
Waleed menjalin kerja sama. dengan kedua suami dari sahabat istrinya, ya hari ini Waleed sedang berada di Jakarta.
sedang Rika sedang berada di pulau pribadi di temani Diana asisten yang di tugaskan Waleed untuk menjaganya.
"Diana kenapa suamiku tak mengajakku ya?" tanya Rika yang sedang nge-gym bersama Diana.
"mungkin tuan tak ingin nyonya kelelahan karena perjalanan yang lumayan jauh," kata Diana.
"aish... padahal aku ingin bertemu dengan kedua sahabat gilaku," jawab Rika.
Diana tak menjawab perkataan dari Rika, tak lama seorang pelayan memberikan minuman untuk keduanya.
"kita sudah selesai kan, aku ingin mandi dan jangan menggangguku," kata Rika.
"baik nyonya," jawab Diana.
saat Rika berjalan otomatis semua pengawal dan pelayan akan memberi hormat, karena wanita itu adalah istri dari tuan besar mereka.
saat Rika menikmati me time dirinya yang sedang bermanja di kamar mandi, tak terkira ada sebuah jet pribadi mendarat di pulau itu.
seorang wanita dengan begitu cantik dan angkuh Turin dari pesawat, bahkan tubuh indahnya tercetak karena gaun ketatnya.
wanita itu pun menuju ke istana Waleed, dengan angkuhnya wanita itu masuk tanpa ada hambatan.
Diana menyapa wanita itu, dan mempersilahkan wanita itu duduk, Diana memerintahkan beberapa pengawal untuk melindungi nyonya mereka.
"kemana wanita mainan Waleed, aku tak melihatnya?" tanya Celine.
"maaf nona Celine, nyonya kami sedang menikmati waktu nya sendiri," jawab Diana.
"nyonya, cih bahkan wanita itu tak pantas menyandang panggilan itu, karena hanya aku yang bisa menyandang gelar nyonya Waleed," kata celine angkuh.
Diana tak menanggapi wanita yang sedang duduk itu, sedang di kamar Rika baru saja selesai.
saat memilih baju, dia kesal karena pakaian dalamnya sedikit kekecilan, "aish.. seharusnya aku pergi belanja, ini sudah hampir tak muat dengan payud*r* ku,"gerutu Rika.
__ADS_1
ya perubahan sangat terlihat jelas, tubuh Rika makin terlihat sempurna dengan dada yang makin bulat dan besar.
kini Rika sedang bersiap merias wajah cantiknya dan juga menata rambutnya yang bergelombang hitam panjang.
Rika pun keluar dari kamar dan mendapati pengawalan yang super ketat, Rika pun turun dan di ikuti oleh para pengawal.
Rika melihat ada seseorang yang sedang duduk di ruang tamu bersama Diana, Rika pun menghampiri kedua wanita itu.
"dia siapa Diana?" tanya Rika yang baru sampai di ruang tamu.
"ini nona Celine, dia adalah wanita yang di jodohkan dengan tuan besar nyonya,"kata Diana.
"owh, wanita ke berapa?" tanya Rika santai.
"jaga bicara mu, aku wanita terhormat," kata Celine.
"jika anda terhormat, maka anda tak akan bersikap seperti ini di rumah orang lain," kata Rika.
"aku wanita yang di cintai oleh Waleed, dan kau hanya mainan, jadi tak usah sesombong ini karena sebentar lagi kau akan di buang oleh Waleed," ejek Celine.
Rika mencari beberapa bahan masakan, melihat itu para koki binggung, apalagi Waleed melarang keras Rika masuk dapur.
"nyonya tolong keluar, kau tidak tuan besar bisa menghukum kami," kata salah seorang koki.
"baiklah tapi buatkan aku seblak, sekarang," kata Rika.
"tapi kami tak tau caranya," jawab salah satu koki.
"kalian punya ponsel kan, gunakan itu dan cari resepnya, aku tunggu di halaman belakang," kata Rika.
para koki panik seketika, karena dia tak ingin membuat Rika kecewa, atau kepala mereka semua sebagai taruhannya.
saat di taman belakang istana itu, Rika kembali menginggat bagaimana kehidupan nya yang begitu menyedihkan.
dia harus menikah dengan paksaan orang tuanya, dengan pria yang memiliki begitu wanita di sekitarnya.
__ADS_1
bahkan Rika ingat bagaimana dia yang harus melayani nafsu besar suaminya itu, bahkan dia di kurung di kamar dan tak boleh keluar.
Rika ingat dia hanya boneka pemuas nafsu Waleed di awal pernikahannya, bahkan dia belum mewujudkan resepsi pernikahan 1001 malam.
dulu pernah terbesit untuk mengakhiri hidup karena tak ingin menjadi boneka ranjang Waleed.
tapi entahlah seiring berjalannya waktu cinta tumbuh tanpa siapa yang tau, Rika kini merasa jika Waleed mulai berubah.
sebuah pesawat Boeing pribadi mendarat di pulau, Waleed geram saat melihat jet pribadi terparkir.
"hakim, kenapa perempuan itu datang?" tanya Waleed.
"seperti nya keluarga tuan kembali ingin menyatukan kalian berdua," kata hakim.
"mereka cari mati rupanya," kata Waleed.
Waleed naik ke dalam mobil dan langsung menuju ke istana miliknya, tapi kali ini Waleed datang lewat area belakang.
Waleed tersenyum saat melihat Rika sedang makan sesuatu, Waleed pun menghampiri istrinya itu.
"semarah itu, hingga suamimu datang tak kau sambut," kata Waleed.
"tak ingin, dan tolong cepat urusi wanita mu itu, dia menyebalkan," kata Rika yang berdiri ingin pergi.
Waleed pun menarik dan membuat Rika jatuh ke pelukannya, dada Rika terlihat oleh Waleed, terhipnotis Waleed memerintahkan seluruh orang untuk meninggalkan mereka berdua.
"kenapa kau menggoda ku," kata Waleed.
"aku tak menggoda mu, bra ku terlalu sempit hingga membuatnya terlihat seperti ini," jawab Rika malu.
"aku akan mengajakmu belanja, tapi puaskan aku dulu," kata Waleed.
"pikiran mu selalu ke sana," jawab Rika.
"berhenti mengomel," jawab Waleed yang meremas ****** Rika.
__ADS_1
Rika hanya melotot menyadari tangan Waleed sudah kemana-mana.