
Bulan berganti tahun, Kirana kini menjadi gadis yang kuat di bawah asuhan Tasya, ya sudah 9 tahun Ardi di Amerika, kini Kirana juga sudah dewasa.
Kini Kirana sudah masuk SMA, meski begitu Ardi terus memantau perkembangan putrinya lewat Tasya, dan Ardi selalu menyempatkan untuk pulang ke Indonesia.
Saat ada Ardi di apartemen Kirana akan jadi gadis yang anggun dan manja, tapi jika Ardi tak ada dia akan jadi gadis tomboi.
Pagi ini adalah hari pertama sekolah SMA, Kirana sudah membawa perlengkapan MOS nya, mulai rambut di kuncir dan mengunakan tas kresek serta kaos kaki merah dan putih.
Kirana mengikuti masa MOS bersama dua teman nya yaitu Ema dan Rika, mereka masuk dalam sekolah dan kelas yang sama.
Tasya sekarang juga sudah punya anak berusia 5tahun, meski begitu dia tetap memprioritaskan Kirana, apalagi Ardi akan kembali ke Indonesia.
Di sekolah nya Kirana dan dua temannya menjadi gadis incaran karena wajah cantik, kulit putih dan juga body yang sangat aduhai..
Tapi Kirana tak pernah menggubris setiap laki laki yang ingin dekat dengannya, karena baginya hanya ada satu pria yang sudah memenuhi seluruh hatinya, pria yang selama ini ia rindukan.
Jam istirahat pun datang, kini Kirana beserta Ema dan Rika menuju ke kantin, disana mereka menjadi pusat perhatian.
"Aku pesenin kayak biasa aja ya Ema," kata Rika yang di acungi jempol oleh Kirana.
"Huh.. kalian main perintah aja sih," kata Ema.
"Ini uang nya gak usah cemberut gitu," kata Kirana memberikan uang pada Ema.
"Oke," kata Ema.
"Huh dasar, padahal orang kaya masih suka minta traktiran," gerutu Rika.
"Biarin Wlek," kata Ema menjulurkan lidahnya.
Tak lama Ema datang dengan membawa bakso dan es jeruk, Rika ngeri lihat Kirana yang menuang sambel pada baksonya.
"Itu bakso pakai sambal apa sambal di kasih bakso sih," kata Rika bergidik.
"Huh.. kalau gak gini gak enak tau," kata Kirana.
"Awas ya aku bilangin Daddy kamu nanti," ancam Rika.
"Aish.. diamlah kau tau bisa habis aku kalau Daddy sampai tau." kata Kirana.
mereka pun menyelesaikan makan siangnya, kini mereka sudah kembali ke barisan, mereka melanjutkan aktifitas mereka hingga pukul 4 sore baru selesai.
__ADS_1
Tasya tak bisa menjemput Kirana, maka dari itu tadi pagi Kirana membawa motor sport milik Hiro karena izin Tasya.
Kirana sudah melepas rok abu abu panjangnya dan memakai kelana jeans, Rika dan Ema sudah melongo melihat Kirana mulai memakai helmnya.
"Kamu naik motor itu?" kata Ema menunjuk pada Motorsport warna merah itu.
"Kenapa? aku menyukainya selama tidak ada Daddy," jawab Kirana.
Kini Kirana melajukan motor itu dengan kecepatan yang lumayan tinggi, Kirana berhenti di perempatan lampu merah dan tak sengaja ada seseorang yang mengenalinya.
"Tuan.. seperti nya itu nona kecil dan sedang mengendarai Motorsport," kata Kevin.
Ardi pun melihat gadis yang di tunjuk Kevin, Ardi melotot melihat gadis dengan celana sobek sobek itu.
Kirana yang merasa di perhatikan pun menoleh ke samping kanan dan dia sekilas melihat asisten Kevin.
Dengan kecepatan tinggi Kirana langsung melesat saat lampu sudah hijau, Kevin makin yakin jika itu Kirana.
Gadis cantik itu sudah sampai di apartemen dan langsung naik, sedang motor itu terparkir rapi pada tempatnya.
Kirana menekan lantai paling atas, Kirana langsung masuk dengan buru buru sampai bik Ina kaget melihat Kirana yang langsung masuk ke kamarnya.
Kirana langsung mandi dan bersiap menyambut kedatangan Ardi, setelah 30 menit bel pintu Apartemen berbunyi.
"Selamat datang tuan," sapa bik Ina.
"Hem.." jawab Ardi sambil mengedarkan pandangan mencari sesuatu.
Kini Ardi masuk beserta Kevin yang membawa koper di bantu bik Ina, tak lama Kirana turun dengan dress berwarna pink serta bandana yang imut.
"Daddy!" teriak Kirana sambil berlari turun dari tangga.
"Pelan pelan princess," kata Ardi sudah berdiri.
Ardi membuka tangan nya dan kemudian, hap.. Kirana berada dalam pelukan Ardi dengan erat, bahkan Kirana masih seperti ank kecil yang melihat Daddy ya pulang.
"Huh.. makin besar aja nih princess Daddy," kata Ardi.
"Daddy juga makin tua dong," kata Kirana.
"Kata siapa? Daddy kan masih muda dan di sebut hot Daddy tau," kata Ardi mencubit hidung Kirana.
__ADS_1
"Huh.. Daddy curang kenapa pulang tak memberi tahu pada Kirana sih," kata Kirana sambil menggerakkan tubuhnya.
"Daddy ingin membuat kejutan," jawab Ardi.
"Daddy memang luar biasa, ayo sekarang kita makan, karena Kirana juga baru sampai rumah karena MOS," kata Kirana menyeret Ardi ke meja makan.
"Baiklah princess," jawab Ardi.
"Om Kevin ayo, kenapa masih diam di situ," kata Kirana melihat Kevin.
"Baik nona," jawab Kevin.
kini mereka bertiga makan tapi Ardi merasa jika sambil yang di buat bik Ina terlalu pedas, begitu pula Kevin yang sudah berkeringat sedang Kirana dengan santai mengambil dan menghabiskan sambal itu.
"bik Ina." panggil Ardi sambil mengambil tempe.
"Iya tuan ada apa?" tanya bik Ina.
"kenapa buat sambalnya pedes banget, bibik kan tau jika saya tak suka makanan yang terlalu pedas, dan ini cabe satu kilo bibik bikin sambel semua," kata Ardi.
"Iya tuan dan bibik bikin sambel sesuai request nona," jawab bik Ina.
Ardi langsung menatap tajam pada Kirana yang tengah santai memakan sambel yang bik Ina buat.
"Kirana sejak kapan kamu makan sambel yang begitu pedas," tanya Ardi.
"Emm sudah lama Daddy, habis kalau gak pedas gak terasa," jawab Kirana.
"Tapi itu tak baik untuk perutmu," kata Ardi.
"baiklah ini terakhir deh, jika sama Daddy," jawab Kirana.
Ardi pun membiarkan Kirana untuk kali ini, sedang Kirana tersenyum karena Ardi tak memperhatikan janji yang di buat Kirana, sedang Kevin hanya bisa geleng-geleng melihat Kirana.
.
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih