan keadaan was-was, pak Adjie tertegun melihat Kirana yang begitu cantik dan punya bentuk tubuh yang indah, dia menelan ludahnya karena tergiur.


"duduk," perintah pak Adjie.


"ada apa pak memanggil saya?" tanya Kirana.


mobil milik Ardi sekarang juga sudah memasuki area parkir sekolah Kirana, Ardi turun bersama Kevin, semua mata tertuju pada Ardi dan Kevin yang begitu terlihat gagah.


Ardi dan Kevin langsung menuju ke ruang kepala sekolah.


"kamu tuh murid baru, tapi kenapa sudah membuat ulah, saya bisa langsung mengeluarkan mu dari sekolah ini," kata pak Adjie menakuti Kirana.


"kesalahan apa pak? kesalahan itu tak akan terjadi jika putri anda yang berpendidikan itu tak mencari ribut dengan kami," jawab Kirana tak gentar.


pak Adjie malah makin tertantang untik bisa menikmati Kirana, apalagi melihat sifat agresif yang di tunjukkan Kirana.


"aku tau kau hanya gadis biasa, aku bisa membiarkanmu terus sekolah, tapi dengan syarat temani aku semalam, mudah kan?" kata pak Adjie mendekat ke arah Kirana.


" cih.. tak Sudi aku menemani bapak, mending aku keluar dari sekolah ini, dari pada harus menemani lelaki menjijikan seperti bapak," jawab Kirana.


"kamu jangan jual mahal, aku tau kamu itu simpanan dari om om kan," kata pak Adjie mengejek Kirana.


BRAK


pintu di buka dengan kasar, pak Adjie kaget melihat kedatangan Ardi dan Kevin, sedang Kirana sedikit kaget melihat kedatangan Ardi.


"ini cara menyelesaikan masalah dari kepala sekolah yang mengaku S2 itu," kata Ardi datar.


"tuan Ardi kenapa bisa datang, saya hanya mengajari gadis ini, dia malah menggoda saya," kata pak Adjie membela diri.


"Apa! aku bum buta kali pak, dari pada menggoda mu, mending aku menggoda asisten Kevin," jawab Kirana.


sedang Ardi langsung menatap Kirana tajam, Ardi tak menyukai perkataan Kirana, sedang Kevin pasrah akan mendapat hukuman karena ucapan Kirana.


"princess kamu tunggu di luar," perintah Ardi.


"oke Daddy," jawab Kirana berjinjit mencium pipi Ardi.


pak Adjie kaget mendengar panggilan dari Kirana untuk Ardi, pak Adjie tau jika Ardi mengangkat seorang anak perempuan, tapi tak tau jika gadis cantik tadi adalah anak angkat Ardi.


pak Adjie lemas karena sudah tau akhirnya.

__ADS_1


"kau mau hancur dengan menggoda dan melecehkan putriku?" tanya Ardi datar.


"maafkan saya tuan, saya hanya mengajari gadis itu, karena dia tadi membuat keributan saat di kantin," kata pak Adjie mencoba menyelamatkan dirinya.


" masalah dengan siapa? aku tau putriku tak mungkin membuat masalah, jika tak di ganggu terlebih dahulu," kata Ardi datar.


" Kevin panggil Ema dan Rika, dan tanyakan siapa gadis yang bertengkar dengan Kirana, dan tanya pada semua murid yang mengetahui perkelahian tadi, kita akan dengar siapa yang salah, jika Kirana kamu aman Adjie, tapi jika Kirana tak bersalah maks kau selesai saat ini juga," kata Ardi.


Kevin keluar tanpa ekspresi, Kirana kembali masuk dan duduk di samping Ardi, Kevin sampai di kelas Kirana.


" Ema dan Rika, kalian ikut saya," kata Kevin tanpa basa basi.


" aish.. Daddy Kirana bertindak sendiri rupanya, maka mereka pun selesai," kata Ema.


semua murid memandang dua gadis itu yang tengah mengikuti Kevin, tak lama setelah berbincang Kevin memanggil Elsa dan gengnya, Kevin mengiring semua gadis itu ke dalam ruangan kepala sekolah.


Ardi menatap Ema dan Rika, kemudian beralih pada Elsa dan kawan kawannya.


"Kirana kamu bergabung dengan Ema dan Rika," perintah Ardi.


Kirana berdiri bersama kedua temannya.


"baiklah ada yang bisa jelaskan pada saya, apa yang terjadi tadi?" tanya Ardi.


"mereka mencari masalah dengan ku, dan aku terluka karena ulah gadis bar bar itu," kata Elsa lantang.


sedang Kirana memberi tatapan dan senyum manis untuk meluluhkan Ardi, Ardi pun menghela nafas panjang melihat tingkah Kirana.


Kevin sudah mengambil hasil CCTV sekolah, Ardi melihat jika bukan Kirana dan kawannya yang mencari masalah, tapi Elsa dan geng yang pertama mencari masalah dengan Kirana dan teman-teman nya.


" Elsa putri Pramono," jawab Elsa sombong.


" owh.. jadi kau putri Adjie Pramono," kata Ardi sambil melihat ke arah pak Adjie.


" iya, kenapa? masalah buat anda?" jawab Elsa.


" baiklah Adjie, bereskan barang barang mu, mulai hari ini kamu di pecat karena telah menyalahgunakan kekuasaan, dan aku sangat tak menyukai itu, dan bawa putrimu juga keluar dari sekolah ini," kata Ardi datar.


"maafkan saya tuan, saya salah, tapi saya mohon jangan pecat saya," kata pak Adjie.


"ha-ha-ha sekarang baru minta maaf, kamu berani mencari masalah dengan ku, dan putri kesayangan ku, maka kau berakhir saat ini," kata Ardi.


"Kevin usir dua orang ini, dan panggil pak Hasanuddin, dan jadikan dia kepala sekolah yang baru," perintah Ardi.


" baik tuan," jawab Kevin.


pak Adjie sudah di bawa keluar oleh satpam dan juga Elsa, semua murid tertegun melihatnya, siapa yang bisa membuat seorang Adjie dan Elsa terusir dari sekolah elit ini.


Ardi sedang berdiri di depan tiga gadis yang tengah menunduk, Ardi mengeluarkan aura raja setan.


"mampus kan, pasti habis nih kena omel" batin Kirana.

__ADS_1


"kalian baru sehari masuk sudah buat masalah, dan Kirana ... Daddy tak suka kamu bersikap bar bar seperti itu, kamu ini perempuan," kata Ardi.


" Daddy ... " kata Kirana merengek.


bukan menjawab Ardi malah menatap tajam Kirana yang sedang mencoba merayunya. Kirana yang merasa gagal langsung cemberut.


kruk.. kruk... ( anggap bunyi perut ya...)


perut Kirana berbunyi karena lapar, Ardi yang akan marah malah menahan senyum melihat Kirana yang sudah merah karena malu.


" Kevin atur pak Hasanuddin jadi kepala sekolah, biar aku temani tiga gadis ini makan siang dulu," kata Ardi.


" baik tuan," jawab Kevin.


Ardi berjalan bersama ketiga gadis cantik itu, tapi Kirana yang terus mengandeng Ardi, mereka sampai kantin dan mulai memesan siomay dan juga gado gado, Kirana dan dua temannya nampak lahap.


Ardi juga menikmati cemilannya, Rika memesan kopi untuk asisten Kevin, bahkan Rika tau kopi kesukaan asisten Kevin.


"ada oppa ganteng, tapi anak baru itu kok nempel gitu sih, bikin risih, dasar ganjen," kata salah satu siswi.


" heh.. kalau iri bilang, cih suka ngomongin di belakang," kata Kirana tajam.


" princess gak boleh ngomong gitu dong," kata Ardi lembut.


Ema terbengong mendengar panggilan Ardi, Ema tak menyangka Ardi yang terkenal dingin dan kejam bisa lembut di depan Kirana.


" aduh om, kalau bicara lembut gitu ganteng deh," kata Ema.


" Ema gak usah ikut ikut mereka ya," sewot Kirana.


" gak papa dong, daftar jadi ibu tiri loe,juga gue mau," kata Ema.


" cih.. perbaiki dulu tuh nilai merah mu, dan tak ada yang boleh Deket Daddy selain aku," kata Kirana.


" huh.. posesif," kata Ema.


" biarin.. Wlek," kata Kirana menjulurkan lidahnya.


sedang Rika tersenyum saat kembali ke kantin sambil berteriak kegirangan, Kirana dan Ema sampai binggung melihat tingkah Rika.


" Kirana seperti nya Rika kerasukan jin dech, masak iya jingkrak jingkrak ketawa gitu," kata Ema takut.


" sepertinya sih, kok aku merinding ya," jawab Kirana.


" ah.. sialan kalian," kata Rika melempar sedotan ke arah Ema.


.


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih


__ADS_2