Secret Daddy

Secret Daddy
BC_ resepsi pernikahan Ema..


__ADS_3

Ardi dan Kevin sedang berada di kantor, Ardi merasa aneh dengan Alex yang tiba tiba menghilang begitu saja.


"Kevin apa kau tak memiliki kabar sedikit pun tentang Alex?" tanya Ardi melihat asistennya itu.


"tidak tuan, terakhir setelah pernikahan nya dengan intan Alex langsung menghilang begitu saja," jawab Kevin.


"emm, aneh padahal perusahaan ayahnya juga stabil, tapi kenapa pria itu malah hilang bak di telan bumi begitu saja," kata Ardi sambil menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaran nya.


"mungkin dia memilih menjauh dan tak ingin berurusan dengan kita tuan," kata Kevin.


"mungkin, ya sudah lebih baik kita kembali bekerja karena aku tak ingin lembur lagi," kata Ardi.


pada pukul 6 sore pekerjaan Ardi dan Kevin sudah selesai, kini mereka pulang karena Ardi ingin menghabiskan waktunya dengan putri kecilnya.


saat di lampu merah ada seorang anak yang menjual donat, Ardi menginggat pertama kali bertemu Kirana kecil yang sedang menjual donat.


Ardi pun membeli semua donat dagangan gadis kecil itu, setelah itu mobil kembali melaju menuju ke rumahnya.


setelah menurunkan Ardi Kevin langsung menuju kerumahnya, saat baru masuk rumah Ardi tersenyum saat melihat Andhara yang sudah bisa berjalan menuju kearahnya.


"wah putri Daddy sudah bisa berjalan sekarang," kata Ardi mengendong Andhara dan menciuminya.


sedang Kirana mengambil jas dan tas kerja Ardi dan menyerahkannya pada pak Jun.


"mommy nya juga mau di cium loh Daddy," goda Kirana.


"tentu mommy," kata Ardi mencium pipi dan kening Kirana.


ternyata pak Jun sudah menyimpan donat yang tadi di beli Ardi, kini Ardi juga sedang mandi sedang Kirana menyiapkan makan malam.


tak lam Ardi turun dan langsung menciumi pipi gembul putri nya itu. sedang Andhara hanya tertawa.


kini mereka menikmati makan malam bersama, sedang sandi dan Wulan sedang berkunjung ke Surabaya.


setelah itu mereka bermain di ruang kelurga sambil menonton tv, Andhara terus bermain di pangkuan Ardi.


"Daddy lusa acara resepsi pernikahan Ema, kita mau memberi kado apa?" tanya Kirana.


"entahlah mom, aku juga binggung karena Leo sudah memiliki segalanya," kata Ardi.


"bisakah Daddy mengundang suami dari Rika, agar kami bisa berkumpul, itu akan menjadi hadiah terbaik untuk kami," pinta Kirana.


"aku tak janji sayang, tapi aku sudah mengundangnya kok, semoga dia mau datang," kata Ardi.


sedang hakim menemui Waleed yang sedang berada di ruang kerjanya, hakim menaruh undangan yang baru saja sampai.


"undangan dari mana ini?" tanya Waleed.


"ini undangan pernikahan dari sahabat nyonya tuan, bahkan pernikahan itu bertema Cinderella," jawab hakim.

__ADS_1


Waleed hanya mengetukkan jarinya di atas undangan pernikahan itu, Waleed sedang berpikir sesuatu.


"hakim panggil istriku kemari," perintah Waleed.


hakim menunduk hormat dan langsung memanggil Rika yang tengah berolah raga dengan Diana.


"selamat pagi nyonya, tuan memanggil anda ke ruang kerjanya," kata hakim.


"baiklah," jawab Rika yang mengunakan kimono handuknya.


kini Rika menuju ke ruang kerja Waleed, Waleed tersenyum saat melihat Rika datang dengan rambut basah karena keringat.


"kemarilah," panggil Waleed.


"aku masih berkeringat dan Bau," jawab Rika yang mendekat kearah Waleed.


tanpa aba aba Waleed menarik Rika agar duduk di pangkuannya dan Rika pun tak bisa menolak suaminya itu.


"ada apa kau memanggilku tuan?" tanya Rika yang menahan tangan nakal Waleed karena ada hakim.


"ada undangan dari sahabat mu Ema dan Leo," kata Waleed.


"mana?" tanya Rika yang langsung mencari undangan itu.


"kau ingin datang sayang?" tanya Waleed.


"tentu, tapi jika kau mengizinkan ku tuan," kata Rika.


"oh itu dulu kami pernah punya pernikahan impian, Kirana dengan konsep putri tidur dengan bunga kesukaan nya, Ema dengan Cinderella yang selalu dia impikan," kata Rika antusias.


"dan pernikahan impian mu?" tanya Waleed pada Rika.


"dulu aku punya mimpi ingin pernikahan 1001 malam, tapi aku sudah tak menginginkan nya lagi," kata Rika.


"kenapa? kita bisa membuat resepsi pernikahan yang kau impikan," kata Waleed.


"tidak perlu, bahkan sekarang aku sudah seperti ratu timur tengah dengan hidup bersama mu," kata Rika.


tapi Waleed menangkap kesedihan di wajah Rika, Waleed tau pernikahannya dan Rika memang atas sebuah perjanjian dan uang.


tapi Waleed mulai sadar jika membuat Rika bahagia adalah keinginan terbesarnya saat ini.


"bagaimana jika undang seluruh sahabat mu kemari dan kita buat resepsi tapi hanya dengan sahabat dekat saja," usul Waleed.


"tidak usah, aku tak ingin mereka membuat mu marah, karena ulah mereka berdua," kata Rika.


"apa kau malu punya suami seperti ku?" tanya Waleed.


"bukan seperti itu, mana bisa aku malu mempunyai suami seperti mu, tapi aku malu pada keluarga ku sendiri apalagi mereka rela menjual anak gadisnya demi uang," lirih Rika.

__ADS_1


"berhenti mengatakan itu, saat ini kau adalah istri dari Abdullah Al Waleed jadi berhenti merendah kan dirimu," kata Waleed.


"maaf.." lirih Rika memeluk suaminya itu.


Rika memeluk Waleed, saat ini hanya Waleed yang ia miliki, Rika tau jika keluarganya sudah menjualnya pada Waleed tapi hanya pria itu yang saat ini memeluknya.


"tuan aku ingin mengatakan sesuatu tentang sebuah kebenaran," kata Rika menunduk saat melepas pelukannya pada Waleed.


"apa?" tanya Waleed.


"dulu aku pernah menyukai seorang pria, dia adalah asisten dari om Ardi namanya Kevin," kata Rika.


"kenapa kau bilang padaku," tanya Waleed.


"karena aku tak ingin tuan akan marah saat kita bertemu di sana, aku takut tuan akan mencampakkan aku setelah mengetahui nya dari orang lain," kata Rika.


"aku tak akan mencampakkan dirimu karena sekarang aku mulai mencintaimu, apa kau juga?" tanya Waleed.


Rika diam karena dia juga masih binggung, sedang Waleed pun tau tak mungkin memaksa kan cinta.


"baiklah, kau tak perlu menjawabnya, kau hanya harus tau jika aku sungguh sangat mencintaimu," kata Waleed.


Rika memberanikan diri langsung mencium Waleed saat pria itu sudah mengutarakan isi hatinya.


Waleed mengusir hakim dengan gerakan tangan, Waleed memperdalam ciuman mereka bahkan Waleed sudah melepas kimono Rika.


Waleed terkejut melihat tubuh Rika yang mengunakan baju olah raga yang begitu pas di badan seksi Rika.


"jangan mengunakan baju ini lagi meski kau hanya berdua dengan Diana," kata Waleed serak menahan hasratnya.


Rika hanya mengangguk dan Waleed kembali mencium bibir Rika, kini Waleed mengendong Rika ke arah karpet yang ada di ruangannya itu,


pagi itu Rika begitu menikmati hubungan antara dia dan Waleed, bahkan Rika tak segan memimpin permainan.


Waleed pun merasa bahagia karena Rika sudah menerima dirinya, meski Rika belum mengatakan kalau dia mencintai Waleed.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih


__ADS_2