
Ayu mulai memfoto bebek ungkep yg baru di buat.. sedang Kirana sedang membuat desain dengan ponsel miliknya yg baru di belikan kevin..
Kirana sedang binggung mencari nama untuk merk dagangnya...
" kasih nama Andhara bagus kali ya.." kata Kirana...
" iya.. itu bagus non..." kata bik Ina...
" iya tuh... tapi kenapa pilih itu..." tanya ayu..
" karena itu nama yg akan ku gunakan saat punya anak dengan Daddy... hahaha..." tawa Kirana..
" huh.. dasar bucin...." kata ayu meledek Kirana..
" biarin Wlek...." kata Kirana memeletkan lidah nya..
" ya udah.. mana merk dagang mu.. sini biar kakak daftar buat gak kena jiplak orang..." kata ayu..
" siap atuh kak ayu..." jawab Kirana..
" non.. mau makan apa nih buat makan malam.." tanya bik Ina...
" makan bebek dan sambel plus lalapan ya bik.." kata Kirana..
" siap non.. tinggal goreng kok.." kata bik Ina berlalu ke dapur...
kini Kirana dan ayu sudah memilih beberapa alat yg akan di gunakan dalam pengepakan bebek dan telur asin mereka..
setelah deal mereka memesan dan akan di kirim ke rumah besok.. Kirana senang karena dia akan memulai hidupnya tanpa bergantung dengan Kevin lagi..
malam hari.. mereka mencoba makan bebek hasil kreasi mereka dan rasanya tak kalah enak.. bahkan ayu sampai tak bisa berhenti..
Kirana makin yakin dengan pilihan yg mereka pilih untuk usaha ..
"Daddy.. akan ku buktikan jika aku pantas berada di sisimu suatu saat nanti..." batin Kirana...
sedang itu di suatu bar di ruang VIP Ardi tengah minum Vodka di temani Kevin dan juga beberapa wanita..
Leo bahkan di buat heran dengan tingkah Ardi yg kembali seperti dulu.. bagi Ardi hanya itu yg bisa membantunya melupakan kesedihannya di tinggal Kirana..
sandi dan Wulan baru sampai ke mansion milik Ardi.. mereka habis mengunjungi James dan kedua putranya..
pak Kim menyambut kedatangan dari sandi dan Wulan.. sandi tau pasti Ardi berada di apartemen seperti biasa ..
" ma.. kita tidur saja.. tak mungkin Ardi pulang kemari besok saja kita suruh anak itu pulang..." kata sandi..
" ya pa.." jawab Wulan..
baru juga beranjak dari sofa Ardi sudah pulang dengan di antar Kevin dengan keadaan yg tak karuan..
bahkan Ardi tak sadar ada kedua orang tuanya.. Kevin memberi hormat pada sandi dan Wulan.. sedang Ardi langsung naik ke kamarnya...
" dasar anak ini..." kata sandi akan naik tapi di tahan oleh Wulan...
" Kevin apa yg terjadi..." tanya Wulan...
__ADS_1
" maaf nyonya besar.. tuan sedang sedih karena nona Kirana menghilang.. dan itu membuat tuan kehilangan semangat hidupnya..." kata Kevin..
"gadis pintar.. jadi aku tak perlu menyingkir kan nya..." kata sandi..
" cukup pa.. sekali lagi papa hina Kirana.. mama tak akan segan memilih meninggalkan papa... apa papa lupa mama juga dari orang tak mampu.. jangan sombong dengan harya yg kau miliki..." kata Wulan..
" apa kami tak mencarinya.. atau kau menyembunyikan sesuatu..." kata Wulan..
" maaf nyonya..." jawab Kevin..
" aku tak butuh maaf mu.. aku butuh penjelasan karena keadaan putraku..." kata Wulan mendesak Kevin...
Kevin diam.. dia tak mungkin mengatakan semuanya di depan sandi..Wulan yg menyadari sesuatu pun meminta sandi untuk duluan ke kamar...
" pa.. biarkan aku dan Kevin bicara..." kata Wulan..
" terserah..." jawab sandi..
sandi memilih untuk naik ke kamar terlebih dahulu sedang Wulan mengajak Kevin menuju ke taman belakang.. pak Kim di minta berjaga agar tak ada seorang pun yg akan datang ke taman belakang..
" sekarang coba jelaskan apa yg terjadi...." tanya Wulan..
" nyonya besar.. tuan Ardi telah melakukan pemerkosaan terhadap Kirana karena pengaruh obat perangsang yg di berikan oleh Ella..." kata Kevin..
" benarkah... Ardi melakukan itu.. aku butuh bukti.." jawab Wulan..
Kevin mengeluarkan ponselnya dan mulai memperlihatkan Ardi yg di bantu Kirana menuju ke kamar miliknya di hotel..
rekaman berpindah saat Kevin membawa Kirana yg pendarahan ke rumah sakit bersama Rika..
" ini darah apa Kevin..." tanya Wulan bergetar lemas..
" itu darah dari Vag*** Kirana yg luka.. bahkan Deren melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawa gadis itu..." jawab Kevin..
kemudian Kevin menunjukkan dokumen tentang operasi dan juga berkas kesehatan Kirana yg mengalami trauma dan melakukan konseling bersama Dera....
" ya Tuhan... apa yg sudah di lakukan Ardi... bahkan aku tak bisa membayangkan hidup Kirana sekarang..." kata Wulan..
" tenang nyonya besar.. Kirana sekarang aman bersama bik Ina dan perawat ayu.. saya sudah memberi mereka perlindungan di desa..." kata Kevin..
" baiklah.. dan jangan membuat Ardi curiga.. biarkan dulu aku ingin melihat keseriusan Ardi dan juga berapa besar cintanya pada Kirana..." kata Wulan..
" tentu nyonya besar.. saya juga tidak akan pernah mengunjungi Kirana karena saya sudah menaruh orang kepercayaan saya di sana..." kata Kevin..
" kau selalu bisa di andalkan Kevin.. sekarang lebih baik kau menginap karena sudah terlalu malam.. dan juga aku titip Ardi..." kata Wulan serat masuk kedalam...
' beruntungnya anda memiliki ibu sebaik nyonya besar tuan..'. batin Kevin...
kini Kevin pun menginap di kamar tamu yg sering ia gunakan.. malam itu Ardi tak biasanya tak bisa tidur..
dia terus gelisah selalu mendengar teriakan dan juga tangisan dari seorang wanita tapi dia tak bisa menginggat apapun...
Ardi terbangun dan memeluk boneka kesayangan Kirana.. bahkan bau parfum Kirana masih melekat pada boneka itu..
kini Ardi mulai memejamkan mata dan tertidur dalam keadaan yg nyaman dan nyenyak...
__ADS_1
hari berganti Minggu dan bulan... hari ini tepat dua bulan setelah kepergian Kirana.. Ardi sedang muntah di toilet sejak pagi..
Wulan binggung mendengar Ardi yg terus muntah meski belum makan apapun.. bahkan Ardi begitu lemas..
" sayang hari ini kamu tak usah ke kantor biar urusan kantor di handel Kevin oke..." kata Wulan..
" iya ma.. " kata Ardi tidur sambil Wulan membelai rambutnya..
pak Kim datang dengan membawa bubur ke kamar Ardi.. Bru masuk Ardi langsung berlari menuju ke kamar mandi dan kembali muntah...
" bawa makanan itu keluar.." teriak Ardi dalam kamar mandi...
Wulan meminta pak Kim membawa bubur itu kembali ke dapur.. Wulan melihat Ardi yg pucat karena terus muntah..
Ardi sedang tidur Wulan menelpon Deren untuk memeriksa Ardi..
" hallo mami... raja setan kenapa.. tumben bisa sakit..." kata Deren...
" entah lah.. dari semalam pulang mabuk.. pagi udah muntah terus kayak gini.. sampai lemes..." kata Wulan..
" syukurin.. abis gak jaga tubuh sih.. dasar bandel..." kata Deren..
" udah kamu periksa.. dan kasih obat biar gak muntah terus.. mami kasihan melihat nya.." kata Wulan..
" oke mi.. " jawab Deren mulai memeriksa Ardi..
Deren meminta perawat datang untuk memasang infus karena kondisi Ardi yg kurang cairan..
" bagai mana kondisi Ardi.. Deren..." tanya Wulan..
" asam lambungnya Naik mi.. dan mungkin dengan di kasih infus ini supaya kondisinya cepat pulih dan membaik.. oh ya.. Deren boleh minta pasta buatan mami gak.." kata Deren..
" tentu.. kalau selesai kita makan di bawah pasti papi juga sedang nunggu kita..biarkan Ardi istirahat sebentar di sini..." kata Wulan mengajak Deren turun ke bawah...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih